Wisata ke Paris selain pergi ke menara Eiffel adalah pergi ke Arc de Triomphe yang melewati Champs-Élysées, sebuah jalan fenomela di Paris yang menjadi inspirasi sebuah lagu. Kalian tahu nggak sih lagu Champs-Élysées dari Joe Dassin yang cukup terkenal dan dirilis tahun 1969 itu? Ternyata lagu itu dulunya adalah lagu dari Inggris "Waterloo Road" yang gagal di pasaran. Kemudian diganti menjadi salah satu jalan utama terkenal di Paris, Champs-Élysées. Pada akhirnya lagu itu booming bahkan sampai sekrang. Lagu itu mengisahkan sepasang kekasih yang menyusuri Avenue Champs-Élysées yang ramai, dipenuhi musik dan suara burung. Seperti ini lagunya...
Aux Champs-Élysées
Aux Champs-Élysées
Au soleil, sous la pluie
À midi ou à minuit
Il y a tout c'que vous voulez
Aux Champs-Élysées
Berjalan-jalan di sekitar Champs-Élysées di malam hari memberi pengalaman yang berbeda buatku. Kalau siang hari, matahari terik panas dan sumuk membuatku kurang nyaman berlama-lama di Avenue Champs Ésylées.
Malam itu cukup dingin. Aku memakai jaket tebal dan menunggu di pintu keluar stasiun métro.
Tak lama, teman-temanku datang. Kemudian kami menyusuri tepi Avenue Champs-Élysées yang dipenuhi dengan warna warni lampu berbentuk melingkar dan dipasang sepanjang Avenue.
![]() |
| Avenue des Champs Élysées di Malam Musim Gugur |
Bagaimana sejarah Avenue des Champs-Élysées?
Avenue des Champs-Élysées merupakan salah satu jalan paling terkenal di Paris, Prancis yang membentang sekitar 1,9 kilometer, dari Place de la Concorde hingga Arc de Triomphe.
Di kawasan ini kalian akan menemukan butik mode dengan brand terkenal dan mewah.
Dulunya, kawasan ini menjadi bagian dari perluasan lanskap kerajaan ke arah barat. Sekitar tahun 1667, André Le Nôtre menata jalur dan taman kerajaan atas perintah Raja Louis XIV. Jalur itu digunakan untuk berjalan-jalan dan berkendara. Bukan untuk perdagangan dan tempat hiburan seperti saat ini.
Pada tahun 1709, jalur tersebut mulai dikenal dengan nama Champs-Élysées. Kawasan ini semakin berkembang jadi tempat berjalan-jalan dan rekreasi warga Paris.
Pada abad ke-19, sekitar 1806, Napoleon Bonaparte memerintahkan untuk membangun Arc de Triomphe. Jalur ini berkembang menjadi boulevard kota yang modern, ada fasilitas hiburan dan penataan taman.
![]() |
| Ini bukan di Gumul Kediri loh yaa geesss |
Dari Avenue des Champs-Élysées, kita belajar bahwa kota berkembang sesuai kebutuhan zaman. Dulu hanya taman dari lanskap kerajaan, kemudian berubah menjadi ruang publik sebagai tempat berjalan-jalan dan rekreasi masyarakat. Hingga saat ini kawasan ini berubah menjadi kawasan komersial atau tempat perbelanjaan.
Dari Place de la Concorde sampai Arc de Triomphe
Ingin menyusuri Avenue des Champs-Élysées? Kita bisa berjalan dari Place de la Concorde, sebuah ruang terbuka atau alun-alun terbesar di Paris di mana di tengahnya terdapat Monumen obelisk Luxor.
Ternyata di tahun 1793, pad amasa Revolusi Prancis, place de la Concorde dulunya adalah tempat untuk eksekusi hukuman mati (guillotine) dilakukan pada Marie Antoinette dan Raja Louis XVI.
Tapi nama Concorde dipakai sebagai lambang kerukunan setelah terjadinya eksekusi tersebut.
Setelah Place de la Concorde, ada taman bersejarah sebagai tempat bersantai yang did alamnya ada Grand Palais dan Petite Palais.
![]() |
| Kincir angin dan Obelisk di sisi kanan di Place de la Concorde (dok. Pribadi) |
Adanya taman ini menunjukkan bahwa Paris nggak cuma bangunan megah saja tetapi juga ruang terbuka untuk tempat rekreasi warga, bersantai dan menikmati udara segar.
Di sepanjang jalan ini banyak toko fashion dengan brand terkenal dan mewah seperti restoran, cafe dan bioskop. Bagiku yang tidak suka berbelanja barang mewah rasanya memang tampak kurang menarik, kecuali hanya bagian foto-foto berlatar Arc de Triomphe di tengah jalan atau bangunan berarsitektur.
Di ujung Champs-Élysées yaitu Arc de Triomphe juga menjadi tempat perayaan kemenangan peserta balap sepeda La Tour de France. Lampu-lampu akan menyala pada bangunan Arc de Triomphe.
Lampu-lampu yang indah menyala di malam hari
Yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata ke Paris adalah berjalan-jalan di Champs Élysées saat malam hari. Kenapa?
Karena kita akan melihat lampu-lampu yang indah berjejer seperti pepohonan di sepanjang jalan. Dekorasi lampu-lampu itu akan berbeda sesuai musimnys. Seperti fotoku di atas saat memasuki musim dingin.
![]() |
| Agak-agak takut foto di zebra cross tengah jalan Champs Élysées |
![]() |
| Champs Élysées yang mengarah ke Place de la Concorde (dok. Pribadi) |
Tempat Parade Militer Nasional
Ketika tanggal 14 Juli, sebagai hari Nasional Prancis, jalur ini berubah menjadi panggung untuk parade militer dari beberapa negara.
Avenue des Champs Élysées akan ditutup. Tak ada kendaraan yang lewat. Arc de Triomphe juga ditutup. Orang-orang hanya boleh mengakses pinggir jalan.
Ketika tanggal 14 Juli, aku datang cukup siang, alhasil aku tidak bisa berada di barisan penonton yang mengarah ke Arc de Triomphe. Semua penuh.
Pada momen ini, aku melihat penerbangan payung udara, pesawat tempur dengan asap pesawat, dan para tentara dari beberapa daerah termasuk Afrika.
Tempat Marché de Nœl
Di musim dingin, stand berjejer untuk pasar Natal dibuka. Aku menyusuri setiap stand karena penasaran apa yang dijual.
![]() |
| Marché de Nœl |
Aku tidak begitu ingat tapi yang paling membekas adalah melihat karya kerajinan yang mirip dibuat oleh anak Indonesia. Temanku sempat heboh karena dia hafal dengan prouk yang sempat dia tekiti. Sayangnya aku tidak begitu hapal apa itu.
Jamgan Lupakan Avenue des Champs Élysées
Dari tulisan tersebut, aku jadi tahu bahwa Champs-Élysées nggak hanya sebuah tempat foto-Foto ya tetapi juga banyak momen penting yang ada di avenue tersebut.
















0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.