Sebenarnya panas bukan sesuatu yang menyebalkan buatku. Karena aku memang terlahir di daerah tropis. Di Samarinda yang panasnya bikin kulit semakin gelap, aku tinggal bertahun-tahun lamanya.

Kemudian, aku sempat menikmati tinggal di Tanjung Redeb, Kalimantan Utara. Kota yang tidak jauh dengan Pulau Derawan dan Maratua yang terkenal itu. Bersyukurlah aku pernah tinggal di sana karena aku bisa menikmati perjalanan 15 jam naik bis kecil sempit nan pengap tanpa AC menerobos hutan-hutan Kalimantan.

Setelah itu, aku pindah ke kota yang makin ke utara yaitu Tarakan, pulau dekat perbatasan Malaysia. Jika di Samarinda terbiasa dengan Mall, maka di Tanjung Redeb dan Tarakan bukan sesuatu yang biasa. Mall tak ada sama sekali. Tempat rekreasi di sana hanyalah berupa alam.

Yang begitu teringat di kepalaku adalah aku dan adikku menjelajah pulau Tarakan. Kami menjelajah hutan Mangrove, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan.

Betapa senangnya karena aku menemukan pemandangan baru yang tak pernah aku lihat. Sekelompok bekantan berhidung besar dan berbulu pirang berkumpul sambil makan pisang yang sudah disediakan oleh penjaga. Aku takjub karena baru kali itu melihat Bekantan hidup bebas di kawasan konservasi itu.

Bekantan Mangrove Tarakan
Bekantan di Mangrove Tarakan


Kita tahu sendiri Bekantan ini hewan yang langka dan terancam punah karena hutan bakau tempat mereka tinggal dan sumber pangan Bekantan juga banyak yang rusak akibat aktivitas manusia.

Jika kalian pernah lihat maskotnya Dufan berhidung besar, maka itulah Bekantan. Hutan mangrove benar-benar membuat mereka begitu nyaman tinggal di sana.


Pantai di Tarakan
Pantai di Tarakan

Setelah mengunjungi Hutan Mangrove di pinggir kota, kami pergi ke pantai yang masih asri dan jauh dari tempat kami tinggal. Pasirnya masih putih. Tidak ada aktivitas manusia di dalamnya. Hanya ada kapal nelayan yang bersandar. Sedangkan aktivitas nelayan tak terlihat di sana.

Bukit Bangkirai Balikpapan


Ketika pindah ke kota pesisir di Balikpapan, aku suka mengunjungi pantai dengan anginnya yang sepoi-sepoi. Sesekali, aku dan keluarga mengunjungi kawasan wisata Hutan Bangkirai, Samboja, Kaltim yang dikelola oleh kantor tempat kerja bapakku dulu. Perjalanan antar kota lebih didominasi pemandangan hutan.

Bukit Bangkirai Balikpapan


Meski jalanan jelek, tidak mengubah mood bahagiaku ketika melihat banyak pepohonan. Begitu sampai Bukit Bangkirai, aku dan keluarga masih harus berjalan melewati hutan-hutan untuk sampai ke Bukit Bangkirai. Hanya ada jalan tanah saja. Terkadang kami harus melewati pohon yang roboh.

Semua lelah dan ketakutan saat menaiki menara pohon Bangkirai yang tinggi itu hilang ketika kami sampai di atas menara. Kami menyeberangi jembatan tajuk yang bergoyang. Meski agak takut, aku sampai juga di ujung jembatan. Ada sekitar 5 jembatan kayu yang menghubungkan satu pohon Bangkirai ke pohon Bangkirai lainnya. Usia pohon ini sudah ratusan tahun loh. Tapi masih kokoh berdiri.

Canopy Bridge Bukit Bangkirai Balikpapan


Bangkirai (Shorea laevis) merupakan pohon Kalimantan yang biasanya digunakan untuk membangun hunian. Kayu Bangkirai sama kuatnya dengan kayu Jati meskipun lebih berat. Tinggi pohonnya bisa sampai 40an meter. Kalau di Malaysia namanya kayu Balau.

Bayangkan saja kita menaiki tangga sampai 30an meter ke atas. Tapi semua terbayarkan ketika melihat hutan hujan tropis dari ketinggian pohon Bangkirai.

Selama tinggal di Kalimantan, pemandangan hutan adalah hal yang biasa bagiku. Semenjak melanjutkan sekolah ke Malang yang lebih sejuk, aku sudah jarang melihat hutan. Kalaupun ingin berwisata alam aku harus pergi jauh dari tempat tinggalku, seperti kebun raya Purwodadi, waduk, air terjun ataupun pantai.

Penat dan bosan sering menghampiri ketika melihat banyaknya bangunan tinggi lebih mendominasi pandangan mata ketika ingin refreshing.

Beberapa kali aku mengajak suami untuk jalan-jalan ke hutan mangrove yang ada di Surabaya. Sampai sekarang pun belum kesampaian. Tapi setidaknya sedikit terhibur ketika mengunjungi Taman Flora yang banyak dengan pepohonan.

Baru-baru ini, aku mengunjungi Hutan Pinus Mangunan yang begitu sejuk dan sudah dikelola dengan baik. Tak perlu lagi takut tergelincir karena telah dipasang kayu-kayu untuk berjalan sehingga semua usia bisa berkunjung ke sana. Udara yang segar seolah membuang semua rasa suntuk selama ini.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan (dokumen pribadi)


Tak hanya itu, liburan ke rumah orang tua di Sragen kusempatkan bersepeda setiap hari melewati sawah-sawah yang terbentang hijau dan begitu menyegarkan mata.

Apa sih manfaat wisata alam?

Aku merasa setiap wisata alam aku merasa lebih segar dan happy, meski kadang capek karena perjalanan yang jauh dari tempat tinggal. Hanya saja setidaknya kerinduanku dengan alam terbayarkan.

Beberapa manfaat wisata alam yaitu mengurangi stres, memengaruhi kesehatan mental, meningkatkan fokus dan memori.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa seorang pasien pulih lebih cepat ketika melihat pepohonan dari jendela kamar. Tak hanya itu, seseorang yang tinggal di apartemen dengan jendela menghadap ke taman lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dibanding menghadap ke bangunan. Bahkan penduduk yang terus-terusan berada di lingkungan yang memiliki kebisingan tinggi akan mudah tersinggung, gangguan mental dan perilaku impulsif. Bahkan anak-anak yang tinggal dikelilingi oleh alam cenderung memiliki masalah perilaku yang sangat sedikit dan lebih fokus dalam mengerjakan tugas mereka.

Resiko gangguan kejiwaan (depresi atau kecemasan) akan berkurang ketika hidup di lingkungan yang penuh dengan pepohonan.

Bahkan di Amerika sendiri, untuk mengurangi obesitas, masyarakatnya diminta untuk berwisata ke alam, seperti ke taman nasional, pantai, kolam pemancingan, air terjun, dan lain-lain. Mereka diminta untuk melawan gaya hidup “di rumah saja” agar kesehatan mereka tetap terjaga.

Alam bisa meningkatkan kinerja otak kita dari segala kepenatan di daerah perkotaan. Jadi ketika kalian lelah dengan segala aktivitas kalian, cobalah untuk sering-serung mengunjungi alam kita yang indah ini.

Tempat-tempat untuk menenangkan hati

Tempat-tempat menenangkan hati memang bisa kita eksplorasi di kota kita sendiri. Kalian bisa pergi ke hutan kota atau pantai jika ada pantai tak jauh dari kota kalian. Pergilah ke waduk, sawah, air terjun atau pegunungan jika memang bisa dijangkau oleh kalian. Datanglah ke tempat-tempat yang penuh dengan pepohonan.

Namun, bagaimana kalau tempat-tempat itu mulai rusak?

Apakah kita bisa menikmati hijaunya pepohonan ketika semua ditebang? Apakah kita bisa melihat langitnya biru ketika polusi udara mendominasi langit?

Dampak deforestasi

Sebenarnya, penebangan pohon sudah semakin merajalela. Di Kalimantan sudah banyak pohon-pohon ditebang sebagai dampak dari urbanisasi. Kebakaran hutan pun cukup sering terjadi. Deforestasi semakin merebak. Polusi udara meningkat.

Pengertian deforestasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi area hutan menjadi fungsi lain, seperti area pertanian, urbanisasi, kegiatan penambangan, dan lain-lain dengan cara penebangan pohon atau pembakaran hutan.

Menurut FAO, pertanian merupakan sektor terbesar (80%) yang menjadi penyebab deforestasi. Selanjutnya, pembangunan infrastruktur menjadi penyebab terjadinya deforestasi sebesar 10%. Peningkatan populasi atau urbanisasi juga berkontribusi pada berkurangnya area hutan sebesar 5%.

Dampak deforestasi sangat berpengaruh pada ekosistem alam, biodiversitas, dan iklim.

Dampak deforestasi pada biodiversitas

Dengan merusak hutan, maka ekosistem hutan akan rusak, membuat ketidakseimbangan alam, dan kehidupan flora fauna di dalamnya akan terancam.

Dampak deforestasi pada kehidupan masyarakat lokal

Hutan-hutan di dunia mendukung kehidupan 1,6 miliar masyarakat lokal yang tinggal di dalamnya. Masyarakat lokal sangat tergantung dengan sumber daya yang ada di hutan.

Jika hutan rusak, maka kehidupan masyarakatnya juga akan terancam. Mereka tak bisa hidup mengandalkan hutan lagi dan harus mencari penghidupan di luar hutan yang mungkin tidak bisa membuat mereka bertahan hidup.

Dampak deforestasi terhadap ketahanan pangan masa depan

Dengan adanya penggundulan hutan tentu saja akan mengakibatkan erosi tanah yang mempengaruhi produksi pangan. Dengan produktivitas tanah yang rendah akan membuat penurunan hasil produksi bahan pangan dan dapat menyebabkan rendahnya ketahanan pangan. Tentu saja, ketika jumlah pangan dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan penduduk akan rentan terjadi kelaparan massal. Padahal pangan lokal ketika terjadi force majeure sangat membantu masyarakat lokal untuk bertahan hidup.

Dampak deforestasi terhadap bencana alam

Penggundulan hutan yang terjadi bisa menyebabkan tanah tanah dan banjir. Ketika hutan masih ada, air biasanya akan langsung terserap tanah. Namun, ketika hutan gundul, air tidak langsung meresap ke dalam tanah tapi mengalir melalui permukaan tanah. Tanah-tanah tersebut ikut terbawa air hingga terjadi longsor dan banjir di bagian hilir.

Dampak deforestasi terhadap perubahan iklim

Yang paling parah, deforestasi bisa menyebabkan perubahan iklim. Panas dari matahari tidak bisa terserap ke dalam tanah tetapi langsung terpantul dan kembali ke lapisan ozon sehingga menyebabkan panas di atmosfer semakin meningkat. Peningkatan pemanasan global ini yang akan berpengaruh pada kehidupan manusia dan spesies lain di dalamnya.

Jika hutan tak ada, kita akan terus mengalami cuaca yang panas. Seperti lagunya Laleilmanino bahwa jika kalian lelah karena panasnya hari maka segeralah datang ke tempat-tempat yang masih banyak berdiri pepohonan, seperti hutan.

Dampak deforestasi terhadap kesehatan

Deforestasi yang dilakukan dengan pembakaran hutan akan menyebabkan kualitas udara memburuk. Polusi udara ini tak hanya membuat langit menjadi kelabu tetapi juga membuat kesehatan manusia memburuk seperti terjadinya ISPA.

Bila Kau Jaga Aku, Aku Jaga Kau Kembali

Kalau kita baca dampak deforestasi, sebenarnya apa yang kita lakukan toh akan kembali pada diri kita lagi.

Ketika kita menjaga kehidupan hutan, secara tidak langsung hutan juga kita akan terhindar dari kelaparan, bencana alam, dan penyakit pernafasan. Ketika kita jaga lingkungan, kita juga yang merasakan dampak positifnya.

Salah satu lirik dari Laleilmanino yang judulnya Dengar Alam Bernyanyi yaitu:

“...Bila Kau Jaga Aku, Aku Jaga Kau Kembali...”

Menurutku, lirik itu benar banget.

Ketika kita nggak jaga hutan, pohon ditebang saja dimana-mana, coba lihat pasti daerah sekitarnya akan mengalami banjir dan tanah longsor. Perubahan iklim juga memberi dampak pada kehidupan kita.

Ketika aku berkunjung ke Samarinda sekitar tahun 2014, tempat aku lahir dan dibesarkan, aku banyak sekali melihat perbukitan-perbukitan yang gundul di pinggir kota Samarinda terutama dekat sekolah SMA ku.

Kata temanku, kalau dulu depan SMA masih jarang banjir, sekarang malah banjir. Di bawah flyover ke jembatan kembar Samarinda dulu nggak pernah banjir, sekarang malah sering banjir meskipun tidak lama. Daerah Suryanata dan Simpang Tiga Kadrie Oening Samarinda sekarang lebih sering banjir meskipun cepat surut. Padahal jaman aku sekolah SMA sekitar tahun 2003 daerah tersebut belum banjir seperti sekarang.

Daerah Tenggarong saja, tempat keluargaku, sekarang sudah langganan banjir padahal dulu masih hijau. Masih belum ada Mall. Akibat di daerah hulu pohon-pohon banyak ditebang.

Jadi sebenarnya ya kita sendiri yang merasakan dampaknya dari perbuatan kita juga.

Bagiku berdiri di antara pepohonan itu begitu menyenangkan. Hutan yang menjadi paru-paru dunia kenapa harus dihancurkan. Betapa segarnya ketika menghirup udara yang dikelilingi oleh pepohonan. Betapa menyenangkannya melihat langit biru tanpa polusi. 

Lirik lagu Laleilmanino membuatku seolah kembali ke masa kecil yang masih begitu dekat dengan hutan.

“...Pandanglah indahnya biru yang menjingga. Simpanlah gawaimu hirup dunia. Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada. Dengar alam bernyanyi…”

Karena dengan memandang pepohonan, moodku lebih terjaga karena suasana hati begitu bahagia merasakan sejuknya udara hutan, tingginya pepohonan, dan hijaunya tanaman yang terbentang luas.

Lagu Dengar Alam Bernyanyi dari Laleilmanino ini merupakan ajakan untuk melihat bumi dari sebuah lagu dan untuk menjaga hutan agar perubahan iklim bisa dihindari.
Dengar Alam Bernyanyi Laleilmanino


Yuk, teman-teman dengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi dari Laleilmanino di Spotify atau Youtube.

Kalau kalian mendengarkan lagu ini, itu sama saja kalian menyumbangkan sebagian royalti musik untuk konservasi dan restorasi hutan adat di Kalimantan.

Begitulah kisahku dengan hutan. Ketika aku lelah dengan panasnya haru, memang aku lebih memilih untuk mengunjungi wisata alam yang banyak pepohonan. Lebih sejuk dan menyenangkan hati dan mata.

Kalian punya kisah tentang hidup berdampingan dengan hutan? Kalau kalian sedang lelah, apakah kalian akan mengunjungi wisata alam? Atau memilih wisata buatan?


Salam natural,


Lita
#EcoBloggerSquad





Referensi:

https://youmatter.world/en/definition/definitions-what-is-definition-deforestation-causes-effects/

https://m.liputan6.com/lifestyle/read/4729760/keunikan-kawasan-konservasi-mangrove-dan-bekantan-di-kota-tarakan

https://www.tentangkayu.com/2009/08/kayu-bangkiraiyellow-balau.html?m=1

Read More

Di masa pandemi yang belum berakhir ini, masih banyak orang yang malas dan takut untuk berbelanja langsung ke pasar atau supermarket. Nah, di samping itu, kini beberapa perusahaan dagang juga mencoba mengikuti zaman dengan berjualan melalui aplikasi online. Jadi, bagi kamu yang malas keluar rumah, kini tetap bisa berbelanja dengan mudah melalui aplikasi online tersebut.

Aplikasi Belanja Sayur Online


Salah satu aplikasi belanja online yang cukup digemari oleh para ibu adalah aplikasi belanja sayur online. Jika biasanya membeli sayur harus datang ke pasar, kini ibu-ibu bisa membeli sayur sambil rebahan di rumah. Cukup buka aplikasinya melalui HP, pilih dan bayar sayur yang mereka mau, dan tingga menunggu kurir mengantarnya sampai ke depan rumah kamu.

Aplikasi Belanja Sayur Online

Berikut ada 5 aplikasi belanja sayur online yang dapat kami rekomendasikan untuk kamu coba.


Titipku

Titipku adalah aplikasi belanja sayur online yang memiliki banyak promo menarik, lho! Kamu bisa belanja di pasar terdekat dengan bantuan Jastipers yang tersebar di berbagai pasar. Kamu tinggal beli online melalui aplikasi di smartphone kamu, dan tunggu belanjaan kamu datang di waktu yang cepat deh! Selain itu, pembayaran di Titipku juga mudah dengan berbagai pilihan pembayaran menggunakan e-wallet. Aplikasi Titipku bisa kamu download di appstore dan playstore ya!


 HappyFresh

Aplikasi belanja sayur online yang pertama adalah Happyfresh. Aplikasi ini dapat membantu kamu membeli sayur dan buah di supermarket favorit kamu. Sebab, HappyFresh diketahui telah bekerja sama dengan 17 supermarket ternama dan 40 produk tertentu. Dengan menggunakan aplikasi HappyFresh, kamu akan mendapatkan sensasi seperti belanja langsung di supermarket. Nah, cukup menunggu selama satu jam, belanjaan kamu sudah bisa diantarkan sampai ke depan pintu rumah.


Sayurbox

Bicara soal aplikasi belanja sayur online, Sayurbox tentu jadi aplikasi yang terlintas di otak kamu. Yap, Sayurbox dikenal sebagai salah satu aplikasi belanja sayur online yang paling banyak digunakan saat ini. Tak hanya menyediakan sayuran, di Sayurbox kamu juga bisa membeli buah, bumbu, daging, dan kebutuhan dapur lainnya. Salah satu fitur unggulan Sayurbox yang patut kamu coba adalah Sayurkilat, yang siap mengantarkan pesanan kamu dalam waktu dua jam setelah pesanan terkonfirmasi. Jika kamu ingin belanja hemat, Sayurbox tentunya juga sudah menyediakan banyak sekali promo yang dapat kamu gunakan.



Tukangsayur.co

Kamu pernah mendengar Tukangsayur.co? Benar sekali, ini juga merupakan aplikasi belanja sayur online yang dapat menjadi solusi untuk kamu membeli berbagai jenis sayur dan buah terbaik dari pasar tradisional. Tukangsayur.co dikenal juga sebagai salah satu aplikasi berbasis location based service dan teknologi real-time update algorithm, yang dapat membantumu mengecek harga terbaru dari sayuran atau buah-buahan yang ingin kamu beli. Lalu, untuk kualitas dari sayuran dan buah-buahan yang dijual di aplikasi ini tidak perlu kamu ragukan. Sebab, mereka menyediakan produk-produk terbaik yang membuat kamu puas berbelanja di aplikasi tersebut.


TaniHub

Aplikasi TaniHub awalnya merupakan suatu wadah yang menghubungkan antara para petani dengan pembeli, yang menyediakan berbagai sayuran segar dari kebun langsung. Namun, saat ini, kamu tak hanya bisa membeli sayuran di Tanihub, kamu bisa juga membeli telur, susu, ayam, bahkan bumbu dapur. Selain menyediakan pengiriman di daerah Jabodetabek, Tanihub diketahui sudah menyediakan pengiriman ke berbagai kota lain, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Pasuruan, serta Bali.


Jadi, itulah 5 aplikasi belanja sayur online terbaik yang bisa kamu coba. Dari 5 aplikasi tersebut, adakah aplikasi belanja sayur online favorit kamu?

Read More

Mobil Avanza adalah jenis mobil yang pas digunakan untuk mode transportasi liburan keluarga. Kenapa?

Karena tampilannya yang modern dan futuristik dan ada tambahan fitur yang canggih.

Selain itu, mobil Avanza juga mengambil desain yang sporty, ada banyak pilihan yang bisa ditentukan saat ingin memiliki jenis mobil ini.

Memutuskan untuk memiliki mobil, berarti kita juga harus memikirkan kisaran biaya service mobil Avanza. Perawatan ini dilakukan untuk menjaga mesin mobil tetap sehat dan terhindar dari kerusakan fatal.

Perawatan mobil yang dilakukan secara berkala, biasanya menggunakan jasa bengkel resmi. Untuk itu memperkirakan biaya yang dikeluarkan harus dipikir dari jauh-jauh hari.

Bila hanya melakukan perawatan rutin, biaya bisa sama setiap bulannya. Namun, kalau ada kerusakan lain pasti akan berbeda, biasanya total biaya service ditentukan oleh jarak tempuh dari penggunaan mobil.

Selain biaya servis, pemilik kendaraan asal Jepang ini juga harus mengetahui biaya tune up mobil toyota Avanza.

Detail Rincian Service Mobil Avanza

1. Service mobil Avanza jarak 10.000 -50.000 km

Melakukan perawatan secara berkala biasanya dalam jarak tempuh 10.000 km, 20.000 km, dan seterusnya sampai 50.000 Km. Nah, dalam jarak ini setiap mobil harus mengalami pergantian oli, gasket, filter oli, dan masih banyak lainnya.

Pada kondisi ini, kita tidak akan dikenakan biaya service, melainkan harus mengganti biaya penggantian komponen mobil. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 400.000, sudah termasuk jenis sistem transmisi manual ataupun otomatis.

2. Service jarak 40.000 km mobil Avanza

Sebenarnya, penggantian komponen pada jarak ini masih sama dengan sebelumnya. Bedanya, pada jarak 40.000 km mobil harus dilakukan pergantian pada komponen filter udara dan minyak rem.

Urusan biaya masih sama dengan service biasa, hanya saja pada perawatan spare part pada sistem manual akan dikenakan biaya sekitar Rp1.000.000 lebih.

Dengan tambahan pergantian oli gardan dan transmisi. Sedangkan, biaya pada sistem otomatis lebih murah tapi tidak mendapat penggantian oli transmisi.

3. Service pada mobil Avanza Jarak 60.000 Km

Pada jarak ini, mobil harus dibawa ke bengkel resmi. Di sana akan dilakukan perawatan rutin yang sama. Hal ini untuk melihat seberapa sehat mesin mobil yang miliki.

Untuk biayanya sendiri sekitar 1 juta lebih. Selain itu, biaya service juga harus dibayar. Kalau sebelumnya melakukan service tidak dihitung dalam biaya, pada jarak ini akan dibebankan ke kita.

Sebenarnya setiap jarak tempuh mobil, memiliki perawatan yang hampir sama. Komponen yang diganti pun sama. Hanya saja, harga yang dibebankan akan berbeda. Bila kita melakukannya secara rutin, bisa berkoordinasi dengan pihak bengkel supaya bisa mempersiapkan dana yang sesuai.

Selain hal di atas, sebagai pemilik mobil, kita harus melakukan tune up pada kendaraan. Lalu berapa biaya tune up mobil toyota Avanza?

Biaya Tune Up Mobil

Melakukan tune up kendaraan bisa dilakukan di bengkel umum atau resmi. Biasanya, biaya tune up di bengkel resmi sekitar 300 sampai 1 juta lebih. Harga yang ditawarkan ini belum termasuk penggantian komponen.

Jangan khawatir, harga ini akan sesuai dengan kualitas yang diberikan. Kita bisa mendapatkan mekanik yang paham betul dengan kondisi mesin mobil Avanza ini.

Untuk biaya tune up di bengkel umum sekitar 200 ribu. Harganya jauh lebih murah dari bengkel resmi. Tapi kualitasnya juga bagus. Pasalnya, sparepart Avanza ini sudah banyak dikenal. Jadi, tidak perlu khawatir lagi.

Setelah mengetahui biaya tune up, sekarang kita harus mengetahui hal apa saja yang perlu di tune up dari kendaraannya.

  • Mengganti filter pada bagian bahan bakar.
  • Mengganti oli seperti biasanya.
  • Membersihkan busi dan filter udara.
  • Menyetel dan membersihkan rem.
  • Membersihkan injektor, filter AC, dan ruang bakar.

Selain itu, sistem pada scanning injeksi harus dibersihkan juga.

Segala komponen di atas akan dicek dan dilihat, apakah komponen tersebut perlu diganti atau hanya dibersihkan saja. Dengan begitu, kita bisa mengetahui lebih dini kerusakan pada mobil.

Nah, itulah beberapa gambaran biaya service dan juga tune up untuk mobil Avanza. Lebih tepatnya, lakukan perawatan secara rutin ke bengkel resminya.
Read More
Sulam alis



Mungkin bagi kamu yang dilema untuk sulam alis, saya ada cerita pengalaman orang tentang sulam alis. Sebut saja namanya Ayu.

Ayu ini sempat bingung waktu pertama kali menentukan tempat buat sulam alis. Karena rekomendasinya banyak dan malah jadi tambah nggak bisa menentukan.

Terus akhirnya ada salah satu teman Ayu yang merekomendasikan Rainbrow sulam alis karena temannya Ayu udah sulam alis di situ dan Ayu melihat hasilnya bagus banget.

Kemudian tiga hari setelah Ayu mendapatkan rekomendasi dari temannya, Ayu langsung pergi ke Rainbrow sulam alis. Di sana Ayu langsung disambut dengan baik banget oleh staf yang kerja di sana dan langsung diarahkan untuk konsultasi.

Ayu ditanya mau model alis yang seperti apa, yang warnanya bagaimana, pokoknya ditanya detail banget. Pihak Rainbrow menanyakan ini ke Ayu dan klien yang lain bertujuan supaya nanti hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Saat itu Ayu juga diberi beberapa contoh gambar portofolio hasil sulam alis mereka yang super duper keren.

Karena Ayu masih bingung mau model yang seperti apa, akhirnya kakak beautitian-nya rekomendasiin model, bentuk, dan warna alis yang cocok buat Ayy. Karena katanya setiap wajah itu punya model sulam alis yang pas, jadi bagian atas yang kelihatan bagus dipasang di alis A belum tentu cocok untuk B. Di situ Ayu merasa benar-benar terbantu banget setelah konsultasi dengan kakaknya.

Kalau Ayu sendiri sebenarnya pengen sulam alis karena males kalau harus ngalis terus menerus. Apalagi alis Ayu itu tergolong alis yang tipis bahkan banyak yang bilang kalau Ayu nggak punya alis. Sering juga tragedi waktu bikin alis malah pensil alisnya patah dan itu bikin kesel banget. Sebenarnya itu yang jadi alasan mendasar kenapa Ayy pengen sulam alis.

Tapi ternyata sama kakaknya direkomendasikan model sulam alis yang menurut Ayu itu cocok banget di wajahnya. Ayu merasa deg-degan pas mulai proses sulam alis dari awal. Karena ini merupakan pengalaman pertama Ayu melakukan sulam alis.

Sebenarnya dari pihak Rainbrow sendiri sangat bersedia untuk melakukan konsultasi via WA, karena stafnya emang seramah itu. Cuman karena Ayu nggak punya banyak waktu buat ngurus ini itu, dan selagi Ayu lagi ada waktu kosong, jadi langsung Ayu datangi tempatnya buat konsultasi secara langsung. Di hari itu juga proses sulam alis langsung dievakuasi.

Untuk proses penggambaran pola alis Ayu atau outline alisnya memang memakan waktu cukup lama sekitar lebih dari satu jam. Sebelum digambar pola alis, alis diberi krim terlebih dahulu supaya tidak sakit. Sebenarnya kalau Ayu sendiri nggak masalah untuk proses awal yang lama, karena ini benar-benar menandakan kalau beautitian-nya benar-benar detail dan hati-hati dalam proses penggambaran alis.

Setelah proses penggambaran selesai, Ayu diminta untuk tiduran berbaring di alas yang tersedia. Kemudian kakak beautitian-nya bikin lapisan kedua di alis yang menggunakan krim anestesi lagi, atau mungkin orang awam sering menyebutnya bius lokal.

Ayu kurang begitu paham di tempat lainnya menggunakan krim anestesi atau tidak, tapi Ayu berharap banget sih iya. Krim anestesi tersebut dioleskan dengan tujuan untuk penebalan kulit area alis sehingga ketika proses sulam alis tidak merasa sakit. Nah benar kan, ini semacam bius lokal, jadi waktu proses sulam alis tidak merasakan terlalu sakit.

Kemudian proses selanjutnya setelah diolesi krim putih anestesi, kedua alis Ayu dibungkus seperti menggunakan plastik wrapping. Ayu kurang paham istilah plastik ini apa, tapi memang bentuknya seperti plastik. Dan saat proses alis dibungkus, Ayu ngantuk karena harus menunggu sekitar 50 menit hingga krim anestesinya bekerja. Jadi Ayu tinggal tidur biar sambil santai, karena pasti males banget nungguin 50 menit diem aja cuma buat nunggu alis yang dibungkus plastik.

Setelah waktu berlalu sekitar 50 menit, si beautitian balik lagi ke tempat Ayu dan membawa peralatan yang cukup lengkap untuk memulai sulam alis. Lalu dimulailah proses perang membuat sulam alis Ayu.

Saat si beautitian mulai menorehkan jarum sulam ke alis Ayu nggak merasa sakit berlebih, jadi Ayu mikir memang krim anestesi yang dioleskan udah meresap dan berfungsi. Ayu cuma bisa merasakan gerusan-gerusan di area alis yang terngiang-ngiang, karena suaranya sangat crunchy.

Mungkin ada beberapa waktu di mana Ayu merasa sedikit ngilu, tetapi itu cuma ngilu yang sekedar lewat saja. Kemudian kakaknya mulai mengoleskan anestesi tambahan ke bagian alis, dan di situ rasanya agak perih, tetapi perihnya lama-lama hilang karena kulit area alis kembali menebal.


Jadi selama proses sulam alis Ayu nggak merasakan sakit yang berlebih. Mungkin sesekali ngerasa terkejut tapi sebenarnya itu nggak sakit-sakit banget. Karena Ayu pakai model alis 21D, jadi teknik yang digunakan adalah teknik microblading.

Kakaknya kembali mengerjakan proses sulam alis di wajah Ayu hingga selesai. Kalau untuk proses sulam alisnya sendiri nggak lama, karena proses pengerjaannya dilakukan langsung di kedua alis sekaligus, bukan satu-satu. Ayu tidak merasa ragu sulam alis di sana karena pegawainya sudah sangat berpengalaman dan pastinya bersertifikat.

Sedangkan untuk proses pelapisan tinta di alis hanya menunggu sekitar 5 menit saja, setelah itu tinta di bagian alis dihapus kembali. Dan akhirnya jadi hasilnya! Ayu senang karena hasilnya bagus dan melebihi ekspektasi.

Untuk proses sulam alis di Rainbrow sudah selesai. Namun untuk melihat hasil yang optimal, Ayu harus menunggu sekitar waktu satu minggu sehingga semua sel-sel kulit mati di area alis bisa terkelupas atau peel off. Dua jam setelah sulam alis selesai, bagian alis dicuci dengan Rainbrow Shampoo, dibilas lembut dan dikeringkan dengan tissue tapi jangan diusap. Barulah diolesi vitamin Rainbrow.

Nah ini yang menjadi tantangan banget buat Ayu, karena dalam waktu satu minggu tersebut area alis tidak boleh melakukan olahraga berat yang mengeluarkan banyak keringat, pergi ke sauna, atau kegiatan outdoor yang panas terlalu lama. Stres kan pasti? Apalagi dalam jangka waktu satu minggu itu Ayu juga harus berangkat kerja dan nggak melulu di rumah.

Dan kebetulan saat itu lagi lumayan banyak pekerjaan outdoor, jadi Ayu benar-benar was-was banget untuk menjaga alis yang cantik dan menawan. Hanya saja ada tantangan tersendiri karena setelah anestesi di area alis habis, aku mulai merasa sakit dan perih.

Ini wajar dialami oleh orang-orang yang melakukan sulam alis dalam masa recovering. . Kadang juga Ayu merasa di area alis gatal dan geregetan ingin menggaruknya. Tapi harus benar-benar tahan, supaya hasilnya optimal. Ayu suka karena hasil sulam alisnya keren. Ayu nggak perlu repot-repot lagi buat gambar alis selama dua tahun.


Oiya, hanya mengingatkan, pertimbangan hukum sulam alis dalam agama Islam tentu hal yang utama. Kalian tentu lebih paham ya bagaimana hukumnya. Dan apa yang menyebabkan dilarang melakukan sulam alis. Beberapa sumber menjelaskan larangan dan syarat ketika diperbolehkan untuk melakukannya, misalnya untuk kesehatan atau syarat lain yang membuat diperbolehkannya. Silakan diputuskan ya. Ini hanya cerita pengalaman orang lain yang melakukan sulam alis. 
Read More
Teman-teman pernah melihat desain rumah Scandinavian? Saat ini ada beragam bentuk dan interior rumah yang bisa dipilih, dan tidak monoton seperti dulu. Ketika ingin membeli rumah, baik via KPR atau membeli langsung ke pemilik lama, maka bisa memilih rumah Scandinavian. 

Ciri rumah skandinavia



Ciri-ciri Rumah Scandinavian

Seperti apa ciri desain rumah Scandinavian yang nyaman? Yuk baca sampai selesai.

1. Warna-Warnanya Cerah

Umumnya, cat pada desain rumah Scandinavian Style berwarna terang, seperti krem, biru muda, dll. Mengapa harus warna yang cerah? Karena Skandinavia (Swedia, Denmark, dan sekitarnya) berada di kawasan Nordik, Eropa Utara. Di sana cuacanya sangat dingin (karena dekat dengan kutub). Oleh karena itu butuh cat warna cerah untuk memberi kesan sehangat matahari.


Rumah Scandinavian sangat cocok untuk teman-teman yang baru menikah atau punya anak kecil. Warna catnya cerah membuat suasana makin meriah dan anak-anak bisa bebas bermain di dalamnya. Kesannya jadi hangat, menyenangkan, dan nyaman untuk dibuat istirahat di akhir minggu.

2. Lantai Kayu

Keunikan dari desain rumah Skandinavia style adalah lantainya terbuat dari kayu. Jika di Indonesia umumnya berlantai tegel keramik, maka di Eropa Utara lebih banyak rumah berlantai kayu. Ciri khas rumah-rumah klasik Eropa memang berlantai kayu, tak hanya rumah untuk orang kaya tetapi juga orang biasa.

Namun jika teman-teman ingin punya rumah bernuansa Skandinavia sendiri, tak usah khawatir. Pasalnya, biaya membuat lantai kayu dan membongkar keramik lantai juga lumayan tinggi. Tinggal diakali saja. Pasang saja stiker vinyl di lantai yang bermotif kayu, ruangan jadi apik seketika.

3. Tanpa Karpet

Jika di rumah Mediteranian cirinya memiliki karpet, maka di rumah Scandinavian malah tidak ada karpet. Rumah tipe ini memang cenderung simple dan modern sehingga tidak butuh karpet sebagai penghias ruang tamu atau ruang tengah. Malah lebih bagus karena teman-teman tidak usah beli karpet lalu mengeluarkan biaya laundry tiap bulan, hehehhe.

4. Furnitur Kayu

Selain lantai kayu, rumah Skandinavia juga memiliki ciri furnitur kayu. Warga Skandinavia lebih suka sesuatu yang natural, dan untuk perabotan rumahnya juga memilih yang berbahan kayu daripada logam atau bahan lain. Furnitur kayu di Indonesia banyak sekali, jadi tidak usah bingung harus membeli di mana, apalagi impor dari Skandinavia!

Untuk furnitur kayu maka padukan dengan lantai kayu atau stiker vinyl bermotif kayu. Misalnya untuk lantai warnanya cenderung coklat muda, maka furnitur kayunya bisa memilih coklat tua. Nuansa natural akan terlihat, bagaikan sedang liburan di Swedia, padahal ada di Indonesia.

5. Ruang yang Lapang dan Rapi

Kalau teman-teman ingin merombak rumah dan menjadikannya berdesain interior ala Skandinavia, maka langkah pertama adalah decluttering alias membuang barang-barang lama yang tak digunakan lagi. Rumah Skandinavia terlihat luas dan rapi, sehingga benda-benda yang menumpuk dan lawas disingkirkan saja.

Setelah pembersihan sekarang saatnya penataan ala Skandinavia. Lantai dan furnitur bernuansa kayu sudah siap, ruangannya dirapikan hingga bersih dan lapang. Beri jarak yang cukup antar furnitur sehingga jadi terlihat luas. Rumahpun nyaman untuk ditinggali dan makin unik karena bernuansa Skandinavia.

Ada beberapa ciri rumah Skandinavia yang terlihat elok dan apik dipandang. Selain warnanya cerah (bisa warna pastel atau warna terang yang lain), rumah ini juga bercirikan kayu. Mulai dari lantai sampai perabotan memakai kayu, sehingga terlihat manis dan natural. Penataan ruang-ruangnya juga lapang sehingga makin nyaman dihuni oleh teman-teman sekeluarga.
Read More

Saat pulang kampung ke Sragen, saya dan suami mengunjungi Museum de Tjolomadoe, di Karanganyar. Memang selama ini Pabrik de Tjolomadoe dikenal berada di Surakarta (Solo) karena memang tempatnya berdekatan dengan Solo. Sebenarnya Pabrik de Tlojomadoe atau Colomadu yang menjadi destinasi wisata favorit di Solo dan sekitarnya berada di Kabupaten Karanganyar.


Beberapa kali saya melewati destinasi wisata bersejarah Museum Colomadu tapi baru ini saya berkunjung. Bangunannya yang berada di pinggir jalan antar kota dengan cerobong asap yang tinggi dan halaman yang luas memang menarik perhatian saya setiap melewati jalan tersebut.


Hanya saja, baru pulang kampung beberapa bulan lalu kami baru sempat mengunjunginya.


Karena Pabrik de Tjolomadoe adalah wisata museum yang mungkin membuat anak-anak kami berlarian kesana kemari bahkan mengajak kami pulang sebelum selesai eksplorasi museum, maka saya memutuskan tidak mengajak anak-anak kami yang masih balita.


Lokasi wisata yang strategis

Saya cukup sering lewat jalur alternatif dari Boyolali menuju tempat ini. Jadi saya sering lihat bangunan de Tjolomadoe ini. Lokasi Museum Colomadu tidak jauh dengan Bandara Adi Soemarmo yaitu berada di Jl. Adi Sucipto No.1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar.


Cocok untuk Sesi Foto

Ketika saya baru tiba, saya ditanya oleh Pak Satpam begini, “Maaf, ada keperluan apa Pak?”


Pertanyaan yang sempat bikin kaget. Mungkin kami terlalu pagi datangnya. Sekitar jam 9an, sementara museum buka jam 10an. Tapi kami tetap saja bingung. Lah, memangnya selain berkunjung ke museum, mau ngapain lagi ya? Setelah kita bilang berkunjung, kemudian kami dipersilakan masuk setelah membayar uang parkir. Katanya nanti tiket parkir itu akan dikembalikan uangnya khusus pengunjung museum.


Sepertinya kami pengunjung pertama karena di area parkir yang sangat luas itu tidak ada kendaraan. Ada sih kendaraan di area yang lain tapi bukan tempat parkir. Beberapa orang saya lihat keluar dari halaman gedung yang ada di belakang dengan tampilan modis. Saya bisa menebak mereka pasti habis sesi foto.


Nah, saya pun tidak mau melewatkan kesempatan ini. Mumpung parkiran lagi sepi dan belum banyak orang berlalu lalang di depan gedung, saya pun mengambil foto-foto dengan latar gedung Pabrik de Tjolomadoe. Pabrik gula yang sudah ada sejak tahun 1861.


Keren banget kok!


Museum de Tjolomadoe


Jam buka dan tiket masuk

Jam buka Wisata Museum De Tjolomadoe ini dari hari Selasa sampai Ahad/Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.


Harga tiketnya untuk satu orang dewasa sekitar 35 ribu. Kalau tidak salah harga parkir mobilnya gratis bagi pengunjung museum tapi kita ditarik uang parkir dulu saat melewati pos jaga. Nanti dikembalikan uangnya saat di loket tiket masuk. 


Museum Colomadu yang Modern 

Saat masuk, saya diminta berdiri di depan layar dengan kamera terpasang untuk diperiksa suhu tubuh dan wajah saya terlihat di layar. Baru kali ini tubuh saya dicek dengan teknologi layar thermal. 


Setelah cek suhu tubuh, saya langsung disuguhkan dengan mesin penggiling tebu yang besar. Bentuknya seperti roda dengan jari-jari dua kali tinggi orang dewasa. Saya sih langsung bertanya-tanya dalam hati bagaimana prosesnya.


Kemudian di pojok bangunan ada papan berisi foto-foto tentang sejarah revitalisasi pabrik Colomadu dan sejarah Pabrik Gula de Tjolomadoe.


Alasan Anak Milenial Harus Datang ke Museum Colomadu

Setelah itu, saya masuk ke dalam dan saya terkesima karena baru ini saya melihat museum di Indonesia yang keren dan moderen. Kesimpulan saya waktu itu, wah ini kemajuan besar bagi perkembangan museum Indonesia. Wajar sekali jika museum sangat diidentikkan dengan wisata sejarah yang membosankan dan kurang atraktif. Namun, tidak saya rasakan di Museum Colomadu ini. Apa saja alasan kalian harus ke Museum Colomadu ini?


Peninggalan bangunan yang menjadi estetis 

Sisa-sisa peninggalan benda pada bangunan pabrik gula Colomadu yang berubah menjadi estetis dan indah dipandang. Contohnya mesin penggilingan, tempat pemurnian, mesin ketelan, bahkan akar pohon yang merayapi dinding saja dibiarkan.

Wisata sejarah de Tjolomadoe

Diorama sederhana, mudah dimengerti tapi tampak elegan

Diorama adalah wujud benda tiga dimensi dalam ukuran kecil untuk menggambarkan suatu pemandangan atau adegan agar lebih mudah dipahami. 


Diorama yang paling menarik saya adalah diorama proses penggilingan tebu yang ditutup dengan kotak kaca dan lampu sorot kecil di setiap sudutnya sehingga tampak elegan. 


Dari diorama itulah, saya jadi tahu bagaimana proses penggilingan tebu yang dibawa oleh petani tebu dengan gerobak kecil, kemudian digiling di miniatur Pabrik Colomadu dan hasilnya dibawa lagi oleh pekerja dengan gendongan bambu.

Diorama Museum Colomadu


Peta penyebaran pabrik gula yang interaktif 

Saya paling suka dengan media informasi sejarah yang berupa peta ini. Misalnya peta jalur kedatangan  gula di Hindia Belanda. Peta jalur ini tidak seperti peta yang kita lihat di buku Atlas dulu tapi ditampilkan di dinding dengan ukuran besar. Informasi yang ada di dalam petanya pun tidak penuh sehingga pengunjung tidak pusing dengan informasi yang diberikan.


Peta lainnya yang menurut saya begitu mengesankan adalah peta pabrik gula di pulau Jawa yang berupa topografi tapi berbentuk animasi. Sebenarnya peta ini ditampilkan dalam sebuah layar gelap dan posisinya tertidur. Ketika pulau Jawa ditampilkan seolah-olah pulau itu muncul berbentuk tiga dimensi dan ada konturnya padahal hanya ditampilkan di layar datar.

Peta pabrik gula di Pulau Jawa


Deskripsi bilingual Indonesia dan Inggris

Museum ini tidak hanya ditujukan untuk warga lokal saja tapi juga orang asing karena informasi yang diberikan ada dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.


Maket dan denah bangunan pabrik Colomadu

Denah pabrik Colomadu yang dibuat ini  merepresentasikan kondisi pabrik tahun 1998. Denah yang dibuat tampak biasa meski maket yang dibuat menurut saya benar-benar Jawasentris karena dibuat dari bahan kayu seperti rumah Jawa.


Linimasa perkembangan pabrik gula Colomadu

Untuk mengetahui sejarah suatu tempat biasanya museum akan menampilkan linimasa sejarah tersebut. Kadang linimasa hanyalah untaian kata-kata panjang begitu menjemukan. Namun, hanya dengan tambahan foto, narasi singkat dan penambahan garis linimasa dari tahun ke tahun justru memudahkan pengunjung Wisata Museum Colomadu menyerap informasi.


Infografis yang informatif pada dinding museum 

Saya temukan banyak sekali infografis-infografis berukuran besar di dinding museum. Informasi yang diberikan mulai dari sejarah pabrik gula Colomadu, jumlah produksi gula Colomadu 1900-1935, distribusi dan ekspor gula, kebijakan politik pemerintah kolonial di Hindia Belanda, alih otoritas Mangkunegaran di Colomadu, kontribusi terhadap masyarakat, dan juga sosial budayanya.


Ruangan warna-warni

Salah satu keunikan dari museum pabrik gula Colomadu adalah adanya ruangan khusus Glow In The Dark dari Artificial Intelligent Architecture. Jadi saat lampunya dimatikan, gambar warna-warni itu akan tetap menyala. 


Gambarnya tentang lansekap gunung Lawu dan pabrik gula Colomadu. Sedangkan tangan besar itu saya nggak paham maksudnya apa. Mungkin ada yang tahu? Karena kurangnya informasi jadi saya kurang mengerti. Ruangan ini cocok untuk kaum milenial yang ingin berswafoto.


Glow in the dark Colomadu


Video tentang sejarah perkebunan tebu

Tak hanya berupa tulisan saja informasi disajikan tetapi juga banyak video-video yang ditampilkan. Mulai dari video lawas orang jaman dulu yang ada di kebun tebu sampai video animasi proses pengolahan tebu termasuk juga proses kimiawinya di Pabrik Gula Colomadu. 


Etalase berisi potongan tebu

Ada lagi etalasae yang di dalamnya terdapat tiga jenis potongan tebu yang dipakai oleh PG Colomadu dulu. Saya tak hapal membedakan ketiganya. Bentuknya kok kayanya sama saja semuanya. Hehe.


Blueprint desain pabrik

Blueprint atau cetak biru ini ditampilkan juga untuk memberi informasi mengenai rancangan mesin, cerobong asap pabrik Colomadu di atas kertas berwarna biru. Blueprint pabrik Colomadu ini dibuat tahun 1916, masih berbahasa Belanda dan beberapa bagian sudah ada yang sobek. 


Cover buku tentang pengolahan tebu

Uniknya lagi, ternyata pabrik Colomadu juga mengeluarkan buku cetak mengenai mesin gilingan tebu, teknik mesin penggilingan nira, proses mesin pemurnian nira, proses mesin penguapan nira, proses mesin kristalisasi, mesin pengeringan, pendinginan dan pengemasan. 

Buku Proses Pengolahan Nira Colomadu


Dan ini sebenarnya suatu perkembangan yang maju di zaman itu karena pabrik gula juga membuat buku tentang mesin pengolahan nira.


Bermain peran jadi petani tebu

Keunikan yang selanjutnya nih, yang baru saya temui di wisata museum (entah mungkin di museum lain juga ada tapi saya belum pernah berkunjung) adalah kita bisa bermain peran jadi petani tebu secara virtual.


Saya berdiri di atas gundukan tanah berumput imitasi (tidak asli). Cangkul di sebelah saya, saya biarkan saja. Di depan saya ada layar yang menampilkan animasi kebun tebu yang mengelilingi saya yang sedang berdiri di atas gundukan tanah. 


Di dalam layar tersebut terlihat seorang petani tebu lain dengan kerbau bajaknya menyapa saya, padahal di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Tanah kosong di dalam layar kemudian mulai diolah sama bapak petani. 


Setelah itu proses penanaman tebu dimulai. Mulai dari mencangkul tanah, memberi bibit, menyirami sampai burung bangau datang dan tebu-tebu tumbuh tinggi. Petani datang lagi memotong semua tebu karena sudah panen. Tebu-tebu itu dibawa mereka ke pabrik.


De Tjolomadoe
Maaf ya ini yang nampang malah suami wkwk


Video animasi pun selesai. Ketika saya turun dari gundukan tanah pura-pura itu, video terhenti. Ketika saya naik kembali, video pun dimulai. Sensor yang ada di gundukan tanah itu yang membuat video berjalan atau berhenti.


Animasi kereta tebu

Satu lagi keunikan yang ada di museum Colomadu yaitu adanya animasi kereta tebu seperti film kartun. Animasi ini merupakan karya anak bangsa. 


Animasi kereta tebu dan pabrik Colomadu


Bagaimana Kesan Saya?

Wisata ke Museum Colomadu kali ini benar berkesan buat saya. Saya sangat senang karena sebenarnya museum di Indonesia bisa berkembang lebih baik, lebih interaktif dan tidak membosankan pengunjung. 


Salah satu alasannya mungkin karena Museum Colomadu tidak melupakan karakter-karakter anak milenial dan era 4.0 sehingga teknologi begitu berperan dalam pengembangan museum. Harusnya memang seperti itu, museum-museum di Indonesia bisa sejalan dengan perkembangan teknologi.


Semoga museum-museum di Indonesia lebih interaktif lagi. Setidaknya bisa seperti Museum Colomadu yang nyaman, tidak panas, dan bisa beriringan dengan era 4.0.


Read More

Follower