Alhamdulillah, akhirnya aku punya kesempatan untuk bisa berkunjung ke Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip). Sebenarnya sudah lama ingin ke sini, tapi karena lokasinya cukup jauh dari rumah jadi aku tidak pernah pergi ke perpustakaan ini. Qodarullah, aku mewakili organisasiku untuk berkunjung ke perpustakaan provinsi Jatim.
Kesan pertama keliling perpustakaan
Kesan pertama akan kuceritakan dari berbagai aspek, seperti lokasi, gedung, suasana, apakah nyaman untuk membaca atau belajar?
Dari lokasi, perpustakaan ini berada di Jalan Menur Pumpungan No.32, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Surabaya. Lokasi ini cukup jauh dari rumahku, sekitar 45 menit.
Jam buka Perpustakaan Provinsi Jatim ini:
Senin-Sabtu: 08.00-15.30, kecuali Jumat 08.00-16.00
Khusus ruang baca umum/dewasa
Senin - Kamis: 08.00-19.30
Jumat : 08.30-20.00
Layanan arsip
Senin-Jumat : 08.30-14.30
Minggu/hari libur nasional Tutup
Awalnya aku enggan juga nyetir mobil ke sini, tapi karena penasaran, aku datang ke sini bersama anakku.
Aku memilih parkir di luar karena ada tempat yang kosong. Aku juga tidak mau putar mencari yang gampang dan teduh.
Oiya, aku tidak memasuki lewat pintu utama, tapi lewat pintu yang terbuka sedikit. Di dekat tempat parkir mobil ini, anakku memasuki area kebun hidroponik yang ditanam macam-macam sayuran, solar panel, dan kolam ikan kecil. Uniknya, kebun hidroponik ini menggunakan solar panel untuk menyalakan pompa air sehingga tanaman tetap mendapat air dari pompa air otomatis.
![]() |
| Kebun Mini Disperpusip Jatim dengan Solar Hydroponic (dok. Pribadi) |
Setelah memberitahukan keperluan kepada petugas keamanan, kami pun diminta menunggu di dalam gedung kantor.
Anakku bermain di depan ruang baca anak-anak karena di sana ada ayunan dan perosotan. Lumayan lah bisa mengurangi kebosanannya menunggu. Namanya anak-anak yaa baru bentar juga udah bosan. Sedangkan aku masih menunggu kepala dinas yang sedang ada acara.
Ternyata terjadi miskom antara pegawai perpustakaan dan teman kami. Akhirnya kami diterima sebagai tamu dan diajak mengobrol di ruang setda,
Setelahnya, kami diajak berkeliling perpustakaan.
Apa saja yang ada di dalamnya?
Kunjungan pertama kami adalah ruang baca anak yang berada paling dekat.
Ruang baca anak
Ruang baca anak ini didesain menarik untuk anak. Dinding-dindingnya dilukis seperti berada di dalam kapal selam dengan pemandangan bawah laut. Jendelanya berbentuk lingkaran-lingkaran seperti jendela kapal. Bentuk ruang anak ini seperti panggung. Anakku berjalan hingga ke sofa di ujung ruangan. Lemari-lemari buku berada di pinggir ruangan. Di bagian depan, meja-meja bundar berwarna-warni untuk tempat membaca.
![]() |
| Ruang baca anak (dok. Pribadi) |
Ketika aku berkunjung ke sana, pengunjung ruang baca anak-anak hanya sekitar 3 orang. Mungkin karena jam kerja jadi tidak ada anak-anak, dan akan ramai saat akhir pekan.
Menurutku, untuk variasi buku di perpustakaan ini tidak sebanyak di Perpustakaan Kota Surabaya di Rungkut. Di sini menang fasilitasnya. Ada playground mini juga. Jadi anak tak hanya membaca buku saja tapi juga melakukan aktivitas lainnya.
Tapi jadinya anakku heboh pas bermain di playground. Takutnya ganggu yang lain.
Ruang Dongeng
Yang membuatku terkesima adalah di perpustakaan ini memiliki ruang dongeng. Ruangan ini berupa ruang kosong tanpa kursi. Hanya ada panggung dan beberapa sound system. Di dalamnya, beberapa anak-anak disabilitas sedang duduk menunggu arahan gurunya. Kami menyapa mereka. Mereka menyambut sapaan kami dengan antusias.
![]() |
| Ruang Dongeng (dok. Pribadi) |
Oiya, ruangan ini bisa dipinjam loh untuk kegiatan literasi, bisa lomba mewarnai, latihan pentas drama/tari, pelatihan menulis, dan lain-lain.
Ruang buku non fiksi
Di ruang referensi, ada satu deret lemari yang berwarna cokelat dan berbeda dengan lemari lainnya. Setiap lemari ini diberi nama per kota di Jawa Timur yang di dalamnya berisi buku-buku dari kota/kabupaten tersebut. Adanya lemari tersebut, aku bisa menyimpulkan bahwa beberapa kota kecil/kabupaten masih memiliki sumber buku yang terbatas. Harapannya, buku-buku tentang kearifan lokal tiap daerah bisa lebih banyak.
![]() |
| Ruang baca non fiksi (dok. Pribadi) |
Ruang Referensi
Di ruang ini, cukup banyak buku-buku pengetahuan yang bisa dijadikan referensi. Saat memasuki ruang referensi, kita harus melewati pintu berputar untuk memasuki tuang ini. Ada koleksi tentang kerajaan zaman duu.
Mungkin karena sedang hari kerja, jadi yang datang ke perpustakaan bisa dihitung dengan jari.
Ruang Naskah Kuno
Yang paling unik, kami diberi kesempatan untuk melihat naskah kuno yang sedang dianalisis di ruang khusus pegawai. Beberapa petugas sedang duduk dikursi masing-masing.
Pada bagian ini, petugas melakukan proses identifikasi, pendaftaran, pelestarian, hingga penguatan pemahaman masyarakat terhadap nilai ilmiah naskah kuno tersebut. Waktu uang dibutuhkan untuk pengelolaan naskah kuno antara tiga hingga lima tahun. Tentunya, proses tersebut juga bekerja sama dengan pihak-pihak ahli.
.
Kunjungan ke Galeri Majapahit
Ruangan ini sebenarnya menghubungkan ruang anak dan ruang perpustakaan lainnya. Galeri Majapahit ini seperti layaknya museum yang menjelaskan tentang sejarah Majapahit yang berupa auduovisual melalui layar televisi maupun bentuk miniatur, permainan edukatif hingga pengalaman virtual 360 derajat yang bisa menampilkan suasana masa lalu. Sebenarnya tak hanya Majapahit saja, tetapi juga penjelasan tentang Wali Songo secara ringkas dan padat.
Ruang Diskusi dan Podcast
Kami diajak ke ruangan di lantai dua. Di dalamnya ada ruang diskusi atau rapat yang terdiri dari sofa, kursi dan meja. Di bagian dalam, ruang podcast dengan berbagai alat rekam ini dan ruang diskusi bisŕa juga dipinjam.
Selain itu, kita juga diajak melihat ruang rapat lainnya yang bisa muat 20an orang.
Drive Thru
Yang Keren dari perpustakaan ini adalah adanya fasilitas Drive Thru jadi masyarakat tak perlu masuk gedung untuk mengembalikan buku. Fasilitas ini memudahkan peminjam buku dan membuat waktu menjadi lebih efisien.
Musholla, Kantin dan Toilet
Di bagian samping bangunan ada musholla, kantin dan toilet.
Untuk tempat sholat akhwat tidak terlalu luas. Jadi saat waktu sholat mungkin ramai dan harus melewati orang sholat atau bergantian. Toilet sih lumayan bersih meski ada kecil bau-bau hehe.
Untuk kantin terbatas saja ya makanannya. Rata-rata snack aja. Kalau makaman berat sebelum jam 12 udah habis. Aku beli mie cup saja biar lebih cepat. Lumayan mengganjal perut. Harganya 10ribu. Ada minuman sachet juga. Bisa bayar pakai QRIS.
Ruang Co-working Space
Selain ruang baca, Perpustakaan Provinsi Jawa Timur ini juga memiliki ruang co working space. Ruang khusus pengunjung yang ingin menggunakan bekerja secara mandiri atau kelompok tanpa harus mengganggu pengunjung lain.
![]() |
| Co-working space Disperpusip Jatim (Sumber foto: Disperpusip Jatim) |
Co-working space tampak nyaman karena sudah ada karpet, lampu, meja lesehan, AC, bantal/bag bean.
Ruang baca umum/dewasa
Di ruang ini di bagian depan dekat meja pendaftaran. Ruangan ini cukup besar. Ada meja-meja untuk pengunjung perpustakaan. Mejanya juga cukup banyak. Jadi insyaallah selalu ada tempat. Ketika aku berkunjung ke sana, suasana cukup ramai. Pengunjung perpustakaan serius saat menghadap laptop atau pun membaca buku.
Ruang tunggu
Di bagian depan terdapat ruang tunggu untuk pengunjung. Sofa-sofa yang empuk ini menjadi tempat para pengunjung untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut beraktivitas lainnya.
Meja Pendaftaran
Bagi yang memiliki KTP Jawa Timur bisa mendaftar di perpustakaan dan kearsipan Jatim ini. Mendaftarkan pun gratis dan mudah. Tinggal ikuti arahan petugas saja. Sekarang serba digital sih. Jadi harus mengisi data di komputer dan di foto dulu.
Perpustakaan Ramai Pertanda?
Pengunjung yang datang ke perpustakaan Prov Jatim cukup ramai. Pertanda bahwa harusnya kita tidak ragu dengan tingkat minat baca masyarakat. Memang sepertinya kelengkapan buki perpustakaan dan fasilitas menjadi salah satu alasan pengunjung datang ke perpustakaan. Fasilitas di Disperpusip Prov Jatim ini emang keren sih.














0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.