Tips Agar Tabungan Tidak Habis Terpakai

18 comments



Ketika sudah berumah tangga, penting sekali kalau kita melakukan perencanaan keuangan. Kebutuhan dan keinginan jelas harus dipisahkan agar tidak tercampur-campur. Ketika hal itu terjadi maka bisa saja saat akan membutuhkan sesuatu tiba-tiba tidak ada tabungan sama sekali.

Ketika kita sudah menabung uang dan berkomitmen tidak akan mengambilnya, tiba-tiba ketika ada keperluan mendesak terpaksa harus mengambil tabungan itu. Belum lagi ketika fasilitas internet banking yang terpasang di ponsel membuat kita lebih sering memasukkan kode PIN dan transaksi berbelanja berhasil. Yah, begitulah kadang kita tidak bisa menahan diri dari kemudahan yang diperoleh. Pada akhirnya budaya konsumtif lebih sering menguasai. Tabungan pun semakin lama semakin berkurang. Ujung-ujungnya ketika membutuhkan uang untuk pendidikan misalnya malah sudah habis.

Cara Agar Tabungan Tidak Habis Terpakai

Bagaimana cara agar uang ini tersimpan dengan baik alias tidak akan digunakan untuk macam-macam keperluan?

Ada beberapa cara agar tabungan tidak habis terpakai versi saya yaitu:

1. Tetapkan total belanja maksimum dalam satu bulan

2. Perlu evaluasi antara kebutuhan dan keinginan

3. Pembagian pos-pos pengeluaran

4. Investasi emas

5. Investasi barang atau investasi properti

6. Gunakan rekening terpisah

7. Deposito tabungan

8. Menaruh sedikit uang di dompet agar tetap bisa menghemat pengeluaran

Saya sempat terpikirkan untuk investasi emas. Tapi menurut pengalaman orang-orang di sekitar saya bahwa emas kalau nggak dalam jangka waktu lama (misal jangka waktu lima tahun) malah nggak untung karena harga emas itu fluktuatif. Dan pastinya agak ribet karena harus menjual dan membeli dengan jumlah yang tidak kecil. Ditambah lagi butuhnya juga tahun depan. Benar nggak sih?

Ada cara lain agar uang ini tidak terpakai setidaknya sampai beberapa bulan ke depan. Caranya adalah dengan deposito tabungan.



Apa itu deposito?

Deposito adalah produk simpanan perbankan yang bisa dikatakan sebagai investasi yang pencairannya pada jangka waktu tertentu dan dengan syarat tertentu.

Nasabah tidak bisa mengambil uang deposito pada jangka waktu yang telah ditentukan. Jangka waktu ini disebut dengan tenor. Setiap bank memiliki jangka waktu tenor yang berbeda-beda. Misalnya 1, 2, 3, 6, 12, sampai 24 bulan.

Jika simpanan tabungan tidak ada ketentuan minimal setor maka deposito ditentukan minimal setornya tergantung dengan kebijakan bank masing-masing. Makanya nasabah harus menyiapkan dana untuk membuka deposito.

Manfaat Deposito Tabungan

Salah satu manfaat deposito tabungan adalah tabungan tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti jenis tabungan biasanya sehingga uang tabungan kita aman. Sebenarnya kita bisa mengambilnya sekarang juga tapi tentu akan dikenai pinalti karena diambil sebelum jatuh tenor.

Manfaat lainnya deposito tabungan adalah bisa digunakan untuk investasi. Bagi sebagian orang mungkin deposito adalah pilihan tepat untuk investasi karena bunga yang diberikan cukup tinggi. Semakin besar jumlah uang yang didepositokan maka semakin besar pula jumlah bunga yang diperoleh. Nah, hasil bunga ini bagi sebagian orang dianggap sebagai investasi.

Deposito ini bisa dibilang investasi gampang dan rendah resiko. Nasabah tidak perlu melihat harga pasar untuk melakukan deposito. Selain itu, deposito memiliki resiko rendah dibandingkan jika kita berinvestasi saham yang harus melihat harga pasar.

Hampir setiap bank memiliki jasa perbankan deposito tabungan dengan tenor yang berbeda dan bunga yang ditawarkan berbeda. Jika bank umum seperti BNI, BRI, Bank Mandiri memiliki bunga maksimal sekitar 5%. Berbeda dengan deposito di Bank Perkreditan Rakyat atau BPR yang bisa mencapai 6%.

Tips Aman Deposito

Beberapa orang mungkin masih meragukan untuk deposito di bank. Saya pernah membaca seseorang yang kehilangan puluhan hingga ratusan juta setelah deposito uangnya di salah satu perbankan yang mengalami kerugian hingga harus menutup kantornya. Tentu hal tersebut diakibatkan karena kurangnya informasi mengenai tips aman melakukan deposito.

Sebenarnya ada beberapa tips agar deposito aman di layanan perbankan menurut versi saya yaitu

1. Pilih bank yang terjamin LPS dan OJK

Jangan sekali-sekali mempercayakan uang kita kepada pihak perbankan yang tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Jika sesuatu terjadi pada jasa perbankan yang tidak terdaftar OJK dan LPS maka nasabah yang akan mengalami kerugian karena uangnya bisa hilang tidak ada yang menjadi.

Sementara jika terjamin,maka ketika suatu jasa perbankan mengalami kerugian dan harus menutup banknya maka LPS yang akan menjamin uang nasabah hingga 2 M. Dalam artian, jika saya mendepositokan 3 M di salah satu bank yang dijamin LPS maka ketika bank itu tutup, saya bisa mendapatkan 2 M saya sedangkan sisanya menunggu hasil tim likuidasi berdasar likuidasi kekayaan bank.

2. Memiliki kantor cabang terdekat

Tips kedua adalah pastikan yang menawarkan jasa perbankan atau deposito memiliki kantor cabang yang dekat dari rumah. Pernah saya mendengar cerita bahwa seorang tetangga menawarkan deposito berjangka di tempatnya bekerja dengan iming-iming bunga tinggi. Seorang warga jelas tergiur dan mempercayakan saja kepada tetangganya padahal dia tidak mencari tahu tentang jasa perbankan itu apakah benar ada kantornya atau tidak. Diawasi oleh OJK dan LPS atau tidak. Dengan mengetahui informasi lokasi kantor cabang, jika terjadi apa-apa kita bisa mendatangi langsung ke perbankan tersebut. Perasaan pun menjadj lwbih tenang.


3. Tidak mudah tergiur dengan bunga tinggi

Banyak yang tergiur dengan suku bunga tinggi yang ditawarkan oleh jasa perbankan. Hati-hati karena bisa menjadi masalah bagi nasabah. Coba cek berapa suku bunga yang ditawarkan. Jika melebihi suku bunga yang dijaminkan LPS maka jangan diambil. Sekarang internet sudah semakin canggih. Jadi untuk mencari informasi suku bunga deposito setiap bank bisa dicari.

Misalnya, suku bunga deposito bank umum tahun 2021 sebesar 3% sementara kalau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 6%. Jadi jika ada yang menawarkan 10% maka jangan percaya sama sekali karena bisa saja itu adalah penipuan. Karena ketika bank itu bangkrut maka suku bunga yang didapat tidak melebihi suku bunga yang sudah ditetapkan.

4. Tidak lewat pihak ketiga

Ini adalah poin penting bagi keamanan deposito di perbankan. Tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga meskipun kita kenal dengan orang tersebut. Kenal belum tentu terjamin. Ketika ada yang menawarkan diri untuk membantu membukakan deposito tabungan lebih baik tidak usah. Saran saya datang saja langsung ke banknya. Atau kalau tidak lakukan pendaftaran deposito melalui online.

Memang bisa?

Bisa dong. Sekarang banyak perbankan yang bisa menerima deposito lewat internet. Aman nggak tuh?

Tentu aman lah apalagi jika sudah diawai OJK dan dijamin LPS

Salah satu jasa perbankan yang bisa menerima deposito secara online adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Depositobpr ini menggunakan platform fintech Komunal.

Deposito BPR Komunal

Komunal merupakan perusahaan teknologi finansial peer-to-peer atau P2P yang bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat untuk memberikan jasa perbankan deposito berjangka yang bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Platform aggregator pertama di Indonesia ini menghubungkan lebih dari 1500 produk deposito BPR.

Melalui deposito BPR Komunal, para deposan bisa mendepositkan ke Bank Perkreditan Rakyat. Di bulan Oktober 2021, Komunal bersama BPR menandatangani MoU mengenai kerja sama tersebut.

Ini menjadi suatu kemajuan bagi dunia perbankan Indonesia di mana teknologi finansial atau financial technology (fintech) berkembang cukup pesat di masa pandemi ini termasuk Deposito BPR Komunal.

Kehadiran Komunal ini secara tidak langsung akan membantu perekonomian UMKM. Semakin banyak orang yang menyimpan dana di BPR di berbagai daerah maka UMKM bisa mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka.


Deposito BPR Aman

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mendepositkan uang kita di Komunal adalah apakah deposito BPR aman atau tidak? Apakah terdaftar di OJK dan dijamin LPS atau tidak?

Jangan sampai karena lalai mencari informasi tentang ini deposan yang kena ruginya.

Nah, kalian nggak perlu ragu dan khawatir lagi ya karena deposito BPR aman! Deposito BPR Komunal ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan dijamin oleh LPS hingga 6% dimana sesuai dengan standar tingkat suku bunga yang dijamin oleh LPS, baik fintech-nya maupun bank BPR-nya.

Itulah salah satu alasan kenapa saya mendepositokan uang saya di deposito BPR Komunal. Kalau tidak terdaftar di OJK dan LPS ya saya tidak mau.

Menjadi deposan di Komunal

Mendaftarkan diri

Menjadi deposan di Komunal caranya gampang sekali mendaftarkan diri di website Komunal.id. Cukup siapkan KTP dan data diri seperti nomor KTP, nomor NPWP jika ada, dan lain sebagainya. Tidak ada foto dengan KTP ya.

Oiya bagi kalian yang punya rekening DANA, dengan mendaftarkan diri dan sudah mendepositkan uang ke Komunal maka akan mendapat cashback 111.111 rupiah pakai kode promo CASHBACK1111. Sekarang, buka deposito #bisadimanasaja

Menunggu validasi

Menunggu validasi pendaftaran akun kita di Komunal membutuhkan waktu 1x24 jam. Mungkin bisa lebih lama saat akhir pekan. Setelah validasi, kita bisa mulai mendepositokan uang kita di Komunal.

Deposito BPR Komunal



Memilih BPR

Sebelum mendepositokan kita bisa memilih kantor BPR sesuai dengan tingkat suku bunga, lama tenor, lokasi BPR dan filter lainnya.

BPR Komunal

Kebetulan saya cari yang tingkat bunga terendah dan lokasi yang tidak jauh dari rumah saya. Lama tenor sekitar dua bulan. Jika ingin menambah jangka waktu lagi masih bisa. Kebetulan memang uang saya akan dipakai pada awal tahun depan. Jasi tepatlah biar tidak dipakai untuk yang lain.

Setelah itu muncul pilihan kantor BPR untuk deposito uang kita. Setelah memilih kantor BPR, kita bisa memilih berapa lama tenor yang diinginkan dan jumlah deposito.

Komunal
Pilihan BPR sesuai filter

Depositokan uang

Untuk mendepositokan uang ke Komunal BPR cukup dengan mentransfer ke rekening yang disediakan oleh BPR Komunal.
Pembukaan uang yang didepositokan ini mulai dari 1.000.000 rupiah atau sesuai kebijakan setiap BPR di daerah masing-masing. 
Pengembanlian Dana Deposito

Menunggu diulas

Setelah mendepositokan uang kita, kita masih harus menunggu deposito kita diulas. Sekitar 1x24 jam deposito kita berhasil diterima.



Deposito BPR



Setelah itu akan muncul keterangan kapan jangka waktu terakhir. Jika sebelum masa tenor itu habis tapi uang deposito diambil maka akan dikenai pinalti. 
Deposito BPR Aman



Nah, jangan ragu lagi untuk mengamankan uang teman-teman dari pengeluaran-pengeluaran yang bukan pos nya dengan buka deposito kalian #BisaDimanaAja. Biar kalian bisa menghemat pengeluaran. Yuk, alokasikan dana kamu di Deposito BPR Komunal.

Menjadi Deposan BPR Komunal


Referensi:

https://www.kompas.com/money/read/2021/03/14/081549526/pengertian-deposito-tingkat-bunga-keuntungan-dan-kelemahannya

https://www.finansialku.com/kalau-bank-bpr-ditutup-uang-simpanan-kita-aman-ga/

https://www.homecredit.co.id/menyikapi-bunga-deposito-tinggi-hci

https://keuangan.kontan.co.id/news/fintech-komunal-resmi-meluncurkan-platform-deposito-bagi-bpr


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

18 komentar

  1. Memang Mbak, dalam menjalani kehidupan ini, harus ada persiapan dana. karena kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi. istilahnya sedia payung sebelum hujan. Bisa deposito, Reksadana dan lainnya. Makanya saya juga mulai giat ini. Salah satunya yang saya tekankan saat ini, mengutamakan kebutuhan dulu, bukan keinginan.

    BalasHapus
  2. Dari sekian banyak jenis investasi, saya pun baru berani Deposito aja. Menurutku paling aman untuk aku yang awam ini. Jadi pengen cari tahu lagi tentang deposito BPR Komunal

    BalasHapus
  3. Bener mbak, salah satu cara agar tabungan tidak habis dipakai salah satunya dengan deposito. Jadi aman, gak gatel buat ditarik-tarik. Kalau sistem tabungan biasa suka khilaf untuk diambil entak itu via ATM, transfer ataupun lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya mba kalau tabungan yg ada kartunya emng takut bablas dipakai hal lain. Beda dg deposito yg hanya bja a diambil dlm jangka tertentu

      Hapus
  4. iyaa banget harus bikin pos2 keuangan, prioritasin dana buat kebutuhan pokok, cicilan, tagihan sama tabungan baru deh belanja hal sekuder atau pun tersier. Nah itu kalau mau bikin deposito mesti siapin dana agak lumayan dulu yaa

    BalasHapus
  5. Ini banget yang aku butuhin. Kadang suka bingung sendiri aku tuh kenapa ya tabungan pun tetap terpakai. Padahal yang namanya tabungan kan harusnya udah gak diutak-atik lagi. Ternyata memang ada yang perlu aku benahi. Tips yang bermanfaat banget, Mbak. Jadi makin tau juga soal deposito ini. Kayaknya perlu pakai sistem begini nih aku

    BalasHapus
  6. Hahah bener banget ini mbaa, biar tabungan aman ngga kepake ini juga jadi salah satu tujuanku untuk mendepositokan "uang dingin" heheh. Daripada akhirnya ga tahan lalu kepake buat ini itu yg sbnernya ngga penting untuk dibeli yaa atau yg ngga perlu2 banget akhirnya diperlu2in karena tabungan bsia diambil hahaha

    BalasHapus
  7. ah iya mbak, Penting ya punya deposito. Selain bisa dapat bunga lebih tinggi, nggak bisa diambil dgn mudah
    uang jadi nggak cepat habis

    BalasHapus
  8. Asik ya sekarang buka deposito itu bisa bebas di mana saja dan dimulai dari genggaman handphone. Karena memang kita juga harus melek sih dengan investasi seperti deposito ini agar masa depan juga tetap menyenangkan.

    BalasHapus
  9. Terimakasih tipsnya mba, saya masih terus belajar mengelola keuangan rumah tangga. Biasanya sih suami yg suka investasi ke tanah kalau punya dana lebih

    BalasHapus
  10. Di evaluasi tabungannya memang penting, dan biar gak kelayapan tabungannya (eh, hehe), memang sebaiknya didepositokan ya kak, sehingga lebih apik tata keuangan

    BalasHapus
  11. Tips nya mengena sekali ini..
    Sebenarnya belajar untuk menginvestasikan uang ini baik, kemarin pas ikutan webinar salah satu cara aman adalah seperti BPR Komunal begini. Kaya uang diem tapi di investasikan menggunakan deposito.

    BalasHapus
  12. Aku pun begitu, Kak. Niat hati mau nabung. Tapi apa daya, mudah banget narik uang dari tabungan pake ATM. terus transfer-transfer buat belanja kayak yang los aja gitu. Hehehehe....

    BalasHapus
  13. Menarik juga niy investasi melalui deposito. Aku belum pernah coba. Belum paham bener. Tapi kayaknya aman ya via BPR Komunal ini

    BalasHapus
  14. Cocok banget nih tipsnya buat aku yang selalu keabisan uang gajian. Padahal kebutuhan dan keinginan terus berjalan beriringan. Aku juga mau coba ah nabung deposito di BPR ini. Platformnya keren banget ya. Bisa gabungin sekitar 1.500 BPR di Indonesia loh. Jadi kita ngga usah susah2 lagi ke bank tersebut utk daftar dan jadi deposan. Semoga BPR di Indonesia makin maju ya kak.

    BalasHapus
  15. Kominal ini baru ya, Mbak? Baru tahu sih aku, btw emang kok deposito di BPR itu bunganya lebih tinggi, temen2 aku banyak nih yang memilih deposito di BPR daripada di bank2 besar kayak BRI, BNI, dst...

    BalasHapus
  16. Saya sudah menerapkan salah satu cara di sini nih, yaitu dengan menetapkan uang untuk belanja sebulan. Syukurlah cara ini lumayan ampuh dan sudah dicoba selama berbulan-bulan.

    BalasHapus
  17. Sering nih berada di situasi seperti ini. Saat benar-benar kepepet, akhirnya terpaksa banget mengambil uang di tabungan. Padahal seharusnya tabungan tersebut nggak boleh diambil, tapi apa boleh buat!

    Penting banget menyusun rencana keuangan dalam rumah tangga. Boleh juga nih membuka deposito, karena deposito ini kan beda dengan tabungan ya, nggak bisa seenaknya diambil uangnya. Oke juga nih deposito BPR sudah terdaftar di OJK dan dijamin LPS. Terima kasih atas ulasan kerennya Mba Lita...

    BalasHapus

Follower