Suatu waktu, setiap kelompok untuk membuat perencanaan pariwisata di sekitar kota Malang. Kelompokku mengambil obyek wisata di Malang yaitu Waduk Selorejo. Kunjunganku dan teman kelompok untuk survey, mengenali lingkungan Selorejo, mencari kelebihan, kekurangan, kesempatan dan peluang. Aku ingat berdiri di atas pintu waduk yang tinggi saat petugas sedang menjelaskan. Aku juga masih mengingat saat berdiri di bebatuan di pinggir waduk, juga berfoto di depan lapangan yang luas seperti berada di luar negeri.
 |
| Zaman Alay alay nya waktu kuliah pergi ke Selorejo haha |
Kunjunganku kali ini, bukan untuk survey lagi dong, udah masa lalu bangettt hehe, tapi untuk menyenangkan para 10 cucu dari mertua ini. Agar mereka juga dekat dengan alam. Bersama keluarga mertua, kami mengunjungi Waduk Selorejo. Kalau untuk anak-anak sih pasti happy aja ya kemana pun pergi.
Pemandangan Indah Selama Perjalanan
Yang terbayang dalam kepalaku saat akan wisata ke Selorejo adalah perjalanannya yang berliku dan menanjak. Kadang bikin mual dan kepala pusing. Tapi... kalau sudah berada di perjalanan, pemandangannya membuat kita tersenyum.
Lepas dari Kota Batu, dari atas jalanan, kita bisa melihat permukiman di sisi kanan di kaki gunung. Udara sudah terasa semakin sejuk. Kita melewati daerah Payung, ada Payung 1 dan Payung 2 yang posisinya lebih tinggi, di mana warung-warung kayu banyak berdiri di pinggir jalan yang menghadap kota Batu. Saat malam tiba, pemandangan kota dari warung-warung ini memang indah.
 |
| Sumber : dheeva-wisata.blogspot.com |
Cahaya-cahaya kuat dan lemah terpancar dari bangunan-bangunan dari kota Batu. Dan biasanya, warung-warung itu didatangi oleh pasangan-pasangan yang belum sah, wkwkwkwk. Itu dulu... Payung jadi tempat favorit buat nongkrong pasangan muda-mudi. Sekarang udah sepi karena kalah saing sama cafe yang nggak kalah bagus pemandangannya.
Jalanan terus menanjak membuat kita harus bersabar jika ada mobil berjalan lambat di depan, dan tidak bisa menyalip jika ada kendaraan dari arah berlawanan yang tak henti-henti. Apalagi kalau ada bus kecil yang datang dari Kediri. Sabaar. Jalanan kecil dan menanjak memang harus ekstra hati-hati dan sabar.
Sebenarnya ada jalur yang tidak berkelok-kelok yaitu lewat kawasan villa Songgoriti, searah dengan wisata Paralayang Malang, tapi ada satu sisi jalanan yang cukup menanjak. Saranku, saat pulang pulang saja lewat sana. Jalur masuknya dekat wisata Florawisata Santerra De Laponte.
Lepas Songgoriti, kita tiba di pusat kecamatan Pujon, yang terkenal dengan susu sapi murni. Kalian bisa mampir ke koperasi Susu Sae Pujon untuk membeli susu sapi murni dan oleh-oleh khas Malang.
 |
| Koperasi Susu Sae Pujon (sumber: Jagad Tani) |
Nikmati perjalanan di pusat kecamatan Pujon ini, karena setelah itu, kita akan bertemu lagi jalan berkelok, naik turun dan sempit. Hehe. Siap-siap pusing lagi. Pemandangan sepanjang perjalanan dari Pujon ke Selorejo ini juga nggak kalah kerennya. Di sebelah kiri, tampak sungai bebatuan dengan aliran airnya yang cukup deras. Sebenarnya ada spot untuk rafting, tapi setiap melewati jalan itu, aku tidak pernah melihat orang rafting. Setelah menyeberangi jembatan, kita akan berjumpa sungai yang lebih lebar dan tak kalah deras di sebelah kanan.
Pemandangan yang tak kalah indahnya, kita bisa melihat air terjun Grojogan Sewu-nya Malang selama perjalanan. Aku tak pernah melewatkan pemandangan indah itu setiap melewati Pujon, kecuali saat malam hari dan mengantuk, hehe.
.jpeg) |
| Jalanan Pujon dari atas (IG: @brilly.hidayat) |
Perjalanan yang berliuk nan memabukkan itu terbalas dengan pemandangan yang indah. Kalau bisa lewat sini jangan pas masih gelap, karena menyeramkan. Tidak ada lampu jalanan. Kalaupun ada, penerangannya minim sekali.
Sepanjang jalan, kita juga pasti akan tergiur dengan para penjual buah pinggir jalan, apalagi kalau lewat Pasar Pujon. Biasanya penduduk menjual durian di pinggir jalan.
Setelah satu jam lebih perjalanan, tibalah kami di Ngantang. Di sisi kiri jalan, perairan terlihat dari kejauhan. Tandanya, Waduk Selorejo sudah semakin dekat. Di pertigaan jalan, seperti yang tertera pada papan nama, kami belok ke kiri menuju Waduk Selorejo.
Taman Wisata Waduk Selorejo
Taman wisata Selorejo berada di Ngantang, Kabupaten Malang, dengan ketinggian 600 mdpl. Udaranya masih sejuk. Panorama alamnya indah karena waduk ini dikelilingi oleh Gunung Kawi, Gunung Kelud dan Gunung Anjasmoro.
Oiya, waduk dan bendungan ini meski istilahnya hampir mirip, tapi secara fungsi berbeda. Waduk memiliki struktur fisik yang berupa bendungan yang dibangun untuk menahan laju air sungai. Jadi waduk adalah perairannya atau danau buatannya yang terbentuk di belakang bendungan. Sedangkan bendungan adalah struktur fisiknya.
Bendungan Selorejo mulai dibangun November 1963 dan baru beroperasi 9 tahun kemudian. Kerennya, bendungan Selorejo ini menjadi bendungan pertama di Indonesia yang dibangun dengan teknik grouting dengan kedalaman rata-rata 30 meter untuk mencegah kebocoran bendungan.
Kukira, air di bendungan ini hanya terbatas mengairi lahan pertanian di sekitar Ngantang saja, ternyata bisa sampai Pare dan Jombang. Selain itu, air di bendungan ini dimanfaatkan oleh PLTA Selorejo untuk pembangkit listrik.
Tiket Masuk Waduk Selorejo
Tibalah kami di pintu masuk Waduk Selorejo. Awalnya kami sempat bingung di mana pintu masuknya, sepertinya kami terlalu pagi datangnya. Ada beberapa gerbang dan minim penanda. Seingatku, seseorang mengarahkan kami ke pintu masuk wisata. Kami tiba di Selorejo masih pagi sekitar pukul 08.00.
Tiket masuk Waduk Selorejo murah sekitar Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,-. Sekitar itu yaa, aku lupa pastinya, karena waktu itu jadi satu dibayarin sama mertua. Wkakakak.
Jam buka Taman Wisata Selorejo pukul 08.00 - 17.00 WIB. Kami ke sana sekitar jam 8 masih belum banyak wahana yang buka. Waung-warung sebagian sudah ada yang buka tapi ada juga yang belum. Sebenarnya enak datang pagi-pagi atau sore sekalian.
Aktivitas di Taman Wisata Selorejo
Meski kami sudah tiba di Taman Wisata Selorejo sebelum loket belum dibuka, kami masih ada waktu bersantai sebelum memulai beraktivitas. Kalau lihat di internet, memang taman wisata Selorejo ini bisa dibilang biasa saja. Cuma bagi anak-anak membuat mereka senang.
Sebenarnya seru atau tidaknya tempat wisata tergantung individu masing-masing. Apakah akan menikmati apa yang ada di hadapannya atau tidak. Aktivitas yang bisa dilakukan di Taman Wisata Selorejo bisa tergantung individu masing-masing mau apa. Mau memancing, piknik sendiri atau menikmati danau sambil baca buku, berbincang atau berfoto-foto, atau cuma jalan-jalan saja. Nikmati apa yang bisa dinikmati meski capek dan panas. Haha.
Piknik
Ketika tiba di taman wisata Selorejo, kami semua menggelar tikar dan mengeluarkan semua makanan dan minuman yang sudah kami bawa dari rumah. Anak-anak pun dengan lahap sarapannya karena memang sudah lapar menunggu makan. Ditutup dengan Thai Tea lezat yang dibikin sendiri sama adik ipar yang jago masak.
Main Mobil Aki Jeep
Setelah lapar nampaknya sudah hilang dari mata-mata kami dan semua makanan dan minuman selesai dibereskan, kami berjalan ke lapangan terbuka dengan pemandangan waduk dan pegunungan di depan kami. Tulisan Exotic Selorejo berwarna warni menjadi tempat berfoto. Di lapangan, belum ada apa pun. Masih sepi. Pengunjung belum datang.
Anak-anak sudah berlarian ke sana kemari. Tak lama, seseorang mengeluarkan mobil aki jeep dari kendaraannya. Mata anak-anak menjadi berbinar. Mereka tak sabar ingin bermain mobil aki jeep yang bisa dinaikin dan dikendalikan (sendiri/remot).
Harga satu mobil aki Jeep kalau nggak salah 30k. Sekitar itulah ya. Seperti biasa, para cucu dengan jarak usia yang dekat, semua rebutan ingin menaiki mobil favorit. Pada akhirnya, orang tua lah yang akhirnya harus merayu agar mau menaiki mobil yang lain. Kadang yang kecil nggak mau mengalah, satu mobil berdua, dan mau nyetir sendiri. Haha.
 |
| Rombongan para cucu foto dulu |
Naik Perahu
Melihat danau yang luas, di tengahnya seorang nelayan naik perahu kecil sedang menangkap ikan, ada rasa ingin naik perahu. Tentu saja, karena tidak ingin sia-sia, sudah datang jauh-jauh tapi tidak menikmati naik perahu di Selorejo.
Setelah puas bermain mobil aki Jeep, aku bertanya-tanya bagaimana untuk naik perahu di Selorejo. Ada dua jenis perahu, dayung dan motor. Tapi waktu itu air sedang surut, jadi kami naik perahu dayung. Harga naik perahu di Selorejo sekitar Rp. 150.000,-/ perahu. Satu perahu bisa dinaiki 8-10 penumpang. Karena kami banyak orang, jadi kami sewa 2 perahu.
Rombongan kami dibagi dua. Karena surut, kami tidak naik langsung di dermaga tapi harus berjalan sedikit ke tengah, menuruni jalan tanah yang ditumbuhi rerumputan.
 |
| Rombongan 1 |
Perahu pertama mulai jalan. Tanaman enceng gondok memenuhi pinggir waduk dan menyulitkan perahu untuk jalan ke tengah.
 |
| Rombongan 2. Ada pelampung tapi nggak dipake *janganditiru :D |
Sayangnya, karena surut, kami tidak bisa sampai tengah karena waduk dangkal dan tertutupi tanaman.
 |
| Waduk Selorejo yang surut dan dipenuhi tanaman |
Begitu saja, anak-anak sudah senang. Mereka punya pengalaman naik perahu di waduk dan agar anak-anak merasa lebih dekat dengan alam.
Berenang
Aktivitas terakhir yang kami lakukan di Selorejo adalah berenang. Untuk mencapai kolam renang ini, kami harus menyeberangi jembatan gantung yang melewati bendungan. Kami harus antri dan menunggu pengunjung lain sudah tiba di ujung, baru kami melewati jembatan. Aturannya dibatasi untuk jumlah tertentu.
Memasuki kolam renang, ternyata pengunjung masih harus bayar lagi. Untuk dewasa 7.000 rupiah, dan anak-anak 5.000 rupiah. Sayangnya, kolam renang dewasa standar internasional yang biasa dipakai kompetisi renang, sedang dikosongkan. Terlihat kolam dewasa yang tinggi tanpa air tampak menyeramkan. Aku khawatir anak-anak berlarian di pinggir kolam yang kosong, aku mengingatkan mereka untuk tidak berlari-lari. meski Nggak dekat banget juga sih. Haha.
Meskipun kami tiba pagi-pagi ternyata di kolam renang sudah ramai orang. Tempat duduk sudah banyak ditempati orang. Kami mencari tempat duduk di bawah pohon untuk menggelar tikar dan menikmati jajanan yang kami bawa sambil menunggu anak-anak berenang.
Anak-anak tak sabar untuk berenang. Aku mengawasi si kecil dari pinggir kolam renang. Ada perosotan besar di tengah dan perosotan kecil di pinggir kolam renang. Sayang banget kolam renangnya kotor. Seperti ada pasir-pasir dan dedaunan yang jatuh.
 |
| Kelihatannya bersih tapi di dalam ky ada pasirnya |
Karena berada di dataran tinggi, anak-anak merasa kedinginan. Beberapa kali menggigil dan aku meminta mereka untuk menyudahinya saja. Mereka pun manfi di bawah pancuran yang terbuka samping kolam renang. Sedangkan anakku yang besar mandi di toilet dekat kolam renang dewasa yang kosong.
Setelah itu, anak-anak makan cemilan dan main di playground dekat tempat duduk.
Wisata Murah dan Menyenangkan Untuk Anak-anak
Bisa kubilang, wisata Waduk Selorejo ini wisata murah dan menyenangkan untuk anak-anak, meski sebenarnya wahana wisatanya bisa ditambah atau diperbaiki. Bagus lagi kalau kolam renangnya dibersihkan.
Sebenarnya ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di Selorejo seperti camping dan memancing tapi karena aku nggak melakukan jadi nggak aku ceritakan. Hehe
Jadi kalau kalian hendak ke Kediri atau ke Malang lewati Ngantang, dan ingin membuat anak lebih dekat ke alam, kalian bisa mampir sejenak untuk menikmati perahu tengah waduk Selorejo, salah satu obyek wisata terkenal di Malang.