Review ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dan Obat Anti Ambyar

18 comments

Review ASUS OLED


Beberapa kali hati saya-dan mungkin juga suami saya- ambyar sepanjang tahun 2021 ini. Kami harus sering mengelus dada.

Saya sering menyalahkan diri sendiri jika sesuatu hal buruk terjadi akibat tindakan saya. Sebelum saya cerita lebih jauh penyebabnya, saya mau cerita dulu tentang pekerjaan kami. Saya dan suami.

Suami saya adalah seorang pengajar di salah satu kampus di Surabaya. Selama pandemi, kebijakan pemerintah membuat sebagian besar abdi negara harus bekerja dari rumah (Work From Home), termasuk suami saya.

Tugasnya tak hanya mengajar dan menguji, tapi juga membuat penelitian, jurnal atau laporan, dan melaksanakan kegiatan kampus lewat online dan ada juga yang offline.

Pernah juga suami diminta kampus untuk menyerahkan bahan ajar yang berupa buku, video atau poster. Waktu itu ia minta tolong saya merekam saat ia sedang menjelaskan bahan ajar. Kemudian saya edit video sebelum di submit.

Sedangkan saya adalah BUKAN jadi seorang anak buah dari perusahaan atau dari instansi negeri. Saya hanya abdi suami di rumah.



Meskipun saya seorang abdi suami tapi saya juga berusaha tetap berkarya, seperti menulis fiksi, blog, content creator, freelancer di salah satu platform online, marketing usaha jilbab keluarga suami.


Berkali-kali hati kami ambyar


Sepanjang perjalanan kami mencari penghasilan selama tahun 2021, hati kami sering AMBYAR setiap kali laptop lawas yang kami gunakan bersama tiba-tiba mati. Suami jadi tidak bisa memenuhi target dari kampus untuk mengumpulkan tugas.


Work From His Mobile


Ia jadi kesulitan saat harus mengecek tugas mahasiswa yang dikirim via email. Terpaksa, ia harus mengecek lewat ponsel. Ada sekitar 70an tugas mahasiswa yang harus dicek. Dan semua dilakukan lewat ponsel.

Hati saya ambyar ketika melihat tangannya gemetar karena harus memeriksa tugas mahasiswa lewat hp. Belum lagi kapasitas memori hp nya yang tidak bisa mengunduh banyak file tugas. Jadi terpaksa harus dihapus satu per satu setelah selesai mengoreksi tugas.

Mata memerah 

Hati saya ambyar melihat matanya yang lelah karena sering melihat layar hp yang kecil ketika membaca slide persentasi ujian mahasiswa dan rapat kampus.

Hati saya ambyar saat ia sudah selesai WFH alias Work From His mobile, matanya merah. Mata suami memang sering sekali memerah akibat ia terlalu sering bekerja di depan layar. Saya khawatir dengan kesehatan matanya.

Mata saya sendiri sudah minus 2 sejak usia SMP akibat terlalu sering menatap layar televisi dengan jarak dekat. Dan saya tidak mau mata suami saya minus seperti saya.

Apalagi saat bekerja di malam hari, cahaya dari layar yang terlalu terang membuat mata saya sakit dan kepala pun jadi pusing. 

Sedangkan suami kadang habis bekerja di malam hari, ia tidak bisa langsung tidur. Sepertinya hormon melatoninnya menurun gara-gara terkena sinar biru (bluelight) sehingga suami tidak juga mengantuk meski badan sudah terlalu lelah.

Menolak job


Sedangkan saya? Hati saya ambyar ketika terpaksa menolak banyak job dari platform freelance karena job saya sangat tergantung dengan tools otomatis yang ada di Microsoft Words. Semua serba susah saat laptop masih berada di tempat servis laptop.



Ketika laptop sudah selesai diperbaiki, hati kami menjadi lebih tenang karena akhirnya bisa bekerja dan berkarya kembali. Meskipun kami tidak bisa ‘memperkerjakeraskan’ laptop kami bagai kuda, kami bersyukur memiliki perangkat yang bisa dipakai untuk menghasilkan uang.

Headphone port error

Laptop kami pulih tapi tidak 100% karena kami tidak bisa menancapkan headset di laptop langsung. Kalau misal headsetnya terpasang selanjutnya laptop akan hang dan menjadi tidak bisa dipakai. Padahal kalau lagi video call dan tidak pakai headset itu suaranya kurang jelas.

Jadi kami membeli USB untuk memasang microphone eksternal dan headset. Ketika kuliah online, rapat atau menguji, suami memasang USB untuk headset dan microphone agar suami bisa mendengar dan berbicara dengan jelas saat kuliah online.

Yang paling membuat hati ambyar adalah saat suami harus menguji mahasiswa bersama profesor ternyata USB microphone tidak berfungsi. Dicolok ke USB mana saja tetap suaranya tidak keluar. Suami sudah bingung dan kalut. Memanggil saya pun tidak ada gunanya karena saya pun tidak tahu harus melakukan apa.

Saya suruh restart atau keluar dulu juga tetap tidak berfungsi. Pada akhirnya suami melepas USB untuk mic dan headset dan terpaksa mulutnya didekatkan ke arah lubang microphone. Suaranya kecil. Lebih mending daripada tidak keluar suara sama sekali.

Kadang USB untuk mic dan headset bisa berfungsi, kadang juga tidak. Kami berharap laptop 12 tahun silam masih bersedia menemani kami setidaknya sampai kami memiliki rezeki laptop baru.

Gerak terbatas untuk optimasi blog


Rupanya...

Ketenangan kami tak bertahan lama. Hati kami ambyar lagi, bahkan hati saya jauh lebih ambyar daripada sebelumnya. Laptop yang saat itu saya pakai untuk berkarya dan sempat lupa di hibernate/sleep saat saya meninggalkannya sebentar, tiba-tiba tidak bisa menyala lagi.

Hati saya ambyar melihat ekspresi suami. Ada rasa bersalah dalam hati saya. Saya tahu dalam hati suami lebih ambyar lagi.

Kok ya pas laptop rusak disaat saya sedang perlu-perlunya. Saya mengikuti kelas optimasi blog yang harus mengecek SEO Meta inspector lewat desktop, mengedit kode html lewat desktop dan menginstal Node.js dan mantap lewat laptop yang ternyata tidak cocok dengan laptop lawas saya yang hanya 32 bit.

Akhirnya saya pulang ke rumah mertua saya dan meminjam laptop mertua.

Mencari laptop yang cocok

Rusak kali ini lebih lama. Lebih dari tiga hari laptop kami berada di tempat servis. Kami mencoba mengikhlaskan jika laptop kami harus ‘istirahat’.

Cocok untuk pengajar


Kami mencoba mencari laptop yang cocok untuk aktivitas kami. Suami sangat ingin memiliki laptop dengan spesifikasi yang cocok untuk Teknik Mesin baik untuk kegiatan belajar mengajar juga untuk kegiatan penelitian.

Laptop yang dicari bisa mendukung pemasangan perangkat lunak open source di bidang keteknikan dan matematika seperti AutoCAD, MathLab, ataupun software simulasi lainnya, juga untuk media pembelajaran dengan video dan poster seperti Premiere Pro, Adobe Photoshop dan Corel Draw.

Laptop kami sekarang sudah tidak mampu jika diinstal software tersebut. Apalagi software dengan versi terbaru sudah disesuaikan dengan spesifikasi laptop saat ini. Jadinya software tersebut tidak support dengan laptop yang kami punya saat ini.

Selain itu, saat membuat laporan dan jurnal sebenarnya suami juga perlu software Mendeley untuk membuat referensi otomatis dan Visio untuk membuat road map. Laptop yang kami sekarang pernah dicoba pasang Mendeley tapi ternyata tidak berjalan. Malah membuat Word kami lamban untuk mengetik atau menggerakkan kursor.

Bahkan laptop sering eror dan restart. Terpaksa kami harus uninstall Mendeley padahal pembuatan sitasi atau referensi penulisan saat ini diminta untuk menggunakan daftar referensi otomatis dari Mendeley.

Cocok untuk penulis dan content creator

Begitu juga saya, saya ingin laptop yang bisa mendukung pekerjaan saya sebagai freelancer, blogger, penulis dan content creator.

Ditambah lagi saya berencana mengoptimasi blog saya dan blog suami. Untuk mengedit template membutuhkan laptop. Untuk menggunakan node.js harus menggunakan spesifikasi yang mendukung.

Sedangkan untuk pekerjaan suami, suami butuh laptop dengan spesifikasi modern, kencang, detail warna jelas, hemat daya, koneksi lancar, dan yang sehat untuk mata suami yang sering mengalami kemerahan.


Tidak membuat hati ambyar


Yang pasti laptop yang tidak membuat hati kami ambyar...

Tidak membuat hati kami ambyar..

Nah! Mata saya langsung berbinar, ketika menemukan obat untuk hati yang ambyar. 

Saya buatkan film pendeknya nihhh. Tonton ya!


Tuh kan. Tuh kan. Nonton videonya Fiersa Besari yang judulnya Bukan Laptop Biasa jadi tahu kan jawabannya...

ampuh mengobati hati yang ambyar,
cahayanya bisa membuat mata berbinar,

Coba lihat videonya di sini nihh..




Dah pada tahu kaan obat anti ambyar itu apa? Yaapp! Ini dia... jeng jeng jeng!!
Review ASUS OLED
Kok bisa ya VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini bisa jadi obat anti ambyar?

Kelebihan VivoBook Ultra 15 OLED (K513)

Sebenarnya tren layar OLED di laptop sudah mulai diramaikan oleh berbagai brand. Tapi kalau ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini kelebihannya apa saja sih?

Yuk, kita simak!

Menjaga kesehatan mata dan melegakan pandangan mata

Mata saya yang sudah minus dan mata suami yang sering merah karena sering menatap layar adalah alasan kami untuk memiliki ASUS VivoBook Ultra 15 OLED. Kami ingin mata kami tidak semakin memburuk karena sering terkena paparan sinar biru dari layar.

ASUS OLED ini memiliki fitur eye care yang bisa membatasi pancaran radiasi sinar biru hingga 70%. Sesuailah dengan namanya eye care yang peduli dengan mata. 

Sebenarnya mata kita itu bisa menerima banyak spektrum warna tapi tidak semua spektrum waena bisa diterima oleh mata. Dan spektrum warna yang paling berbahaya adalah sinar biru yang berasal dari laptop, hape, televisi. Padahal sinar biru inilah yang membuat warna pada layar menjadi akurat dan jernih.

Nah, masalahnya jika kita terlalu sering terkena radiasi sinar biru ini bisa merusak sel retina mata dan menyebabkan gangguan penglihatan. 

Dengan adanya fitur Eye Care ini, maka pancaran radiasi sinar biru ini bisa dikurangi sehingga kita bisa tenang berlama-lama di depan laptop ASUS OLED. Mau di siang hari atau juga malam hari. Di tempat yang terang maupun gelap. Semua bisa diatur.


Eh, tapi pas cahayanya dikurangi sampai 70% kira-kira kualitas warnanya jadi gimana nih? Umumnya, akurasi warnanya juga ikut berkurang. Beda dengan ASUS OLED, adanya fitur eye care justru tetap mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warnanya.

Pantas saja jika ASUS OLED ini sudah mendapat sertifikasi Low Blue Light dan Flickr Free dari TÜV Rheinland.



Layar 15,6 inchi laptop ini membuat kita lega saat menatapnya karena layarnya yang widescreen sampai 85% screen-to-body ratio. Itu membuat layarnya lebih besar dengan bingkai yang lebih kecil. 

Bisa meringankan beban pundak karena ringan

Setiap pergi ke luar kota, kami selalu membawa laptop lawas kami. Laptop yang berat membuat pundak kami pun terasa berat. Namun, dengan bobot hanya 1.8 kg dan profil yang sangat tipis (17.9 mm) membuat beban pundak saat membawa ransel berisi laptop pasti akan terasa ringan.


Menjadi lebih produktif dengan Windows 10 Home

Beberapa kali kami harus kecewa karena tidak banyak software yang bisa kami instal di laptop lawas kami. Format sistem operasi yang tidak mendukung seringnya menjadi kendala dalam pekerjaan kami.

Seperti yang sudah saya ceritakan. Saya tidak bisa instal software Mendeley untuk membuat laporan dengan sitasi otomatis. Yang juga dibutuhkan suami untuk membuat jurnal dan laporan penelitian.

Ketika saya mengikuti Kelas Produksi Video Perjalanan Lestari bersama Sekolah TelusuRI, saya tidak bisa berlatih seperti yang diajarkan oleh coach. Hasilnya, video yang saya ambil hanya seadanya. Beda dengan teman saya yang mengambil video dengan segala macam filter dan effect yang digunakan.

Saya pernah mencoba instal software editing video di laptop lawas. Alhasil, laptop hang dan terpaksa harus masuk tempat servis. Setelah itu saya tidak berani instal macam-macam di laptop lawas kami. Padahal saya perlu software Premiere Pro untuk editing video dalam menunjang produktivitas saya sebagai content creator.

Suami juga perlu laptop dengan sistem operasi yang bisa mendukung pekerjaannya seperti membuat bahan ajar dengan poster lewat software Photoshop dan Corel Draws.

Dengan ASUS OLED, suami jadi bisa bekerja dan lebih produktif dalam pekerjaannya dengan instal berbagai macam software keteknikan seperti AutoCad, MathLab, dan software simulasi lainnya.

Dengan Windows 10 Home dari VivoBook Ultra 15 OLED, sistem operasi yang sangat kompatibel dengan berbagai aplikasi kreatif, hiburan dan kantoran, saya dan suami bisa menjadi lebih produktif dalam bekerja. Hati kami jadi tidak ambyar lagi.



Menjaga ketenangan jiwa dengan Office Home & Students 2019 lifetime

Menggunakan software Office Home bajakan memang sangat merugikan kita sendiri. Kadang tidak bisa save file. Atau tiba-tiba corrupt saat terhubung dengan internet. Kalau sudah begitu, hati kami ambyar dan terpaksa harus minta instal ulang ke tempat servis.

Coba kalau pakai Office Home & Students 2019 yang 100% asli sehingga tidak perlu diblock saat menggunakannya, hati kami menjadi tenang. Tidak perlu repot cari instalan baru. Pekerjaan kami pasti tidak tertunda dan segera selesai. Apalagi Aplikasi Office versi lengkap untuk Word, Power Point, Excel ini dapat digunakan seumur hidup. Jadi kita bisa akses ke semua fitur yang kita butuhkan dan sukai.

Mengurangi kadar emosi dengan prosesor 11 th Intel Core

Klien menanti hasil pekerjaan hingga membuat pekerjaan harus segera diselesaikan. Siapa yang tidak emosi ketika laptop lawas tiba-tiba hang, kursor tidak bisa jalan, atau mati tiba-tiba. Terus akhirnya bilang ke klien kalau minta waktu tambahan untuk mengerjakan.

Pekerjaan suami harus tertunda beberapa hari. Kalau sudah begitu rasanya mau mengamuk. Kadar emosi langsung meningkat. Beda lagi kalau pakai laptop ASUS OLED dengan prosesor 11th Intel Core terbaru. Emosi kita tidak akan diuji deh.


Kenapa?

Soalnya laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga. Prosesor seri terbaru ini merupakan peningkatan peforma dari generasi sebelumnya. Jadi pasti lebih cepat performanya.




Kalau kita membeli laptop dengan spesifikasi serupa, maka laptop ASUS OLED ini memiliki performa yang meningkat hingga 40% loh! Dengan adanya AIPT ini maka konsumsi daya menjadi lebih hemat.

Ditambah lagi memori DDR 4 RAM dan PCle SSD hingga 256 Gb yang bisa memuat dan menjalankan software juga transfer data dengan lebih cepat. Hati pun tak perlu bingung dan tak jadi emosi karena bisa berkegiatan lebih lama tanpa harus disambungkan ke listrik. Dijamin pekerjaan cepat selesai. Tidak akan tertunda hanya karena eror.

Oiya, teknologi yang berkembang pastinya membuat software minta diupdate terus. Ketika hal itu terjadi, kita bisa mengupgrade laptop ASUS OLED ini dengan upgrade kapasitas RAM melalui satu slot SO-DIM DDR4 atau upgrade kapasitas penyimpanan 2,5” SATA SSD atau HDD.

Menghibur diri dengan tampilan warna yang menarik dan detail

Ketika kita sedang suntuk karena tumpukan pekerjaan, sepertinya menonton atau bermain game adalah salah satu solusi tepat untuk menghibur diri. Kadang ruangan disetel seperti di bioskop. Lampu dimatikan dan hanya ada layar laptop yang menyala untuk menonton film.

Eh, saat adegan di tempat gelap, malah tidak kelihatan gambarnya di layar bagaimana. Ujung-ujungnya kita menebak si tokoh sedang apa, sedang dimana. Pernah kah? Itu karena laptop kebanyakan masih menggunakan panel backlight.

Tapi... kalau kita menonton film pakai ASUS OLED, adegan film di tempat gelap pun masih terlihat jelas, warna hitam dalam gambar masih memberikan detail garis yang berbeda meski lampu dimatikan. Kok bisa gitu ya?


Ya bisa dong. Soalnya ASUS OLED sudah pakai Display HDR tm 500 True Black juga dengan jutaan lampu LED yang sangat kecil yang bisa dimatikan setiap lampu LED-nya. Fitur ini bisa menghasilkan warna hitam sempurna, kontras warna sangat tinggi (1.000.000:1) dan detail gambar yang sebelumnya tidak terlihat dengan nuansa gelap menjadi sangat jelas di laptop ini. Kita bisa menikmati beragam konten multimedia dan membuat konten dengan format HDR secara sempurna.

Tergoda banget kan?

Ternyata memang layar ASUS OLED 15 inchi ini sudah disesuaikan dengan standar perfilman saat ini loh. Jadi tingkat reproduksi warnanya tinggi dan akurat. Layar ASUS OLED bisa mereproduksi warna hingga 100% pada color space DCI-P3 atau 133% pada color sRGB.

Saya pernah mengalami ketika memindahkan foto dari ponsel ke laptop warnanya langsung berbeda. Kok di ponsel cerah dan bagus sekali ketika dibuka di layar laptop lawas warnanya jadi pucat.

Itu karena jangkauan warna pada layar laptop saya tidak banyak. Kalau di laptop ASUS OLED dengan color space 133% pada color sRGB, reproduksi dan akurasi warnanya tinggi. Color volume nya juga bisa sampai 60%, sedangkan laptop pada umumnya hanya sampai 11-20% saja. Kemampuan itu membuat layar ASUS OLED mampu memberikan warna yang lebih kaya dan detail yang lebih baik.

Ditambah referensi yang digunakan 3D color gamut (umumnya masih 2D color gamut) membuat gambar dalam layar seolah-olah terlihat nyata. Mau main game juga bakal seru. Mau nonton film juga seolah-olah kita bisa masuk ke dalam adegannya. Seru banget kan!


Pantas saja dengan teknologinya, ASUS OLED ini telah mendapatkan sertifikat PANTONE Validated Display. Cocok lah buat nonton kata Fiersa dalam videonya.

Makanya cocok banget ni laptop untuk me time menikmati film juga melakukan pekerjaan saya sebagai content creator dan juga pekerjaan suami sebagai pengajar.

Cusss kita me time menikmati film serupa di bioskop pakai ASUS OLED!


Mencegah sakit kepala karena response time cepat

Saat me time menonton film action, saya sedikit pusing dengan gambar yang bergerak cepat dan blur. Ditambah lagi baca subtitle yang muncul dan hilangnya sekejapan mata. Apalagi kalau Font dan ukurannya kurang jelas. Belum selesai baca sudah hilang tulisannya.


Kesulitan itu tidak akan ditemui layar ASUS OLED. Ketika kita melihat adegan film yang cepat, tampilan visualnya tidak blur tetapi tetap tajam dan detail. Jadi kita tidak kesulitan membaca subtitle text dalam film dan bisa menikmati segala detail dalam film. Semua itu karena teknologi ASUS OLED yang punya response time yang cepat hingga 0.2 ms atau 50 kali lebih kencang dari laptop biasa. Kita pun bisa menonton visual yang bergerak cepat dengan lebih tajam dan detail tanpa harus sakit kepala karena blur dan kesulitan membaca.

Mempertahankan konsentrasi dengan Al Noise Cancelling

Pernah suatu ketika, saat saya sedang memberikan materi kepenulisan lewat video call, seorang penjual makanan lewat dengan menggunakan motor. Khawatir suara saya tidak terdengar, jadi saya memilih diam dulu sampai motor itu lewat. Begitu juga ketika suami saya sedang menguji mahasiswa. Ia sampai harus berhenti sejenak agar suara di luar tidak masuk ke laptop. Maklum ruang tamu sebagai tempat kerja kami dengan jarak jalan depan rumah sangat dekat.

Pernah pula saat anak-anak ramai sedang bermain, suami terpaksa menghentikan pembicaraannya di video call hanya untuk mengingatkan anak-anak untuk menjauh sejenak. Akhirnya saya mengajak anak-anak bermain di kamar. Tapi tetap saja suaranya berisik dan mengganggu suami yang sedang video call. Konsentrasi pun menurun.

Semua itu tidak akan terjadi kalau laptop ASUS OLED memiliki fitur Al Noise Cancelling yang bisa mengurangi noise atau suara bising di sekitar kita. Enak banget kan, Work From Home menjadi lebih nyaman dan konsentrasi tidak hilang.


Mendinginkan hati seperti kipas IceBlades

Pernah ketika saya membawa laptop ke perpustakaan tiba-tiba kipas laptop saya berbunyi sangat kencang dan itu menarik perhatian orang di sekitar. Saya jadi malu karena sebagian dari mereka menertawakan laptop saya.

Padahal saat bekerja berlama-lama di depan laptop saya merasa wajar jika kemudian laptop menjadi panas. Tapi nyatanya itu adalah hal yang tidak bagus. Laptop yang mengalami overheat juga tidak bagus untuk peforma laptop. Apalagi kipasnya akan bekerja keras mendinginkan laptop hingga terdengar suara bising dari kipas.



Sedangkan Laptop ASUS OLED ini sudah dilengkapi dengan kipas IceBlades untuk mempercepat pendinginan laptop yang dipakai cukup lama. Desain kipas IceBlades dibuat secara aerodinamis melengkung 3D yang dapat mengalirkan udara panas dengan cepat dan mengurangi kebisingan.

Adanya bantalan dinamika fluida juga berperan dalam mengurangi getaran dan kebisingan. Pakai laptop ASUS OLED tidak bakal ditertawakan lagi deh gara-gara suara berisik dari kipas!


Menstabilkan hati dengan konektivitas tinggi

Saya dan suami di rumah selalu memakai tethering dari ponsel dan disambungkan ke laptop untuk melakukan setiap pekerjaan kami yang menggunakan internet.

Beberapa kali laptop sangat lamban menerima sinyal internet dari ponsel. Pernah suami harus menguji mahasiswa bersama Professor. Lah kok sinyal dari provider yang berbeda tidak bisa ditangkap oleh WiFi laptop. Suami gupuh (bingung), saya pun ikut bingung karena WiFi tidak nyantol-nyantol. Kadang terpaksa harus di restart dulu baru bisa terhubung dengan sinyal internet dari ponsel kami.



Enak sekali kalau kita pakai VivoBook Ultra 15 OLED, kejadian itu mungkin tidak akan terjadi pada kami karena laptop ASUS OLED itu sudah memakai teknologi terbaru WiFi 6 yang lebih kencang dan stabil. Jadi tidak perlu bingung menangkap sinyal yang sering naik turun.

Laptop ASUS OLED ini sudah dilengkapi WiFi Smart Connect loh, jadi otomatis menyambungkan router yang paling kuat sinyalnya. Kita mau video call tidak khawatir lagi macet di tengah jalan atau keluar tiba-tiba karena koneksi buruk. Koneksi stabil, hati pun stabil. Cocok deh!

Memudahkan jari tangan saat mengetik

Keyboard yang tampilannya bisa membangkitkan mood itu adalah keyboard yang terkesan elegan. Ketika kita pakai keyboar dan keaepuluh jari menari di atas keyboar dengan santainya tanpa typo itu sudha menunjukkan kalau inspirasi keluar begitu derasnya. 

Keyboard laptop ASUS OLED dengan travel key 1.4 mm memberikab kenyamanan saat mengetik. Ditambah desain garis berwarna kuning di key Enter bisa menambah mood untuk terus berkarya.



Eh, tak perlu takut tertukar huruf dan angka yang membuat sering typo saat mengetik di tempat minim cahay karena keyboar laptop ASUS OLED ini sudah backlit. Jadi keyboard tetap terlihat meski di tempat gelap.


Membuat hidup jadi simpel

Ketika punya laptop ini, maka kita bisa menyambungkan perangkat ponsel kita dengan laptop melalui fitur MyAsus. Kita bisa menjadi seseorang yang multitasking yang membuat pekerjaan dan karya cepat selesai. Hati tidak ambyar lagi deh.



Melegakan dengan harga terjangkau

Penasaran dengan harganya? By the way, laptop ASUS OLED ini termasuk laptop layar OLED yang terjangkau loh. Harganya Rp. 8.599.000 rupiah! Saatnya kita beralih ke Laptop VivoBook Ultra 15 OLED k513. Ada tiga pilihan warna loh.



Kalau kalian ingin mengetahui lebih lanjut mengenai VivoBook Ultra 15 K513 silakan klik website Asus ya.

Tak boleh berhenti berkarya

Kami tidak mungkin berhenti bekerja dan berkarya karena tanggung jawab dan kreativitas kami tidak bisa berhenti. Mengingat laptop lawas kami yang sudah tidak optimal tapi kami ingin bisa maksimal dalam bekerja dan berkarya tanpa batas namun tetap memperhatikan kesehatan mata kami, memang pantas jika kami berharap bisa memiliki laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) yang bisa mengobati hati kami yang ambyar.

Semoga hati kami yang ambyar segera terobati. Doakan ya gaaess kami ada rezekii punya laptop yang mendukung kerja dan karya kami seperti ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini. Aaaamiiiiiiiinnn.

"Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba blog ASUS OLED Writing Competition."


 


Sumber:
Asus.com

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

18 komentar

  1. Recomended banget ASUS Vivobook Ultra 15 Oled ini mengobati hati yang ambyar karena pekerjaan ya mba. Kerjaan suami lancar, kerjaan istri sebagai blogger juga maksimal menyelesaikan job dan menulis fiksi. Mantul.

    BalasHapus
  2. Wah mbak Lita ini produktif sekali ya. Dan laptop layar OLED dari ASUS memang pas untuk mendukung kerjaan content creator di rumah. Harganya juga cukup terjangkau untuk spek yang begitu bagusnya.

    BalasHapus
  3. gak bisa dipungkiri kalau laptop asus oled ini emang menawan dari tampilan layar yang detil untuk warna. aku suka pake laptop asus oled!

    BalasHapus
  4. huhuhu asus oled ini memang bikin jatuh haati deh sama fitur-fiturnya yang membantu kita beraktivitas dan menuntaskan pekerjaan, plus dimanjakan lagi dengan kualitas warnanya yang sangat realistis dan kaya warna

    BalasHapus
  5. screen oled ini emang menarik yaa, memanjakan mata nih jadi ga cepet cape, cocok banget buat pekerja digital yang tiap hari mantengin screen mulu

    BalasHapus
  6. Membaca ini jadi antara terharu dan terhibur mba :) kata2nya di atas bikinn terharu, trus kebawah bikin menghibur apalagi setelah lihat videonya :)

    BalasHapus
  7. Laptop yang seperti ini yang dicari saat ini. Apalagi kan sekarang sudah banyak kerja di depan layar. Pastinya butuh laptop yang mengurangi efek terhadap mata. Keren banget ASUS

    BalasHapus
  8. Ibu Rumah Tangga merangkap content creator, combo yang keren banget sih. Dan emang aku juga ngerasain bencinya waktu laptop mendadak eror. Asli sih ASUS OLED ini udah impian sejak dulu

    BalasHapus
  9. ASUS OLED ini memang cocok untuk yang kerjaannya lama di depan laptop ya. Fitur Eye Care bisa buat mata lebih nyaman di depan layarnya ya.

    BalasHapus
  10. Kalau buat edit html blog apalagi pas ikut kelas optimasi SEO memang lebih luwes dengan laptop ya, sehingga jelas untuk mengerjakan tugas

    BalasHapus
  11. Wah klo baca ceritanya kayaknya mb lita dan suami emang butuh laptop keren kayak gini nih. Semoga tahun ini bisa ganti laptop baru yaa

    BalasHapus
  12. asli deh mba, memang laptop dengan layar yang lebih sehat ini yang kita perlukan yaa.. soalnya jadi ibu tuh tugasnya gak cuma domestik aja kan, ada pekerjaan2 lain yang juga kita perjuangkan.

    BalasHapus
  13. Aku kebetulan lagi cari-cari laptop nih, salah satu yang udah aku tandain ASUS Vivobook Ultra 15 Oled ini, karena emang canggih bener dan sesuai banget sama kebutuhan aku.

    BalasHapus
  14. memang ya, kalau punya fasilitas yang mendukung pekerjaan dengan maksimal rasanya happy banget :) buat para blogger, laptop memang jadi teman setia yang harus bisa diandalkan hehe jadi mupeng liat asus ini :)

    BalasHapus
  15. Laptop sekarang udah kayak kebutuhan pokok. Soalnya bisa digunakan demi mendulang cuan. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Laptop sangat diperlukan demi membantu tugas2 kerjaan atau freelance-an. Terlebih laptop VivoBook Ultra 15 ini. Udah desainnya kece, performa ok, harganya juga tidak bikin kantong memble. Cocok banget nih buat mendulang cuan.

    BalasHapus
  16. Loh. Udah minus dari kelas 2 SMP kak? Beda dikit mah sama aku. Aku baru naik kelas 3 SMP yang muncul tanda-tanda penglihatan gak normal

    BalasHapus
  17. Wah...juara banget.
    Gak dapet obat anti ambyar di apotek, dapetnya di larei ASUS yaa..
    Selamat berkarya bersama ASUS OLED yang canggih dan sangat ramah untuk kesehatan mata.

    BalasHapus
  18. 2021 yang lalu saya juga termasuk yang hatinya ambyar, Mbak, hehe. Bersyukur masih dikasih sabar yang banyak. Salah satunya soal gadget juga, karena salah satu laptop layarnya lepas, hiks. Sehingga kami harus survive dengan 1 laptop untuk kerjaan saya + 2 anak PJJ. Terpaksa emak kerja malem2, karena siang full dipakek anak-anak. Pengin juga punya ASUS OLED ini karena keliatan nyaman banget di mataku yang silinder.

    BalasHapus

Follower