Ketika kita sudah menabung uang dan berkomitmen tidak akan mengambilnya, tiba-tiba ketika ada keperluan mendesak terpaksa harus mengambil tabungan itu. Belum lagi ketika fasilitas internet banking yang terpasang di ponsel membuat kita lebih sering memasukkan kode PIN dan transaksi berbelanja berhasil. Yah, begitulah kadang kita tidak bisa menahan diri dari kemudahan yang diperoleh. Pada akhirnya budaya konsumtif lebih sering menguasai. Tabungan pun semakin lama semakin berkurang. Ujung-ujungnya ketika membutuhkan uang untuk pendidikan misalnya malah sudah habis.
Cara Agar Tabungan Tidak Habis Terpakai
Ada beberapa cara agar tabungan tidak habis terpakai versi saya yaitu:
1. Tetapkan total belanja maksimum dalam satu bulan
2. Perlu evaluasi antara kebutuhan dan keinginan
3. Pembagian pos-pos pengeluaran
4. Investasi emas
5. Investasi barang atau investasi properti
6. Gunakan rekening terpisah
7. Deposito tabungan
8. Menaruh sedikit uang di dompet agar tetap bisa menghemat pengeluaran
Saya sempat terpikirkan untuk investasi emas. Tapi menurut pengalaman orang-orang di sekitar saya bahwa emas kalau nggak dalam jangka waktu lama (misal jangka waktu lima tahun) malah nggak untung karena harga emas itu fluktuatif. Dan pastinya agak ribet karena harus menjual dan membeli dengan jumlah yang tidak kecil. Ditambah lagi butuhnya juga tahun depan. Benar nggak sih?
Ada cara lain agar uang ini tidak terpakai setidaknya sampai beberapa bulan ke depan. Caranya adalah dengan deposito tabungan.
Apa itu deposito?
Deposito adalah produk simpanan perbankan yang bisa dikatakan sebagai investasi yang pencairannya pada jangka waktu tertentu dan dengan syarat tertentu.Nasabah tidak bisa mengambil uang deposito pada jangka waktu yang telah ditentukan. Jangka waktu ini disebut dengan tenor. Setiap bank memiliki jangka waktu tenor yang berbeda-beda. Misalnya 1, 2, 3, 6, 12, sampai 24 bulan.
Jika simpanan tabungan tidak ada ketentuan minimal setor maka deposito ditentukan minimal setornya tergantung dengan kebijakan bank masing-masing. Makanya nasabah harus menyiapkan dana untuk membuka deposito.
Manfaat Deposito Tabungan
Salah satu manfaat deposito tabungan adalah tabungan tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti jenis tabungan biasanya sehingga uang tabungan kita aman. Sebenarnya kita bisa mengambilnya sekarang juga tapi tentu akan dikenai pinalti karena diambil sebelum jatuh tenor.Manfaat lainnya deposito tabungan adalah bisa digunakan untuk investasi. Bagi sebagian orang mungkin deposito adalah pilihan tepat untuk investasi karena bunga yang diberikan cukup tinggi. Semakin besar jumlah uang yang didepositokan maka semakin besar pula jumlah bunga yang diperoleh. Nah, hasil bunga ini bagi sebagian orang dianggap sebagai investasi.
Deposito ini bisa dibilang investasi gampang dan rendah resiko. Nasabah tidak perlu melihat harga pasar untuk melakukan deposito. Selain itu, deposito memiliki resiko rendah dibandingkan jika kita berinvestasi saham yang harus melihat harga pasar.
Hampir setiap bank memiliki jasa perbankan deposito tabungan dengan tenor yang berbeda dan bunga yang ditawarkan berbeda. Jika bank umum seperti BNI, BRI, Bank Mandiri memiliki bunga maksimal sekitar 5%. Berbeda dengan deposito di Bank Perkreditan Rakyat atau BPR yang bisa mencapai 6%.
Tips Aman Deposito
Beberapa orang mungkin masih meragukan untuk deposito di bank. Saya pernah membaca seseorang yang kehilangan puluhan hingga ratusan juta setelah deposito uangnya di salah satu perbankan yang mengalami kerugian hingga harus menutup kantornya. Tentu hal tersebut diakibatkan karena kurangnya informasi mengenai tips aman melakukan deposito.Sebenarnya ada beberapa tips agar deposito aman di layanan perbankan menurut versi saya yaitu
1. Pilih bank yang terjamin LPS dan OJK
Jangan sekali-sekali mempercayakan uang kita kepada pihak perbankan yang tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).Jika sesuatu terjadi pada jasa perbankan yang tidak terdaftar OJK dan LPS maka nasabah yang akan mengalami kerugian karena uangnya bisa hilang tidak ada yang menjadi.
Sementara jika terjamin,maka ketika suatu jasa perbankan mengalami kerugian dan harus menutup banknya maka LPS yang akan menjamin uang nasabah hingga 2 M. Dalam artian, jika saya mendepositokan 3 M di salah satu bank yang dijamin LPS maka ketika bank itu tutup, saya bisa mendapatkan 2 M saya sedangkan sisanya menunggu hasil tim likuidasi berdasar likuidasi kekayaan bank.
2. Memiliki kantor cabang terdekat
Tips kedua adalah pastikan yang menawarkan jasa perbankan atau deposito memiliki kantor cabang yang dekat dari rumah. Pernah saya mendengar cerita bahwa seorang tetangga menawarkan deposito berjangka di tempatnya bekerja dengan iming-iming bunga tinggi. Seorang warga jelas tergiur dan mempercayakan saja kepada tetangganya padahal dia tidak mencari tahu tentang jasa perbankan itu apakah benar ada kantornya atau tidak. Diawasi oleh OJK dan LPS atau tidak. Dengan mengetahui informasi lokasi kantor cabang, jika terjadi apa-apa kita bisa mendatangi langsung ke perbankan tersebut. Perasaan pun menjadj lwbih tenang.3. Tidak mudah tergiur dengan bunga tinggi
Banyak yang tergiur dengan suku bunga tinggi yang ditawarkan oleh jasa perbankan. Hati-hati karena bisa menjadi masalah bagi nasabah. Coba cek berapa suku bunga yang ditawarkan. Jika melebihi suku bunga yang dijaminkan LPS maka jangan diambil. Sekarang internet sudah semakin canggih. Jadi untuk mencari informasi suku bunga deposito setiap bank bisa dicari.Misalnya, suku bunga deposito bank umum tahun 2021 sebesar 3% sementara kalau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 6%. Jadi jika ada yang menawarkan 10% maka jangan percaya sama sekali karena bisa saja itu adalah penipuan. Karena ketika bank itu bangkrut maka suku bunga yang didapat tidak melebihi suku bunga yang sudah ditetapkan.
4. Tidak lewat pihak ketiga
Ini adalah poin penting bagi keamanan deposito di perbankan. Tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga meskipun kita kenal dengan orang tersebut. Kenal belum tentu terjamin. Ketika ada yang menawarkan diri untuk membantu membukakan deposito tabungan lebih baik tidak usah. Saran saya datang saja langsung ke banknya. Atau kalau tidak lakukan pendaftaran deposito melalui online.Memang bisa?
Bisa dong. Sekarang banyak perbankan yang bisa menerima deposito lewat internet. Aman nggak tuh?
Tentu aman lah apalagi jika sudah diawai OJK dan dijamin LPS
Salah satu jasa perbankan yang bisa menerima deposito secara online adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Depositobpr ini menggunakan platform fintech Komunal.
Deposito BPR Komunal
Komunal merupakan perusahaan teknologi finansial peer-to-peer atau P2P yang bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat untuk memberikan jasa perbankan deposito berjangka yang bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Platform aggregator pertama di Indonesia ini menghubungkan lebih dari 1500 produk deposito BPR.Melalui deposito BPR Komunal, para deposan bisa mendepositkan ke Bank Perkreditan Rakyat. Di bulan Oktober 2021, Komunal bersama BPR menandatangani MoU mengenai kerja sama tersebut.
Ini menjadi suatu kemajuan bagi dunia perbankan Indonesia di mana teknologi finansial atau financial technology (fintech) berkembang cukup pesat di masa pandemi ini termasuk Deposito BPR Komunal.
Kehadiran Komunal ini secara tidak langsung akan membantu perekonomian UMKM. Semakin banyak orang yang menyimpan dana di BPR di berbagai daerah maka UMKM bisa mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka.
Deposito BPR Aman
Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mendepositkan uang kita di Komunal adalah apakah deposito BPR aman atau tidak? Apakah terdaftar di OJK dan dijamin LPS atau tidak?Jangan sampai karena lalai mencari informasi tentang ini deposan yang kena ruginya.
Nah, kalian nggak perlu ragu dan khawatir lagi ya karena deposito BPR aman! Deposito BPR Komunal ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan dijamin oleh LPS hingga 6% dimana sesuai dengan standar tingkat suku bunga yang dijamin oleh LPS, baik fintech-nya maupun bank BPR-nya.
Itulah salah satu alasan kenapa saya mendepositokan uang saya di deposito BPR Komunal. Kalau tidak terdaftar di OJK dan LPS ya saya tidak mau.
Menjadi deposan di Komunal
Mendaftarkan diri
Menjadi deposan di Komunal caranya gampang sekali mendaftarkan diri di website Komunal.id. Cukup siapkan KTP dan data diri seperti nomor KTP, nomor NPWP jika ada, dan lain sebagainya. Tidak ada foto dengan KTP ya.Oiya bagi kalian yang punya rekening DANA, dengan mendaftarkan diri dan sudah mendepositkan uang ke Komunal maka akan mendapat cashback 111.111 rupiah pakai kode promo CASHBACK1111. Sekarang, buka deposito #bisadimanasaja
Menunggu validasi
Menunggu validasi pendaftaran akun kita di Komunal membutuhkan waktu 1x24 jam. Mungkin bisa lebih lama saat akhir pekan. Setelah validasi, kita bisa mulai mendepositokan uang kita di Komunal.Memilih BPR
Sebelum mendepositokan kita bisa memilih kantor BPR sesuai dengan tingkat suku bunga, lama tenor, lokasi BPR dan filter lainnya.Kebetulan saya cari yang tingkat bunga terendah dan lokasi yang tidak jauh dari rumah saya. Lama tenor sekitar dua bulan. Jika ingin menambah jangka waktu lagi masih bisa. Kebetulan memang uang saya akan dipakai pada awal tahun depan. Jasi tepatlah biar tidak dipakai untuk yang lain.
Setelah itu muncul pilihan kantor BPR untuk deposito uang kita. Setelah memilih kantor BPR, kita bisa memilih berapa lama tenor yang diinginkan dan jumlah deposito.
![]() |
| Pilihan BPR sesuai filter |
Depositokan uang
Untuk mendepositokan uang ke Komunal BPR cukup dengan mentransfer ke rekening yang disediakan oleh BPR Komunal.Pembukaan uang yang didepositokan ini mulai dari 1.000.000 rupiah atau sesuai kebijakan setiap BPR di daerah masing-masing.
Menunggu diulas
Setelah itu akan muncul keterangan kapan jangka waktu terakhir. Jika sebelum masa tenor itu habis tapi uang deposito diambil maka akan dikenai pinalti.
Nah, jangan ragu lagi untuk mengamankan uang teman-teman dari pengeluaran-pengeluaran yang bukan pos nya dengan buka deposito kalian #BisaDimanaAja. Biar kalian bisa menghemat pengeluaran. Yuk, alokasikan dana kamu di Deposito BPR Komunal.
Referensi:
https://www.kompas.com/money/read/2021/03/14/081549526/pengertian-deposito-tingkat-bunga-keuntungan-dan-kelemahannya





























