Soto Bok Ireng, Soto Mangkok Kecil Yang Selalu Dikunjungi Setiap ke Blitar

No Comments
Setiap berkunjung ke Blitar, biasanya sudah masuk jam makan siang. Tidak lupa kami menikmati kuliner khas Blitar yaitu soto Blitar. Sebenarnya hampir semua daerah memiliki kuliner soto akan tetapi cita rasanya tentu saja berbeda.

Mobil kami melewati jalanan kota Blitar yang lengang siang itu. Sepertinya kota Blitar selalu sepi di jam-jam siang. Apa suatu kebetulan? Karena setiap aku kesana, jalanan selalu sepi di siang hari atau mungkin berada di kawasan yang sepi? Sudah gitu, banyak jalanan di Blitar yang satu arah karena jalanan-jalanannya tidak terlalu lebar dan kotanya kecil. Jadi dalam waktu tidak sampai sepuluh menit, kami pun tiba di Soto Bok Ireng, tempat kuliner favorit di Blitar.

Sayang banget sih kalau tiap ke sana mesti lupa banget makanannya difoto.

Soto bok Ireng Blitar (foto: Google/Aditya Laziale)

Kami pun mencari parkir yang berada sebelum perempatan di sisi kanan jalan di depan ruko. Agak sulit karena tidak ada tempat parkir khusus mobil untuk pengunjung Soto Bok Ireng tersebut. Untung saja ada tukang parkir yang sigap mencari tempat parkir karena memang sulit sekali mencari tempat parkir di jalanan ini.

Soto Bok Ireng

Soto Bok Ireng ini merupakan salah satu kuliner legendari Blitar. Warung soto ini sudah berdiri sejak tahun 1940. Wow! Ternyata sebelum kemerdekaan. Bahkan bangunannya pun seperti dipertahankan juga keasliannya. Seolah kita benar-benar berada di warung tradisional zaman dulu.

Lokasi Soto Bok Ireng Blitar

Soto Bok Ireng Blitar berada di jalan Kelud, Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jawa Timur. Lokasi warung soto legendaris ini sebenarnya sangat strategis karena berada di pusat kota dan tidak jauh daerah tempat tinggal keluarga suami. Hanya saja yang disayangkan tidak ada tempat parkir. Lokasinya dekat perempatan sebenarnya sedikit menyulitkan bagi kami yang bawa kendaraan roda empat. Tapi karena yang nyetir bukan aku, jadi masalah yang kusebutkan itu tak berarti hahaha.

Jam buka Soto Bok Ireng Blitar

Sayangnya beberapa kali kami ke Blitar, Soto Bok Ireng ini tidak selalu buka mungkin saat libur lebaran ya. Soto Bok Ireng ini buka setiap hari dari pukul 7 pagi hingga jam 2 siang. Jika sudah kesorean, kami terpaksa mencari warung soto Blitar lainnya yang bukanya malam. Selain di Soto Bok Ireng, kami juga biasa mengunjungi Soto Khas Blitar yang dekat dengan rel kereta dan searah dengan perjalanan pulang ke Malang.

Bangunan Warung Soto Bok Ireng Blitar

Bangunan warung soto Blitar ini sangat sederhana seperti toko jamu zaman dulu dengan model papan-papan kayu yang bisa dilepas. Warung ini yang dibangun dari kayu ini tidak seberapa besar tapi warung Soto Bok Ireng ini sangat terkenal di Blitar.

Di bagian luar warung, meja dan kursi panjang memakan hampir seluruh badan trotoar. Saat kami datang, masih ada pengunjung yang sedang menikmati kuliner Blitar tersebut. Kami duduk di sisi lainnya yang kosong.

Di bagian dalam tampak seorang wanita yang sibuk mengedarkan minuman kepada para pengunjung. Gelas-gelas dingin itu seolah menjadi penawar bagi kuah soto yang panas dan gurih. Kepulan asap putih tampak memenuhi ruangan warung yang tidak seberapa besar. Meja di dalam ruangan telah terisi beberapa pembeli yang sedang menikmati kuah hangat soto kemudian sedikit melirik kami yang datang dengan suara riuh anak-anak. Seorang penjual sedang duduk di depan panci kendi. Ia menyeduh kuah soto ke dalam mangkok-mangkok kecil dengan hati-hati. Kuah soto yang panas tak menggoyahkan sedikit pun pegangannya pada mangkok itu. Setelahnya, ia mengulurkan mangkok kecil yang telah panas itu pada seorang pengunjung lain yang telah menunggunya. Wajah pengunjung itu sumringah.

Soto Daging Bok Ireng Mau Jeroan, Campur atau Daging saja?

Setelah melayani pengunjung lainnya, penjual menanyakan pesanan kami. Setiap orang punya selera berbeda-beda. Ada yang memesan soto daging dengan jeroan, ada yang jeroan saja dan ada yang daging saja. Syukurnya semua dilayani penjual dengan baik meski kami yang banyak rombongan ini memesan soto yang berbeda-beda isinya. Hehhe.

Harganya pun sama sekitar Rp10.000,-. Untuk harga memang tidak bisa disamakan dengan soto daging di luar sana yang harganya selisih sedikit tapi dapat satu mangkok besar.

Soto Bok Ireng mangkok kecil (Google/SelaIntanOktavia)

Soto Bok Ireng ini memiliki ciri khas yang mungkin tidak ditemui di kota lain. Pertama, soto disuguhkan dengan mangkok kecil. Kedua, cita rasanya yang berbeda. Menurutku, soto di Blitar ini sedikit lebih manis ketimbang Soto Lamongan. Kuahnya lebih kental dengan rempah-rempah. Dagingnya juga tidak alot, meski di beberapa gigitan juga masih ada yang alot. Jeroan yang biasanya sulit dikunyah, seperti babat, juga masih bisa dikunyah.

Setiap makan di sini, satu mangkok tidak akan cukup. Seporsi mangkok kecil itu sudah cukup mengisi perut anak-anak dan juga aku yang porsi makannya tidak banyak. Sementara orang besar yang punya daya tampung perut lebih besar pasti akan menambah porsi. Hehe. Kuahnya yang panas cukup menghangatkan perut usai perjalanan yang panjang. 

Untuk minuman yang dijual di sini juga seperti warung makan lainnya seperti teh dan jeruk. 

Meskipun hanya mangkok kecil, alhamdulillah aku tidak kelaparan selama perjalanan pulang sampai waktu makan malam tiba. MaasyaAllah. 

Kalau kalian suka yang daging aja, jeroan aja atau daging aja?


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower