Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tanggal 19 Juli lalu, aku ikut kelas BRT tentang SEO Checklist dengan kak Miftahul. Selama ini, setiap aku menulis artikel sebisa mungkin teori SEO aku lakukan. Ada beberapa artikel di blogku tidak seluruhnya aku terapkan SEO. Biasanya sih ini artikel curhat. Haha. Aku lihat artikel yang ditulis dengan SEO itu lebih banyak view nya dengan artikel tanpa SEO.

Nah, kelas BRT kali ini juga membahas menulis artikel SEO dari pakarnya langsung. Ternyata memang ada beberapa hal yang  berdampak pada blog. Dari kelas BRT bersama Kak Mifta, aku sadar bahwa aku masih banyak kurangnya agar blog bisa muncul di pencarian Google. Mungkin aku akan membahas yang sempat aku catat dalam kelas ini.

Kemampuan dasar Content Writer

Beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang content writer adalah kreatif, solutif dan memiliki keterampilan teknis. Seorang content writer memang harus dituntut kreatif dalam menulis artikel di blog. Temanya dibuat menarik, judulnya menarik dan isinya juga menarik untuk dibaca. 

Kelas SEO

Nah, kadang aku memang kurang bisa mengemas judul dengan baik atau aku kurang bisa menentukan tema yang kreatif untuk blogku. Dan ini aku masih belajar, sih.

Rata-rata aku menulis artikel blog berdasarkan pengalaman pribadi. Sementara para blogger harusnya menentukan tema dan topik apa yang harus ditulis meskipun bukan pengalaman pribadi tapi orang lain.

Blogger juga harus dituntut paham dengan masalah teknis blog, termasuk juga paham cara kerja search engine. Blogger juga harus paham dengan crawling Google di mana Google bot melihat isi halaman website, apakah blog tersebut bagus atau tidak. Teus blogger juga harus paham tentang indexing artikel blog.

Positioning

Mas Mifta juga menjelaskan tentang Positioning blog kita. Kita harus bisa memahami siapakah audiens untik blog kita. Apakah bapak-bapak, ibu-ibu, ataukah remaja. Audiens itu menentukan positioning blog kita di mesin pencari Google. 

Nah, aku sendiri nggak menentukan siapa nih target utama blogku. Itulah kekuranganku. Kalau aku pikir, mungkin target utama blogku untuk para ibu rumah tangga karena banyak artikel membahas tentang kehidupan ibu rumah tangga. Tetapi target utamaku bisa juga masyarakat umum karena ada juga artikelku yang membahas tentang travelling dan akomodasinya.

Navigasi website

Mas Mifta juga menjelaskan navigasi website itu berkaitan dengan crawling status, website navigation, dan experience. Crawling status ini memastikan google bot bisa masuk untuk membaca semua isi halaman. Tak hanya itu, navigasi website ini bisa dengan linking atau internal link. Internal link ini harus terarah dan bisa membentuk piramida artikel. Blogger juga harus memperhatikan Core Web Vital yang bisa melihat Speed website, readibility halaman dan ketersediaan halaman.

Your money, your life (YMYL)

Dalam membuat tema artikel, kita juga harus tahu tema-tema yang YMYL maksud yang aku tangkap adalah tem apa yang selalu dicari atau hanya tertentu saja. Hal ini berkaitan dengan jumlah view website. Beberapa tema artikel yang tidak selalu dicari seperti Pemenang penghargaan musik, berita tentang olahraga, perjalanan hidup, atau pun reviewer gadget. Artinya hanya dalam tahun ini saja tema tersebut dicari.

Aku baru tahu ini sih. Selama ini aku hanya tahu artikel yang evergreen alias artikel yang selalu dicari orang.

Beberapa tema yang mungkin YMYL atau yang mungkin dicari orang adalah berita cuaca, kecelakaan mobil, cara membersihkan gigi, dll. Beberapa tema yang selalu dicari orang atau YMYL adalah perbankan, industri kesehatan, pendidikan, berita tindak pidana, hukum, farmasi.

E-E-A-T

Menulis artikel dengan konsep E-E-A-T atau Experience-Expertise-Authoritativness-Trustworthiness memang akan menentukan kualitas dari website kita. Nah, dari penjelasan kak Mifta ini, aku paham kenapa akhirnya niche itu diperlukan. 

Tak hanya itu, keahlian seseorang itu penting. Jadi blogku Lestelita ini kan sebenarnya berkaitan dengan pengalaman atau Experience yang aku alami, jadi okelah. Cuma di beberapa artikel, aku juga membahas tentang kesehatan yang sebenarnya juga perlu expertise yang paham tentang artikel tersebut. Jadi aku biasanya menulis tentang pengalamanku saja misalnya ketika anak mengalami bronkitis atau speech delay.

Aku juga punya blog tentang otomotif. Sebenarnya blog itu milik suami yang sudah menganggur lama. Jadi aku coba aktifkan kembali. Masalahnya terkadang aku dapat content placement terkait dengan otomotif itu perlu konfirmasi lebih lanjut ke suami karena memang suami lebih paham otomotif. Tujuannya biar blogku itu bisa lebih dipercaya (trustworthiness). Aku nggak mau aja kalau artikel yang kutulis itu ternyata memberi informasi yang salah. Itu kenapa aku harus selalu crosscheck dulu sama ahlinya.

Membangun Audiens yang loyal

Selanjutnya, Mas Mifta juga menjelaskan tentang membangun audiens yang loyal. Beberapa cara membangun audiens yang loyal bisa dengan membuat konten yang menarik, interaktif, konsistensi dan memiliki nilai tambah.

Tips menulis blog


Eh, ternyata, selama ini aku kurang interaktif dengan audiensku padahal harusnya aku bisa lebih interaktif. Jadi beberapa artikelku memang banyak sekali yang komen. Pertanyaannya itu sebenarnya hampir sama semua. Dan aku kadang tidak punya waktu untuk membalas komentar pembaca. Pada akhirnya, aku mengupdate kembali beberapa informasi yang sering ditanyakan di komentar. Sedangkan beberapa komentar yang lain jarang aku balas. Huwwaaa.. maafkan. Maafkan.

Checklist EO

Kak Mifta juga membagikan beberapa check list SEO. Sebenarnya daftar tersebut tidak perlu dilakukan semua. Ambil sebagian saja. Lebih banyak lebih bagus.

Checklist SEO

Selama sesi persentasi ini juga sesi tanya jawab, terus terang anakku kadang bisa diajak kompromi, kadang yaaa begitu. Beberapa bagian aku tidak bisa mengikuti dengan baik. Beberapa informasi hanya aku terima sepotong-potong yang akhirnya tidak bisa aku rangkai. Dahlah, jadinya segini informasi yang bisa aku share dari kelas BRT bersama kak Mifta. Sekian dulu cerita saya yang berasa banget banyak kurangnya. Pantas aja blogku gitu-gitu aja. Semoga bisa jadi lebih baik lagi. Makasih banyak BRT dan Kak Mifta.

Read More
Ramadan kali ini benar-benar membuatku kesulitan mencari waktu untuk menulis blog, apalagi ada tiga blog yang harus aku urus. Kesibukanku mengurus rumah dan anak-anak aku anggap sebagai jalanku untuk meraih pahala. InsyaAllah. Alu harap semoga dengan itu aku bisa mendapat berkah Ramadan. Terlalu banyak keinginan-keinginan yang aku harus capai di bulan ramadan apalagi banyak challenge menulis yang diadakan di bulan ramadan. Sayangny, aku tak sanggup mengikutinya.

Belum lagi, kebutuhan rumah tangga di bulan ramadan cukup besar. Aku bahkan belum menerima job dari mana pun. Aku sadar sih selama beberapa bulan ini memang waktuku terkuras habis dengan urusan rumah dan anak-anak sampai blog pun terbengkalai.

Dapat uang dari blog

Penyebab Blog Sepi Job

Bahkan Seedbacklink yang merupakan platform jual beli backlink atau tautan balik pun sepi dari order. Biasanya setiap bulan sekali dapat. Aku sadar beberapa penyebab blogku belum mendapat pesanan dari Seedbacklink adalah:

1. View organic menurun

Untuk melihat view organic blog ini aku biasanya cek di Google Search Console atau di Ahrefs dan langsung terlihat view organikya Jelas banget di dua tools tersebut, view organicnya turun. Duh, sedih deh. Sebenarnya agar view organik ini meningkatkan adalah sering nulis dengan keyword yang serimg dicari orang, ikut blog walking di komunitas atau share artikel.

2. DA menurun


Domain authority atau DA adalah skor untuk mengetahui kredibilitas blog kita. Semakin tinggi skor DA blog maka semakin mudah pencarian blog di Google. DA ini juga yang membuat blog banyak ditawari pekerjaan karena semakin besar DA blog semakin banyak pekerjaan yang diberikan. DA blog beberapa bulan ini memang terjadi penurunan tapi masih tetap kepala Usia 3 tahun.

3. Jarang menulis artikel

Sebenarnya Menulis artikel adalah cara yang bagus untuk meningkatkan view organik asalkan tetap mengikuti kaidah SEO. Selain itu mengikuti program dari Seedbacklink. Pernah suatu ketika di blok saya satunya tidak ada artikel baru berkat mengikuti set backlink akhirnya blog saya terisi embali dan

4. Banyak artikel yang deindex

Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba banyak artikel di blog saya itu deindeks , mungkin disebabkan karena tidak ada yang membaca.

5. Harga yang mahal

Tentu saja menentukan harga di Seedbacklink itu menentukan banyak atau tidaknya pesanan. 

Berkah Ramadan, Kelebihan Menjadi Publisher bersama Seedbacklink

Ketika aku berharap mendapat pesanan dari Seedbacklink Alhamdulillah aku dapat. Aku yakin kok atas izin Allah aku bisa mendapatkan berkah ramadan. Sampai aku berdoa, ya Allah bentar lagi lebaran, aku butuh banyak job untuk bisa mengirim uang pada orang tua. Sebenarnya yang terpenting adalah semoga Allah memberi keberkahan di setiap job yang aku terima. Aamiin. Di sini aku akan cerita tentang pengalaman menjadi publisher di Seedbacklink. Sebenarnya di artikel sebelumnya aku udha pernah bahas juga tentang manfaat setelah gabung dengan Seedbacklink, tapi di artikel ini aku akan bahas khusus bulan ramadan.

Beberapa kelebihan yang kudapatkan saat menjadi publisher seedbacklink adalah:

1. Menambah jumlah artikel meskipun bulan Ramadan

Bulan Ramadan itu adalah bulan yang bagus untuk melaksanakan ibadah puasa mengaji dan amal lainnya. Ketika menulis tidak sempat seperti yang aku lakukan maka menerima pekerjaan dari Seedbacklink memudahkan dalam update blog tanpa mengganggu ibadah.

2. Menambah penghasilan untuk persiapan lebaran

Seperti yang kita tahu bahwa saat lebaran itu kita membutuhkan banyak uang. Mendapat pekerjaan mendapat pesanan dari Seedbacklink adalah cara yang mudah untuk bisa menambah penghasilan sebagai persiapan untuk lebaran.

3. View organic meningkat

Dengan update blog maka jumlah view organik blog kita akan meningkat dan ini berpengaruh ketika klien memilih blog dengan view yang banyak. Beberapa artikel yang disediakan oleh klien biasanya sudah mengandung kata kunci yang cukup banyak dicari sehingga bisa menambah view blog. 

4. Gabung komunitas, tambah ilmu

Meakipun aku hanya silent reader di grup, tapi aku juga mengikuti chat di grup. Banyak ilmu yang aku dapat tentang blog dari komunitas Seedbacklink.

Alhamdulillah...

AlhamduIillah banget aku menjadi bagian dari Seedbacklink. Selain dapat penghasilan dari blog, aku juga bisa menambah ilmu ngeblog dari para suhunya blogger yang biasa ngebahas banyak hal tentang blog. 

Demikian cerita yang bisa aku bagikan berkah ramadan bersama Seedbacklink. Kalau kalian punya blog dan mau gabung dengan Seedbacklink, kalian bisa daftar di website Seedbacklink.

Read More
Selama ini kalau aku menulis blog hanya sekadar menulis saja padahal menulis dengan mengikuti SEO bisa dibaca oleh Google sehingga view dapat bertambah setidaknya menerapkan kata kunci pada tulisan kita. Tapi menulis blog dengan SEO itu kadang terkesan kaku dan nggak ‘manusiawi’. Maksud aku disini hanya karena mengandalkan kata kunci jadinya antar kalimatnya tidak nyambung dan terasa aneh. Nah, akhirnya bukan manusia yang baca tapi google!

Seharusnya kita memang menulis artikel yang bermanfaat, mencerahkan, menginspirasi, memberi solusi, menambah pengetahuan. 
Menulis artikel yang bermanfaat dan informatif pun juga harus detail meskipun kita menggunakan bahasa storytelling dalam tulisan kita.

Sayangnya menulis artikel storytelling dengan SEO Friendly itu juga nggak mudah. Karena kata kunci yang sudah kita tentukan pun sulit untuk memasukkan dalam artikel storytelling kita.

Kira-kira gimana kita tetap bisa menulis artikel storytelling tapi tetap mengikuti kaidah SEO?

Apa itu artikel storytelling

Artikel storytelling adalah jenis artikel yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan menggunakan narasi yang menarik dan memikat.

Berbeda dengan artikel biasa yang cenderung bersifat informatif dan formal, artikel storytelling fokus pada penggunaan cerita atau narasi untuk mengaitkan pembaca dengan materi yang disampaikan.

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan keterlibatan emosional dengan pembaca, sehingga mereka lebih mudah terhubung dengan konten yang disajikan dan memahami pesan yang ingin disampaikan.

Artikel storytelling sering kali menggunakan elemen-elemen seperti karakter, plot, konflik, dan resolusi untuk membangun cerita yang menarik. Dengan pendekatan ini, informasi atau pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca. Artikel storytelling merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan ide atau konsep secara lebih menarik dan memikat.

Menulis artikel storytelling yang SEO friendly

Tanggal 5 Februari 2024, aku ikut kelas blogger BRT Network tentang Cara Menulis Artikel SEO. Sebenarnya aku pernah ikut materi dari Mbak Monica Anggen dan Mas Punto tentang optimasi SEO blog gratis Tapii aku harus mengingat kembali dengan menuliskannya kembali.

Hal yang harus diperhatikan saat menulis artikel yang SEO friendly adalah dengan menentukan kata kunci.

Kata kunci ini penting loh. Karena setiap orang ingin mencari sesuatu di Google, orang akan mengetikkan kata yang secara tak sadar itu adalah kata kuncinya. Awal nge-blog jarang banget pakai keyword menulis artikel, setelah aku tahu keyword itu penting akhirnya setiap aku menulis artikel pasti aku mencantumkan kata-kata yang kira-kira dicari orang di Google.

Jika menulis artikel storytelling, tentukan kata kunci yang bisa dikombinasikan dengan kalimat artikel storytelling.

Targeted keyword

1. Menentukan kata kunci utama

Menentukan kata kunci ini dilakukan berdasar volume pencarian, keyword difficulty, klik rata-rata bulanan, dan user intent. Pencarian ini bisa dilakukan dengan tools seperti ahrefs, ubersuggest, dan sejenisnya.

Dalam menulis artikel storytelling, lebih baik pilih kata kunci yang benar-benar penting dan bisa dikombinasikan dengan artikel storytelling. Atau, kalian bisa membuat daftar beberapa kata kunci, kemudian ketika menulis artikel storytelling kalian bisa memadukpadankan kata kunci yang sudah kalian buat daftarnya.

2. Gunakan fitur Orang Juga Bertanya atau People Also Ask

Salah satu cara lainnya menentukan kata kunci adalah menggunakan fitur People Also Ask atau Orang Juga Bertanya di Google. Nanti akan muncul banyak pertanyaan yang bisa kalian gunakan sebagai kata kunci dan bisa dijawab di artikel.

3. Kombinasikan kata kunci short-tail dan long-tail

Kalian bisa mengkombinasikan kata kunci short-tail dan long-tail. Misalnya, saat kalian menuliskan kata kunci short-tail Menulis Artikel, maka kalian bisa menuliskan kata kunci long-tail “Menulis Artikel Blog yang SEO Friendly”. Dengan kata kunci long-tail ini maka memungkinkan persaingan pencarian keyword lebih sedikit sehingga halaman artikel kita bisa masuk halaman pertama Google.

4. Jangan berlebihan

Jangan menyebar kata kunci yang berlebihan sehingga dianggap spam oleh Google atau disebut keyword stuffing. Cukup gunakan 1-2 kata kunci dalam satu paragraf. Jika artikel kita dianggap keyword stuffing maka kemungkinan artikel kita sulit mendapat indeks atau mengalami deindeks dan itu berdampak buruk pada ranking SEO blog.

Karena kalian akan menulis artikel storytelling, jadi jangan menyebar banyak kata kunci dalam satu paragraf agar kalimat tetap indah dibaca.

Keyword distribution strategy

Nah, gimana distribusi kata kunci kita tersebar merata sehingga tidak dianggap spam? Kalian harus menulis kata kunci di beberapa tempat berikut:

1. Judul artikel

Kalian disarankan menulis kata kunci utama di judul artikel ini. Untuk artikel storytelling, kalian bisa menyeleksi dan membuat beberapa alternatif judul artikel storytelling yang SEO Friendly. Setelah itu, kalian bisa menentukan mana judul artikel yang bagus.

Judul artikel mengandung keyword utama. Judul ini juga diantara 50-60 karakter dan jangan terlalu singkat agar memiliki kekhasan dari artikel kita.

2. Paragraf pertama

Paragraf pertama juga menjadi tempat yang penting untuk meletakkan keyword. Saran aku sih di paragraf pertama cukup tulis 1 kata kunci short-tail dengan 3 atau 4 kalimat yang indah.

3. Heading

Kalau di buku, Heading itu seperti bab dan sub bab. Sedangkan di artikel juga kurang lebih sama.

Struktur artikel ini penting untuk untuk terbaca cepat oleh mesin pencarian maupun manusia. Biasanya jenis artikel yang SEO friendly adalah seperti artikel listicle dengan struktur H1, H2, H3.

Heading itu berhubungan dengan pembagian bahasan. Misalnya Heading 1 itu judul artikel, maka Heading 2 itu bahasan pertama dalam artikel, misalnya Apa itu Storytelling.

Biasanya dalam menulis artikel storytelling ini jarang sekali diberi heading 2 dan 3. Jika ini sulit dilakukan mungkin kalian bisa menyebar keyword di tempat lainnya. Atau buat setidaknya satu Heading yang memiliki satu kata kunci. Tidak perlu semua Heading diberi kata kunci karena kalau begitu artikel menjadi tidak storytelling.

Artikel yang baik ditulis sebanyak minimal 750 kata. Paragraf ditulis tidak perlu panjang sekitar 2-3 paragraf.

4. URL/Slug

URL dalam blogspot bisa dilakukan pengeditan di bagian permalink. Kalau ini nggak perlu storytelling jadi bisa dimanfaatkan penyebaran kata kunci di bagian Permalink. Misalnya, permalink sesuai kata kunci :

https://lestelita.com/artikel-storytelling-dengan-seo

Usahakan permalink ini tidak terlalu panjang, sekitar 50 karakter udah banyak. Jangan gunakan angka pada URL, ya.

5. Alt Text Image

Memasukkan kata kunci pada alt text image emang sering diabaikan para blogger padahal keyword pada alt text image juga memengaruhi pencarian di google. Caranya tinggal klik kanan pada gambar kemudian pilih gambar gerigi kemudian masukkan kata kunci di Alt text atau teks alternatif.

Artikel storytelling yang seo friendly


Kalau kalian mengetikkan kata kunci di google dan pilih Gambar, nanti gambar kalian akan muncul di pencarian google.

Gambar tidak boleh lebih dari 100 Kb dengan dimensi 1280 x 720 pixel dengan format .webp. Jangan gunakan gambar yang memiliki hak cipta tapi gunakan free seperti di Pexels atau Pixabay. Gunakan infografis agar terlihat unik

6. Meta description

Jangan lupa untuk menulis kata kunci di meta description. Kalian bisa menulis kata kunci dengan kalimat yang enak dibaca sehingga saat muncul di google pun yang terbaca berupa paragraf yang baik. Meta description tidak boleh lebih dari 155 karakter, menggunakan kalimat aktif.

Artikel yang seo friendly

Memang tak mudah menulis artikel storytelling dengan SEO friendly, namun hanya waktu yang akan membuat kita terbiasa karena sering dilakukan. Kalian tak lagi merasa kesulitan menulis dengan kaidah SEO ini.




Read More

Alhamdulillah. Setelah saya menulis Tantangan mengikuti Kelas BRT beberapa waktu lalu, saya memang menyelenggarakan kuis kecil-kecilan. Siapa yang memberikan komentar terbaik di artikel saya itu akan saya berikan hadiah.


Sebelum saya mengumumkan dua komentar terbaik, saya mau menceritakan kelanjutan saya mengikuti Kelas BRT. Kelas gratis BRT ini memang cukup ketat ya karena kalau gagal mengerjakan tugas atau nggak mengikuti instruksi dengan baik maka akan dieliminasi.

Kelas gratis BRT


Lah kok kebetulan laptop suami saya nggak bisa nyala. Sempat pasrah sih karena tugasnya mau nggak mau harus dikerjakan di laptop. Nggak bisa di hape. 


Dan syukurnya saat itu saya pulang ke rumah mertua di Malang. Karena di sana ada laptop, jadi saya langsung pinjam laptop mertua untuk mengerjakan tugasnya.


Kelanjutan Kelas Gratis BRT

Setelah mengerjakan tugas artikel 3 sesuai parameter SEO on page, peserta diberi tugas 4, peserta harus menggunakan aplikasi node.js dan Mantap. 


Aplikasi Node.js dan mantap

Tujuan tugas 4 adalah untuk mengecilkan gambar yang ada di blog kita sehingga loading time nya cepat karena itu berpengaruh sama performa blog. Gambar yang diubah dari format jpg/png ke dalam format webp.


Kenapa gambar harus webp? 


Biasanya saat gambar jpg dikompres maka ukuran file akan mengecil tapi kualitas gambarnya akan jelek atau pecah. Sedangkan kalau pakai webp, kualitas gambar nggak pecah dan ukuran file jadi kecil.


Di tugas ini banyak yang bingung termasuk saya karena benar-benar asing dengan bahasa javascript. Keberhasilan juga ditentukan dengan banyak nggaknya dosa masing- masing. Eh bukan bukan. Bercanda. Haha.


Sementara PC yang support untuk node.js ini adalah windows dengan spesifikasi 64 bit. Laptop suami saya yang eror malah cuma 32 bit jadi nggak support.


Jadi kita harus copy script javascript di kode html blog kita kemudian disimpan di notepad dengan format .jss. Begitu juga dengan kode css, kita harus copy file css dari html blog ke notepad dan disimpan dalam format .css. 


Nah, biasanya kalau salah copy kode css dan js (javascript) ini maka aplikasi mantap akan eror. Tapi ada juga teman-teman yang berhasil kok nggak pakai node.js dan css tapi gambar bisa jadi webp. Katanya kalau pakai js dan css malah eror.

Coba-mantap-webp
Gambar di blog format jpg berubah jadi webp


Upload Gambar Format webp ke Blog

Setelah itu, masalah lain nih. Saat gambar webp diupload lagi ke blog maka gagal karena format nggak mendukung. Tapi kebetulan saya bisa berhasil upload foto format webp ke dalam blog saya yang blogspot. Saya juga ngga tahu kenapa ya. Jadi pas orang-orang bingung cara upload saya bingung mau jelasin gimana. Haha.


Terus biar gambar tetap format webp saat diunduh maka perlu mengedit link di html postingan blog. 


Di satu gambar akan ada dua link di postingan html blog terus di bagian akhir link akan ada tulisan s540 yang menandakan ukuran pixel foto. Nah itu tinggal ditambahkan -rw.


Sedangkan link yang kedua bentuknya w400-h400 yang artinya width 400 dan height 400. Kemudian format itu diganti dengan s400-rw.


Kemudian di save dan hasilnya saat diunduh tetap jadi webp.


Kekurangannya, width dan height gambar nggak terdeteksi di Meta SEO inspector.


Terus kenapa nggak pakai aplikasi convert gambar ke webp?


Bisa sih tapi memang ukuran gambarnya jadi kurang kecil. Masih tetap besar gitu ukurannya. 


Dan kalau pakai convert ke webp kan harus satu per satu konversi ke webp nya. Kalau pakai mantap memang tetap kita punya dulu file jpg nya terus pakai aplikasi mantap dengan bahasa javascript di command prompt kemudian otomatis format berubah menjadi webp.


Eh, tapi gambar di artikel ini nggak pakai mantap dan webp soalnya tiba-tiba nggak bisa diupload pakai file webp. Hiks.


Nah bagi yang lolos akan bisa lanjut ke tugas selanjutnya tapi yang nggak mengerjakan tugas maka nggak bisa lanjut kelasnya.


Di tugas 5 ini peserta harus membuat blog plan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya seperti parameter SEO on page yang sudah diajarkan Coach Pewe alias coach Punto.


Materi SEO Off Page: Menanam Link

Sedangkan yang lolos akan lanjut ke materi SEO off page yang lebih menantang yaitu menanam link blog kita ke eksterbal website yang memiliki nilai DA tinggi.


Menanam link? Iya. Biasanya kita membuat profil di website tertentu seperti Wattpad, Linkedin, Anchor fm, dan lainnya untuk mencantumkan link blog kita di website tersebut. 


Mudah nggak menanam link? Sejujurnya sih menantang. Banyak yang mudah tapi ada juga yang sulit. Ada yang sebenarnya gampamg tapi kita harus menelusuri website itu sampai bisa memunculkan link kita. 


Duh, nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata deh.


Yang sulit itu website yang harus memasukkan kode-kode agar bisa muncul linknya. Harus deploy dari kode html. Pakai repository di GitHub dan Netlify itu menurut saya yang susaahh. Bingung ya? Saya juga bingung jelasinnya. Wkwkwk.


Dan linknya ada sekitar 50 link website ditambah 24 shortening link seperti bit.ly dan lain-lain. Setiap hari peserta diberi 10 link. 


Dari 50 link saya berhasil menanam 47 link alias yang 3 link salah. Wkwk. Teman-teman pada berhasil 48-49 link karena memang ada satu link yang harus menunggu moderasi bahkan sampai sekarang nggak ada kabarnya.


Dan dari 100an orang yang mendaftar dan masuk kelasnya sejak awal sekitar 20an yang tersisa sampai tahap akhir (menanam backlink blog).


Pengumuman dua komentar terbaik

Setelah saya baca-baca di komentar artikel tentang Tantangan Mengikuti Kelas BRT saya pun memutuskan memilih dua komentar terbaik.


Siapakah merekaaa?


Mereka adalahhhh....


Adalahhh....


Mizuki Arjuneko atau Gusti A.P.

Komentar blog Terbaik

Dan...


Diyah Wulan

Komentar Blog Lestelita Terbaik


Horeeeeee.


Menurut penilaian saya, komentar mereka bisa menyumbangkan saran dalam pengembangan blog saya.


Meskipun masukannya sederhana seperti komentar dari Gusti tapi sudah memberikan gambar ide untuk menulis artikel dengan beberapa judul dari artikel tersebut.


Sedangkan Mbak Diyah Wulan memberikan kritik atas link saya. Kalau ini saya pernah diajari seseorang untuk internal link nya terutama untuk blog-blog yang masih baru dan nggak punya artikel lain yang berkaitan.


Anyway, terima kasih banyak untuk masukannya. Saya masih membutuhkan hal-hal seperti itu.


Kalian berhak mendapatkan hadiah berupa buku antologi yang berjudul Tot Ziens, Rembang! Dan jilbab untuk Gusti A.P.

Tot Ziens Rembang


Untuk pengiriman hadiah ditunggu ya. Kalau belum ada kabar bisa ditanyakan lagi di kolom komentar yaa.


Untuk teman2 yang sudah berpartisipasi terima kasih banyak yaa.. Maaf yaa cuma bisa kasih hadiah ini.. semoga kelak bisa ngadain kuis yang hadiahnya wow.. hehee.. semoga kita selalu mendapat limpahan rezeki dariNya.

Read More

Kelas SEO




Saat ini saya sedang mengikuti kelas gratis BRT Network yang merupakan kelas optimasi SEO blog gratis

Perasaan saya campur aduk ketika mengikuti belajar strategi SEO sama tim coach BRT. Ini sebenarnya kelas optimasi SEO blog ketiga yang saya ikuti. Tapi di kelas gratis BRT pertama yang saya ikuti karena ada tugas yang tidak teliti seperti membuat anchor text yang salah. Jadilah saya tidak bisa meneruskan kelasnya.


Ketika di bulan Desember 2021 Mbak Monica dan Mas Pewe membuka kelas untuk belajar teknik SEO, saya pun nggak mau ketinggalan untuk ikut kelas belajar ilmu SEO.


Apa itu SEO?

SEO (Search Engine Optimization) atau optimasi mesin pencari merupakan usaha untuk mengoptimasi blog di mesin pencarian dengan cara riset keywords (kata kunci), SEO on page, SEO off page dan lain-lain sehingga membuat artikel situs atau blog muncul di halaman-halaman awal mesin pencarian. 


Manfaat Optimasi SEO blog

Misalkan saat kalian akan mencari informasi tertentu di Google dan banyak artikel yang muncul di halaman pertama. Teman-teman pasti akan memilih dan mengklik artikel ada di halaman-halaman awal mesin pencarian. 


Setelah mendapatkan informasi yang diinginkan pasti teman-teman segera menutup halaman Google. Otomatis artikel-artikel di halaman akhir jarang sekali ada yang mau mengeklik. 


Dan itu tentu saja berpengaruh pada pageview atau pun traffic blog. Semakin besar pageview atau traffic blog maka semakin baguslah blog atau situs kita. 


Cara meningkatkan pageview atau traffic blog ini juga menggunakan cara optimasi SEO blog seperti SEO on page atau pun SEO off page. Dari situ, sudah jelas apa manfaat optimasi SEO? 


Manfaat optimasi SEO blog adalah untuk bisa memperoleh posisi yang bagus di mesin pencarian dan memperoleh traffic blog atau situs yang tinggi.


Tantangan Sebelum Masuk Kelas BRT

Mengikuti kelas optimasi SEO blog BRT adalah sebuah tantangan. Benarkah kita memiliki komitmen untuk terus mengikuti materi, mengerjakan tugasnya dan mau bersusah payah memperbaiki blog kita? Kenapa kita harus punya komitmen yang kuat? 


Nah, sebelum masuk kelas BRT harus ada syarat yang harus dipenuhi ketika mendaftar. Seperti blog harus sudah domain TLD, harus sudah artikel minimal tiga, dan mengajak dua teman lainnya.


Beli domain blog

Di internet coba saja cari penyedia jasa domain, teman-teman banyak banget yang menyediakan jasa domain dan hosting. Bisa beli yang paling murah sampai yang paling mahal. 


Domain paling murah pakai domain my.id seharga 10ribu -20ribu per tahun tergantung penyedia jasanya. Ada lagi domain murah web.id yang harganya 40-60ribu per tahun. Sedangkan domain .com harganya sekitar 100-150ribu per tahun dan domain .id seharga 250-350ribu per tahun. 


Semua tergantung penyedia jasa dan jenis domainnya. Kalau tanya perbedaannya coba gugling saja ya banyak kok yang menjelaskan perbedaan domain itu.


Artikel yang sudah dipublikasi

Syarat selanjutnya adalah sudah ada minimal tiga tulisan di blognya. Setidaknya satu artikel sebanyak 350 karakter. Tujuannya agar bisa dilihat struktur heading nya di Homepage atau di setiap artikelnya.


Mengajak dua teman lainnya

Saya menawarkan kepada teman-teman untuk masuk kelas. Ada yang sudah masuk kelasnya. Ada juga yang malah ketinggalan cek email. Jadi gagal masuk kelasnya. Hiks.


Kira-kira tantangan itu ribet nggak? Bagi yang niat pasti digasak aja deh. Dan itu nggak sulit. Karena tantangan selanjutnya lebih seru. Haha.


Tantangan Saat Mengikuti Kelas BRT

Tantangan nggak berhenti di sana saja. Masih ada tantangan selanjutnya yaitu mengerjakan tugas. 

Tantangan Tugas 1

Di tugas pertama, kita disuruh cek SSL blog kita. SSL (Secure Socket Layer) adalah sistem keamanan dalam blog kita. Kalau tanpa enskripsi atau tanpa SSL maka kata sandi, ID, semua data blog kita bisa dilihat oleh hacker. Kalau kata Coach Priyo: 

...misal kakak ambil di ATM pulang jalan kaki, nah tu duit, kakak pegang ditangan, merah-merah menyala, semua orang yang papasan sama kakak di jaringan internet bisa liat kakak pegang duit warnanya merah, karena kakak gak enkripsi duit (data) itu. Semua orang bisa liat, dan bisa aja ada orang yang jadi punya niat jahat, bayangkan klo duit merah itu password akun kakak? ada orang iseng bisa liat passwordnya, akun kakak bahaya kan? SSL fungsinya membungkus data itu, anggeplah SSL itu dompet atau amplop yang menutupi data kakak, orang liat mungkin tau kakak bawa amplop tapi gak tau isinya duit, bon cabe, atau cuma fotokopi KTP.

Coach Priyo mengatakan kalau fungsi SSL pada blog itu sama dengan mengenkripsi pesan biar tidak mudah dilacak oleh hacker.


Tahunya blog kita sudah aman atau tidak bisa dilihat dari gambar gembok pada bar address atau sudah https bukan http lagi. 

SSL blog


Di tugas 1 ini juga artikel di blog setidaknya sudah ada tiga.


Tantangan Tugas 2

Tantangan di Tugas 2 ini cukup besar dan membuat chat nggak pernah sepi. Kita harus mengecek SEO blog kita pakai SEO Meta Inspector yang dipasang dari Extension Chrome. 


Ada tiga yang harus dicek yaitu bagian Common, Social-Mobile, dan Header. Kalau banyak yang merah indikatornya harus dibenarkan.


Jangan sampai ada description yang double atau jumlah karakter kurang atau meta tag kosong. Dan itu kita harus tahu dimana menyelesaikan kekurangannya. Termasuk nggak boleh takut untuk mencoba edit HTML template. 


Nah, di bagian inilah si pemilik blog harus tetap semangat dan berusaha mencari tahu. Para coach mencoba membantu sementara pemilik blog juga harus aktif mencoba-coba mengulik blognya.


Di sini nih sudah mulai banyak orang yang mengundurkan diri. Dan saya salut sama ibu-ibu yang juga mengurus anaknya masih mau kerja keras memperbaiki blognya. 


Selama mengerjakan tugas 2 ini coach Pewe memberikan materi tentang SEO On page termasuk juga 18 kunci menulis artikel yang SEO. Coach Priyo memberikan materi tentang Google Analytic (GA) dan Google Search Console (GSC).


Tantangan Tugas 3

Nah, dari teori dari Coach Pewe coba dipraktekkin dalam menulis tugas ketiga ini. Sebenarnya saya kurang bisa menentukan kw yang unik nih biar muncul di page one.


Jadi ya masih belajaran banget sih menulis artikel yang SEO ini.


Pendapat Peserta Kelas BRT

Dari tantangan itu, bagaimana ya pendapat peserta kelas BRT ini. Saya mewawancarai dua orang di kelompok saya yaitu Mbak Iva dan Mbak Yayu.


Di kelas Mbak Yayu ini cukup aktif untuk bertanya-tanya pada Coach mengenai permasalahan blognya. 


Di Grup WA Kelas BRT beliau mengatakan meskipun pusing berasa mau jungkir balik dengan materinya tapi beliau nggak mau menyerah karena dunia baru bagi Mbak Yayu adalah sesuatu yang membuatnya seru dan bahagia.

Testimoni Kelas BRT


Sebelum ikut kelas ini, Mbak Yayu nggak pernah mengutak-atik blog karena nggak berani. Takut hancur dan nggak bisa memperbaikinya. Jadi saat mengikuti Kelas BRT beliau jadi berani mengoprek-oprek blog termasuk HTML nya.


Di grup kelompok pun Mbak Yayu aktif bertanya sama teman kelompok dan saya membantu sebisanya hehe.. Kalau saya nggak bisa baru minta share di grup sebelah. Hehe.


Ya sebenarnya wajar sih. Nggak Cuma Mbak Yayu saja. Banyak kok peserta yang masih baru di dunia blog dan baru pertama oprek-oprek blog termasuk HTML nya. Jadi benar-benar masih nol.


Perubahan blog yang moga bisa makin dekat dan bersahabat dg SEO. Asyek sih walau gak paham soal html. Tapi serulah ngoprek mainan baru.

Sama seperti Mbak Iva, beliau jadi semakin berani dengan mengoprek blog yang selama ini dihindari. 

Wa'alaikumsalam Mba.. Klo tanya perubahan ke performa blog belum terasa signifikan sih Mba.. Tpi jdi byk dpet ilmu baru dan lebih tau seluk beluk settingan blog kita..Trus jdi makin terpacu jga buat berani oprec yg selama ini dihindari yaitu edit html..😁


Sama seperti saya, dulu banyak bahasa HTML yang nggak saya pahami. Setelah mengikuti kelas BRT gratis dari Mbak Monica dan Mas Pewe saya pun jadi tahu beberapa tentang bahasa HTML di blog.


Bagaimana perasaan saya mengikuti kelas BRT?

Kelas kali ini saya hanya mengalami beberapa revisi di bagian Homepage blog saya. Ada rasa lega sebenarnya. 


Saya juga agak waswas karena kalau saya kurang teliti dengan blog sendiri, dengan tugasnya atau juga blog teman-teman jadi ya merasa bersalah gitu.


Jadinya saya hanya bisa bantu sedikit pada teman-teman kelompok yang masih bisa saya bantu. Sedangkan kalau bagian yang sulit dan saya belum pernah mengalami itu saya yang nggak bisa. Bukan pakarnya eh. 


Saya pun belajar koding secara otodidak. Khusus koding di HTML blog. Dan itu kebanyakan memang lihat tutorialnya di artikel. Kalau nggak ada dan nggak berhasil, baru saya tanya para coach.


Coach yang paling berkesan

Untuk kelas BRT sekarang, sampai di tugas tiga ini, Coach Gilang yang paling berkesan. Dari lama Mbak Gilang emang keren banget. Udah nguasain bahasa HTML. Apalagi pas tahu indikator Meta SEO Inspectornya OK itu bikin hati takjub. 


Waktu kelas sebelumnya juga Mbak Gilang yang juga kasih tahu dari mana sampai baris mana yang harus dihapus, ditambahkan atau diganti. 


Coach Priyo yang juga mantap sekali sih. Sabar menjawab pertanyaan para peserta yang benar-benar masih asing dan awam dengan permasalahan blognya. Masyallah luar biasa. 


Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, kalau kalian selama ini takut buat utak-atik blog dan ingin blog kalian ramah dengan SEO dan bisa muncul di page one, besok-besok ikut aja kelas BRT. Dan yang paling penting, komitmen kuat yang harus dijaga. Jangan menyerah. 


Saya pun sempat menyerah di kelas sebelumnya karena ada satu tugas yang saya nggak berhasil-berhasil. Tapi saat saya coba lagi ternyata bisa. Dan teman-teman di kelompok saya begitu. Ketika mencoba pertama gagal, coba lagi ternyata bisa. 


Demi performa blog yang baik dan demi belajar SEO ya harus sampai selesai nih kelasnya. Semangat !


Read More

Mungkin teman-teman ada yang baru dengar tentang Google Analytics (GA) dan Google Search Console (GSC). Dalam dunia blog, dua alat itu sebenarnya penting. Dulu, aku ngeblog juga tidak tahu apa itu GA dan GSC. Itu pun beberapa kali dikirimin email tentang perlunya pasang GA dan GSC. Pernah suatu ketika, sebuah perusahaan website travelling di Paris mengirimiku email untuk mengajak kerja sama untuk menulis artikel dengan upah per view dengan bayaran Euro. Karena waktu itu aku tidak paham dengan view per artikel dan GA jadilah aku kehilangan kesempatan itu. Setelah itu, aku memasang GA.


Sampai akhirnya aku tahu sekilas tentang GA setelah beberapa kali mendapat job menulis dimana diminta view per artikel dari GA. Setelah itu aku memasang GSC meskipun aku tidak begitu memaksimalkan dua fitur tersebut.


Tanggal 19 Juni 2021 hari sabtu lalu, aku mengikuti kelas BRT yang membahas tentang Audit Web dan Cara Menggunakan Tools Audit. Pematerinya adalah Mas Priyo Harjiyono. Beliau menjelaskan tentang Tools Audit Web seperti Google Analytics dan Google Search Console.


Oiya, terima kasih dulu buat Mas Punto, Mbak Monica Anggen, Mba Gemaulani, Mas Ardhi yang sudah memberikan ilmunya terkait dengan SEO blog. Semoga Allah yang balas kebaikan kalian ya. Amiinn.

 

Lanjut…

 

Apa itu Google Analytics dan Google Search Console?

Pengertian Google Analytics adalah layanan gratis dari Google yang menganalisa trafik web kita dan didasarkan pada beberapa acuan seperti real-time, audiens, akuisisi, perilaku dan konversi. Sedangkan pengertian Google Search Console adalah layanan gratis dari Google yang memberikan analisis performa blog kita juga konten terbaik di blog kita.

 

Apa saja yang ada di Google Analytics?

Ada lima laporan yang ada di GA seperti:


Realtime

Kita bisa melihat pengunjung yang datang ke blog kita berdasarkan waktu saat itu atau real time.  Laporan realtime ini bisa kita lihat berdasar lokasi, organic atau bukan, artikel apa yang dibaca, device mobile atau desktop.


Audience

Dari audiens ini kita bisa melihat data jumlah data user yang berkunjung ke blog kitabisa dilihat dari waktu hari, minggu atau bulan. Selain itu juga kita bisa melihat pageview, bounce rate, durasi sesi, jumlah sesi per user, jumlah sesi, negara ataukota, penggunaan device. Tak hanya itu,kita bisa melihat pengunjung berdasar demografi dan ketertarikan. Dengan begitu kita bisa menentukan konten apa yang akan menarik mereka untuk berkunjung ke blog.


Acquisition

Akuisisi ini digunakan untuk melihat sumber trafik yang paling dominan. Seperti dalam blog saya, pencarian secara organik alias memang pengunjung mencari di google dengan kata kunci tertentu bukan dari share link.


Behavior

Dari perilaku pengunjung, kita bisa melihat alur perilaku,konten situs, kecepatan situs, penelusuran situs, dan lainnya. Kita bisa melihat halaman yang paling banyak di klik, jumlah pageview, landing page, dan lainnya.


Conversions

Sementara konversi ini biasa digunakan oleh pemilik blog untuk tujuan tertentu seperti blog dengan e-commerce. Sehingga bisa melihat kinerja produk, kinerja pemasaran dan transaksi yang dilakukan.


Apa saja yang ada di Google Search Console?

Di GSC ini kita bisa melihat Performance, URL Inspection, Coverage, Sitemaps, Page Experience,Core Web Vitals, dan Mobile Usability. Kita bisa melihat kinerja blog berdasar total klik pencarian artikel dalam blog kita, melihat impresi, CTR, LCP dan posisi web dalam Google.


Tujuan pemasangan Google Analytics dan Google Search Console

Jika ditanya, apa perbedaan Google Analytics dan Google Search Console? Google analytics itu lebih menunjukkan trafik dari blog kita. Misalnya berapa view per hari, minggu dan bulan. Tak hanya itu, kita juga bisa melihat trafik blog berdasarkan demografi (usia, jenis kelamin, hobi), lokasi penelusuran (kota dan Negara) dan rata-rata penggunaan alat penelusuran (mobile atau desktop).


Sementara Google Search Console dipasang untuk melihat performa blog. Kita bisa melihat jumlah klik pada blog, keyword yang paling dicari, artikel yangpaling dominan di klik bahkan melihat kinerja blog berdasarkan LCP dan CSL atau pagespeed.

 

Pentingnya Google Analytics dan Google Search Console

Pentingnya Google Analytics adalah

1.       Mengetahui jumlah pengunjung

2.       Mengetahui demografi pengunjung

3.       Mengetahui ketertarikan pengunjung

4.       Mengetahui aliran perilaku pengunjung

5.       Mengetahui lokasi pengunjung berdasar kota dan negara

6.       Menganalisis langkah yang harus diambil dalam pembuatan konten untuk menarik pengunjung.


Pentingnya Google Search Console adalah:

1.       Mengetahui URL yang perlu diperbaiki

2.       Mengetahui kecepatan website jika dibuka melalui mobile dan desktop

3.       Membantu menemukan keyword yang paling dicari

4.       Membantu web terindeks google dengan sitemap

5.       Mengetahui halaman yang paling sering diklik, negara pengunjung terbanyak, device yang paling banyak digunakan.

6.       Membantu memperbaiki kinerja blog.

 

Itulah kenapa kita yang serius ngeblog dan ingin menghasilkan cuan dari blog eh biar blognya optimal maka GA dan GSC ini perlu dipasang. Banyak kok cara memasang Google Analytics dan Google Search Console.

Read More
Kalau ditanya kenapa bisa lolos UWRF, saya pasti bingung mau menjawab apa, karena saya pun nggak tahu. Mungkin memang lagi rezeki kali ya. hehe.

Beneran, deh. Saya tuh nggak punya cerpen yang dimuat di media tapi memang saya beberapa kali menulis cerpen meski cuma saya simpan saja di laptop. Belum ada keberanian lah buat kirim ke media. Saya ikut lomba saja kalah terus. Haha. Sampai suatu ketika, saya memberanikan diri merombak cerpen yang saya ikutkan lomba yang kalah. Hasil rombakan yang saya kirim ke UWRF juga berbeda jauuuhhhh, meski hampir sama tentang pemanen madu.


Hal Yang Saya Lakukan Sebelum Ikut Seleksi UWRF 2019


Meski saya nggak tahu kenapa saya bisa lolos, saya mau share aja apa yang saya lakukan sebelum saya mengirim cerpen ikut seleksi. Sekalian biar saya juga ingaat terus bagaimana saya bisa menghasilkan cerpen saya Nyanyian Pilu Meo Oni yang Terdengar dari Hutan Nunsulat.

1. Baca buku

Saya sudah tamat membaca buku Kompas Jurnalistik ke NTT, saya sangat tertarik pada bahasantentang Meo Oni, petani madu dari NTT. Menurut saya sangat unik karena mereka tidak boleh berbuat jahat sebelum memanen madu. Mereka punya ritual pembersihan diri Nakete sebelum memanen madu. Saya kebayang, betapa mendebarkannya saat mereka harus memanen madu di atas pohon Ankai yang sangat tinggi di hutan. Terus saya membayangkan bagaimana kalau mereka tidak benar-benar bertobat saat pembersihan diri itu? Katanya, mereka akan mendapat musibah, entah digigit tawon atau jatuh dari pohon. Nah, dari sini saya coba dramatisir cerita. Dari baca buku ini saya juga mengetahui kondisi lain bahwa orang sana begitu kesulitan sehingga kerja ke kampung lain. Namanya Sore-Kasih artinya kerja pagi dan upah dikasih saat sore hari.

2. Lihat Youtube

Karena saya belum yakin dengan kondisi di sana, jadi saya coba cari di Youtube tentang Meo Oni atau panen madu di NTT. Ternyata banyak sekali dokumentasi panen madu hutan. Jadi saya bisa terbayang bagaimana mereka berjalan ke hutan, mendengar suara hewan, bernyanyi, kemudian memanen. Menonton ini sebenarnya bertujuan untuk menempatkan diri saya sendiri di lokasi tersebut, meski saya belum pernah ke sana. Dengan begitu, cerita lebih hidup seolah-olah kita pernah mengalami memanen madu. Perasaan inilah saya tuangkan dalam cerita. Bagaimana mengerikannya mereka memanjat pohon yang tinggi di pinggir jurang. Jadi saya sudah punya bayangan saat akan mendeskripsikan latar dalam cerita saya.

3. Baca blog orang

Mungkin karena di pedalaman, jadi masih jarang sekali orang yang menuliskan pengalamannya saat berkunjung ke daerah tersebut. Tentang bagaimana perilaku masyarakat, makanan khas yang biasa mereka makan, atau mungkin bagaimana bentuk tempat tinggal mereka (jarak yang berjauhan, berdempetan, rumah kayu lantai tanah, dll). Itu semua menjadi penting, agar cerita menjadi sangat kental lokalitasnya. Dari baca-baca blog ini, saya jadi tahu makanan khas mereka (seperti yang ceritakan sedikit saat Rachel berbicara dengan ibunya yang merupakan sebuah konflik awal ketika waktu makan). Saya juga jadi tahu tempat tinggal mereka sehingga begitu kerasa bagaimana kondisi perekonomian mereka, yang kemudian saya hubungkan dengan pekerjaan Rachel dan ibunya menjadi pekerja Sore-Kasih. Kenapa harus ada jenis pekerjaan itu? Karena tidak mau terkesan menempel, jadi setelah mereka pulang kerja Sore-Kasih itulah si Rachel bertemu Victor. Nah, saya sungguh berterima kasih bagi kalian-kalian yang suka bepergian ke bagian belahan bumi mana pun dan menceritakannya lewat blog, media sosial yang bisa diakses umum, atau pun mendokumentasikannya lewat Youtube.

    

Saya pun menulis dengan bayangan yang sudah ada di kepala saya. Saya tulis aja lah pokoknya semua yang ada di kepala. Masalah utamanya adalah si ibu yang nggak setuju Rachel dengan kekasihnya yang jadi Meo Oni. Saya bahkan belum tahu cerita akhirnya tapi saya tulis. Sampai cerita akhirnya menggantung.

Cerita awalnya juga, hanya seorang wanita, Rachel yang menjalin kasih dengan seorang Meo Oni, Victor. Rachel ingin meminta kejelasan hubungan mereka tapi Victor belum tahu ke arah mana. Apalagi ibunya Rachel tidak setuju dengan pekerjaan Victor. Isu sosial ini sebenarnya sudah sering terjadi di lingkungan manapun. Ibu yang tidak setuju dengan pasangan anaknya hanya karena pekerjaan yang tidak jelas. Nah, saya tambahkan juga, kenapa ibunya tidak setuju? rupanya bapaknya Victor dulu juga Meo Oni dan meninggal karena jatuh. Terus saya hubungkan, apakah si suaminya itu melakukan kesalahan? dan saya pun memilih si suami selingkuh. Kemudian awalnya saya terbayang, Victor ini ternyata punya kekasih. Tapi saya rasa kurang kuat. Terus pas saya tahu tema UWRF ini karma, maka saya hubungkan saja. Apa yang dilakukan bapaknya Rachel kembali kepada Rachel. Jadi saya bayangkan Victor ini sudah punya istri. Dan istri ini adalah selingkuhan bapaknya Rachel dulu. Jadi karmanya, bapaknya selingkuh maka anaknya jadi diselingkuhi. Mbulet ya? :D

Plot

Awalnya plotnya maju saja. Tapi katanya awal yang memikat itu dari sebuah tragedi, atau misteri agar orang mau membaca terus. Jadi saya buat tragedi si istri Victor menangis2 melihat Victor berdarah-darah jatuh dari pohon. Setelah itu, saya pakai alur mundur ketika Rachel dan ibunya berdebat tentang pasangan Rachel. Kemudian mundur lagi tentang pertemuan Rachel dan Victor. Kemudian maju saat Rachel meminta kejelasan hubungan. Kemudian maju lagi saat tragedi Victor jatuh di pohon. Kemudian kembali saat tragedi istri Victor menangis-nangis saat warga sedang melayat ke rumah Victor yang memunculkan obrolan ibunya Rachel dan Rachel. Nah, disini saya baru membuka rahasia bahwa Rachel baru tahu kalau Victor sudah punya istri tapi ibunya tidak tahu kalau kekasihnya itu adalah Victor. Jadi jangan buka rahasia di awal cerita, ya! hehe.

5. Minta Kritik Saran, Menghapus, Menambah, Menulis

Setelah itu saya minta krisan dari teman saya, apa yang aneh dan kurang. Bahkan saya baru sadar temanya adalah Karma setelah cerpen yang belum dikritik teman saya itu selesai. Setelah itu, saya rombak lagi dan saya tambah lagi, sampai akhirnya menghasilkan tulisan yang saya kirim untuk seleksi UWRF dan pastinya sesuai tema.

6. Check persyaratan

Nah, ini sangat penting sekali. Setelah cerpen selesai dan akan dikirim saya buka lagi persyaratan yang diminta.
Coba kita lihat persyaratan seleksi UWRF 2020 ya...

- Karya dikirim dalam bentuk dokumen digital (Word atau PDF) yang dapat diunggah melalui formulir di bawah. -->Cerpennya diunggah yaa ..nggak pake email2an sama panitianya..

- Karya yang dikirim merupakan karya asli, bukan saduran, terjemahan, maupun tiruan. Panitia menggunakan piranti lunak untuk memeriksa kemungkinan karya tiruan. --> CHECK

- Karya yang dikirim merupakan karya fiksi berupa cerita pendek atau puisi. --> CHECK

- Karya yang dikirim merupakan karya yang belum pernah diterbitkan. --> CHECK

- Karya yang dikirim mencerminkan pergulatan manusia dengan isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan. --> Nah, coba deh identifikasi mana isu sosial, isu budaya dan isu lingkungan di cerita kalian?

- Karya yang dikirim menunjukkan kreativitas dalam penggarapan cerita serta pelukisan karakter. --> Twist juga merupakan salah satu kreativitas dalam cerita ya (so jangan umbar semua rahasia ya!) CMIIW. Apa cerita kalian sudah menunjukkan kreativitas? Pelukisan karakter. Kalo ini sudah pasti jago semua ya.

- Peserta cukup mengirimkan satu karya untuk cerita pendek atau dua karya untuk puisi. --> CHECK

- Panjang maksimal untuk karya dengan kategori cerita pendek adalah 3.000 kata. --> CHECK

- Panjang maksimal untuk karya dengan kategori puisi adalah 300 kata. --> CHECK

- Panitia memiliki hak untuk menerjemahkan serta menerbitkan karya-karya yang terpilih ke dalam antologi tahunan festival. -->OK. kalian pasti menyetujui kan.

- Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online melalui tautan di bawah. --> JANGAN LUPAKAN INI YA....

- Paling penting, PERHATIKAN HARI DAN JAM pengumpulan terakhir. Jumat, 6 Maret 2020 jam 5 sore ya..

Jadi jangan sampe ada yang ngirim jam 11 malam pas saat akan ganti hari (seperti saat ikut lomba2 lain yang deadline nya tengah malam).

Saya sendiri pun tak menyangka bisa menghasilkan cerpen begitu dalam semalam (meski persiapannya dari membaca dan menonton bisa sampai sebulan), tiga hari menjelang deadline. Jadi saya menulisnya mengalir saja.

Tapi bukan berarti kalian harus mengikuti plot saya yang maju mundur maju mundur cantik! Jika itu ternyataa membuat ceritamu malah nggak seru ya nggak usah dipaksain plot itu. Dan kalian juga nggak perlu cerita budaya kalau misal kalian sendiri nggak menguasai permasalahan sosialnya. Kalian bisa cerita tentang isu sosial, budaya, lingkungan di daerah urban. Yang paling penting sesuai persyaratan yang diminta.

Saya juga nggak yakin apa saya bisa membuat cerita budaya seperti itu lagi? Sungguh itu kelangkaan yang benar-benar langka. XD


Cerita saya tentang Ubud Writers and Readers Festival.
Read More
Saat mengikuti Workshop Kompas 2015, peserta dapat goodie bag yang isinya kereenn kereenn, mulai dari note, pulpen Kompas, topi bahkan yang paling menarik dapat buku Antologi Cerpen Pilihan Kompas 2014. Dan buku itu baru selesai baca ya baru minggu kemaren dan sempat ngeblog juga baru sekarang, hehe...



Aku coba mengulas secara singkat mengenai komentar juri Kompas, menyimpulkan buku antologi cerpen tersebut. Setiap minggu koran Kompas selalu ada rubrik Cerita Pendek. Dari semua cerpen yang tembus di koran minggu masih harus diseleksi lagi untuk dijadikan Antologi Cerpen Pilihan Kompas.

Penulis

Penulis yang terlibat pun dari tiga generasi ada 25 penulis, yaitu Afrizal Malna, Agus Noor, Anggun Prameswari, Budi Darma, Des Alwi, Djenar Maesa Ayu, Eep Saefulloh Fatah, Faisal Oddang, Gde Aryantha Soethama, Guntur Alam, Gus tf Sakai Indra Trenggono, Joko Pinurbo, Made Adnyana Ole, Parakitri T. Simbolon, Putu Wijaya, Radhar Panca Dahana, Sapardi Djoko Damono Seno Gumira Ajidarma, Tenni Purwanti, Triyanto Triwikromo, Vika Wisnu, Yanusa Nugroho, Zaidinoor, LG Saraswati Putri.

Juri

Juri pemilihan cerpen Kompas dalam antologi cerpen piliha Kompas 2014 adalah Frans Sartono, Hariadi Saptono, Myrna Ratna, Putu Fajar Arcana, Efix Mulyadi.

Kriteria Layak

Rubrik Cerpen di Koran Kompas (bagiku) sangatlah susah ditembus. Kita harus memiliki ide, alur, pesan yang menarik dalam sebuah cerita. Nah, bagaimana cerpen-cerpen Kompas yang layak masuk dalam Antologi Cerpen Pilihan Kompas? Kompas memiliki kriteria tulisan layak dimuat Kompas. Cerita yang mengangkat kisah kehidupan, ekspresi kebudayaan dan nilai keutamaan dari berbagai kelompok masyarakat.

Keunikan setiap cerita membuat juri jatuh hati.

Karya Vika Wisnu berjudul "Pacar Pertama" memiliki problematika, pendekatan dan penuturan yang mirip seperti cerpen di majalah wanita. Hal ini sebagai tujuan untuk merengkuh pembaca yang selama ini kurang direngkuh.

"Angela" menyuguhkan situasi yang aneh dengan karakter yang unik, juga dongeng yang kesan mendalam.

"Travelogue" nya Seno dan " Matinya Seorang Demonstran" menunjukkan kelihaian seorang penutur terhadap suatu kisah.

"Kaing-kaing Anjing Terlilit Jaring" menunjukkan sikap manusia yang gampang terjebak pada jaring-jaring pemikiran yang dibangunnya sendiri. Cerita ini mengkritisi sikap manusia yang sering terjadi.

"Lima Cerpen Sapardi" yang segar dan ringkas.

tapi satu cerpen yang terpilih untuk dijadikan cover buku adalah karya dari Faisal Oddang berjudul "Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon". Tulisan ini memiliki kelebihan dalam perkara unik budaya yang mencerminkan keragaman Indonesia

Banyaknya bahasa daerah yang muncul dan menyulitkan pembaca mengerti artinya walaupun diberi footnote bagi juri kompas tidak mengapa. Bagi juri, hal itu sebagai keutuhan ekspresi budaya yang selama ini kurang dikenal. Dengan kata lain, istilah, sejumlah kosakata, cara berpikir, adat, kepercayaan dan seluruh elemen budaya Toraja merupakan subject-matter dari karya yang bersangkutan.

Menurut juri, Faisal Oddang berhasil menempatkan kata dan istilah yang terkesan asing itu secara hati-hati. Tidak ada satu pun yang tidak berguna dalam membangun ceritanya. Cerpen itu memiliki syarat-syarat kelengkapan sebagai cerpen yang baik. Menurut juri, Faisal berhasil menyuguhkan karya yang kaya warna dan dinamika. Ia selalu menantang rasa keingintahuan pembaca dan disajikand engan teknik penceritaan yang unik dan khas.

Warna Lokal

Kebanyakan cerpen Kompas mengangkat tema budaya lokal. Elemen adat dan kepercayaan lokal hanya menjadi latar cerita. Artinya kalau kisahnya dipindah ke daerah lain tidak akan merusak keutuhan cerita.

Akan tetapi jangan sampai unsur lokal itu menjadi latar yang benar-benar tidak dibutuhkan. Juri menganggap hal itu sama buruknya dengan memberi setting di luar negeri akan tetapi kisahnya tetap menarik jika lokasinya di pindah ke Klaten. Latar yang menjadi sia-sia nggak berguna kan?

Bagiku itu yang menjadi PR penulis, bagaimana agar latar itu, unsur budaya tidak sekedar menempel tapi memiliki hubungan erat dengan keutuhan cerita. Karena sebagian penulis akan memasukkan unsur lokal atau luar negeri itu sebagai daya tarik belaka.

Tapi ada juga penulis yang berhasil meramu unsur lokal benar-benar sesuai kebutuhan seperti karya Gde Aryantha Soethana yang masuk ke ranah spiritual, yang tidak kasatmata, dalam alam kepercayaan Bali.

Begitu juga dengan cerpen Emil Amir berjudul "Ambe Masih Sakit" tentang adat Toraja dan karya Sandi Firly berjudul "Perempuan Balian" tentang ritual pengusiran roh jahat di kawasan pegunungan Meratur, Kalimantan Selatan.

Cara Mempelajari Teknik Berkisah

Menurut juri, cerita dengan warna lokal mengundang petualangan imajinasi dan memberi harapak akan pencarian terhadap kisah-kisah yang khas Nusantara.
Juri juga memberi tips cara mempelajari teknik berkisah yaitu:

  • Membaca kisah-kisah dunia
  • Mengikuti workshop menulis dengan guru-guru mumpuni
  • Dalam mengamati kisah yang terjadi di masyarakat tradisional, diperlukan waktu yang lama dan matang, karena menurut juri tidak bisa melakukannya dalam sehari

Demikian sharing yang bisa aku lakukan setelah membaca Antologi Cerpen Pilihan Kompas 2014. Semoga kita terus berkarya bahkan bisa terpilih dalam rubrik Koran Minggu Kompas.
Read More
Lama banget nggak nelorin tulisan di blog gimana bisa dapet PA (page authority) mendekati 100, kalau ngeblog aja mood-moodan. Iya di draft masih banyak di otak juga masih banyak, lah tapi kok ngga nelor sih.

Akhirnya ini, ngeblog lagi. Kali ini tentang sharing pengalaman Workshop Cerpen Kompas. Sejak ikut organisasi kepenulisan FLP Malang, passion yang terpendam saat SD eh SMP, dimunculkan lagi. Terbiasa menggunakan otak kiri, saat ingin menghasilkan karya fiksi, otak kanan sepertinya sudah kaku sekali. Permainan gitar yang biasa kupetik (genjreng lebih tepatnya) rasanya juga tak mampu membuat otak kananku berkembang.

Alhasil, selalu ketawa saat dikritik karyanya karena terlalu otak kiri, kurang imajinatif, kurang dramatis, kurang berperasaan, kurang emosional lah intinya. Haha.

Pendaftaran Workshop

Suatu ketika, dari grup FLP ada pengumuman Workshop Cerpen Kompas yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang dan kerjasama dengan Kompas. Memang workshop ini sudah dilakukan di banyak kampus. Dan kali ini workshopnya diseleksi. 30 orang yang terpilih cerpennya berhak mengikuti workshop. Waktu itu,mikirnya pengen ikutan, biar tahu bagaimana sih style dan trik orang Kompas bikin cerita yang dianggap layak masuk Kompas. Karena yang datang langsung, cerpenis Kompas, Agus Noor dan juga editor Kompas, Putu Arcana.

Awalnya sih mikir pesimis, mungkin nggak sih bersaing sama mereka? Maklum baru menyentuh dunia kepenulisan juga tahun kemarin. Bersaing sama orang-orang se jatim yang sudah punya pengalaman nulis lebih lama dan juga belajar karya sastra sudah lama.

Sampai beberapa hari menjelang batas terakhir pengumpulan, masih aja kurang ide. Bahkan galau, ikut apa nggak. Atas dorongan mbak wulan, ketua FLP malang, akhirnya ikut juga. Karya kukirim ke mbak wulan untuk dikoreksi sebelum dikirim ke panitia. Ada dua cerita, tentang albino di Afrika dan tentang gadis Tengger yang terjebak karena adat. Semua bukan teenlit loh ya, tapi tentang kebudayaan. Cerpen kedua aku buat saat hari H pengumpulan. Wew. Karya fiksi nggak bisa begitu sebenarnya. Ia butuh waktu dipendam sebelum akhirnya dipublikasi.

Setelah transfer biaya pendaftaran 25ribu, aku datang ke rumah mbak Wulan minta saran. Dan yah, lagi-lagi otak kiri banget katanya. Hahaha...
Setelah bertapa di depan laptop, jam 9 malam, cerpen Kabut Bromo ku akhirnya selesai. Dan well, aku kirim lah. Biarin deh kalau nggak lolos.

Pengumuman

Pengumumannya diundur sehari karena yang ikut mbludak, kata panitia via email dan sms. Baiklah, sainganku ternyata banyak.

Keesokannya, coba cek email. Ada email masuk katanya aku lolos jadi peserta workshop. Hahahhaaa, itu respon pertama saat tahu aku lolos. Gimana nggak ketawa, bisa-bisanya karya itu layak. Yang jelas, kalau nggak karena mbak Wulan juga nggak mungkin bisa lolos. Trims mbak wul.

Workshop

Hari H workshop pun tiba. Emak-emak yang lagi bawa 1 kilo makhluk mungil di perutnya berharap semoga kuat sampai selesai. Kalaupun nggak, siap-siap minta jemput buat pulang. Workshop rencananya dari jam 9 sampe jam 5.

Sampai di perpus UM, panitia memberikan seminar kit gitu, goodie bag yang isinya topi dari kompas, blocknote, pulpen, kumpulan cerpen kompas pilihan 2014 juga baju yang harus dipakai saat itu juga, serta sekotak snack.



Acara pun dimulai, setelah sambutan-sambutan (dari sambutan aku tahu total pendaftar sekitar 70an) kemudian presentasi dari Bli Can. Diawali dengan permainan bahwa seluruh peserta memilih seorang peserta lain yang tidak dikenal dan melakukan percakapan, dan di akhir workshop menjelaskan tentang karakter lawan bicara. Setelah itu, Bli Can menjelaskan tentang sejarah rubrik cerpen Kompas dari dulu hingga sekarang. Terus ada grafik juga kecenderungan penulis mengirim cerpennya. Dari grafik itu bisa disimpulkan...

Tips mengirim cerpen ke koran Kompas:

Jangan mengirim karya saat peak month

Sebenarnya agak susah disimpulkan karena dalam dua tahun jumlah pengirim cerpen yang cukup tinggi di akhir dan awal tahun, pertengahan juga. Tapi dalam satu tahun, kecenderungan penulis menurun di awal tahun. Entahlah. Mungkin kesimpulan sementara bahwa peak month nya di awal dan akhir tahun (setelah tulisan blog ini terpublish bisa jadi malah trend peak month nya berubah, bukan lagi awal dan akhir tahun, hehe). Dari situ juga kebayang, mungkin untuk rubrik opini juga gitu kali ya..

Penulis yang sudah dikenal

Yang ini agak susah bersaingm karena saat kita mengirim karya dan saat itu ada penulis yang sudah dikenal kompas. Maka biasanya editor bakal memilih penulis yang sudah mereka kenal untuk dipublikasi.

Inti Workshop

Yang jelas, aku termasuk peserta workshop pasif. Kenapa? Satu, aku bukan terlahir dari jurusan sastra. Dan aku baru saja mengenal dunia kepenulisan karya fiksi. Kedua, tentu ada ketidakpercayaan diri, biasanya persentasi tentang tata kota, sekarang kudu berkata-kata sastra. Ketiga, kaum pemerhati sepertiku hanya belajar dari mereka yang sudah lebih berpengalaman dariku.

Saat inti ini diisi langsung oleh cerpenis Kompas, Agus Noor. Ia mengungkapkan tips menulis berikut.

Di awal kalimat, beri perspektif berbeda

Beliau memberi game untuk mendeksripsikan tentang ruang workshop. Bagi sebagian peserta workshop, menjadikan deskripsi ruang sebagai cerita inti yang singkat, padahal bisa dijadikan latar belakang dari cerita inti. Dan pemikiran Agus Noor memang agak beda.

Beri sesuatu agar pembaca mempertanyakan, ada apa ini? Kira-kira orang lain tidak kepikiran. Selain itu, jangan terlalu terbawa perasaan dulu.

Cara temukan ide : bermain kata

Kadang ide susah ditemukan saat tangan ingin menulis. Ada trik yang bisa memancing ide yaitu dengan bermain kata. Sebutkan kata yang terlintas yang paing utama, kemudian tulis kata lain yang terlintas, tak perlu berkaitan. Biasanya hasil dari karya ini nggak pernah terpikirkan oleh orang.

Selain itu, bisa juga diambil kata pungutan dari sobekan koran atau kata apapun yang ditemukan di jalan.

Bermain kata juga tidak gampang, saat kita menemukan kata-kata dalam sobekan kertas, maka kita harus merangkainya dengan kata sambungan seminim mungkin sehingga menjadi satu kalimat. Itu menguji keterampilan dan imajinasi kita.

Jika stuck? 

Membuat karya fiksi penulis juga pernah mengalami kebuntuan (stuck), maka menurut Agus Noor caranya adalah mendengarkan kisah atau curhatan orang lain atau juga bertemu orang. Bisa jadi curhatan itu menjadi inspirasi.

Bahkan ketika kita melihat di sekeliling kita, misal batu, maka deskripsikan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain tentang batu, maka gampang sekali membuat karya fiksi (okeh, kapan aku praktekkan setelah ini?).


Dalam workshop ini juga dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian tiap kelompok melakukan observasi di sekitaran kampus UM atau kalau mungkin melakukan wawancara. Kemudian, tiap kelompok membuat karya cerpen sesuai hasil observasi yang dibaca oleh perwakilan kelompok saat didepan.

Sayangnya, saat kelompokku belum dibahas, waktu sudah mendekati pukul 5 sore, dan didalam perut rasanya sudah pengen pulang dan baring-baring.
Demikian berbagi kisah workshop Kompas 2015. Yang terpenting sih, smoga bisa mempraktekkan ilmunya dan bisa mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti dan jangan sombong kalau udah jadi penulis. Apalagi jangan sampai lupa sama Yang Menciptakan kita karena berkat Dia, kita bisa bernafas dan menikmati karuniaNya (bahkan ketika menjadi penulis terkenal)...
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower