Setelah sekian lama nggak pergi ke pantai, akhirnya aku bisa pergi ke salah satu pantai Malang Selatan yang bagus. Namanya Pantai Teluk Asmara. Setiap pantai memiliki ciri khas yang berbeda meski berada dalam daerah yang sama yaitu Malang Selatan. Pantai Teluk Asmara ini merupakan wisata alam Malang yang berbeda dengan Pantai Ngliyep, Balekambang, Sendang Biru, Tiga Warna, Watu Leter atau Batu Bengkung. 


Perjalanan dari Kota Malang

Dari kota Malang, lama perjalanan bisa sampai 3 jam. Karena perjalanannya yang lama, aku jarang pergi ke pantai dengan keluarga inti. Biasanya bareng keluargaku atau keluarga suami. Kayanya kurang seru aja kalau cuma berlima.


Biasanya, kalau bareng uti akung, aku pergi ke pantai berangkat setelah sarapan sekitar jam 8 pagi. Karena aku pergi bareng keluarga suami, dan 'nebeng' mobil kakak, jadilah kami ngikut jadwal berangkatnya yaitu berangkat sekitar jam 4 pagi. Saat sholat Subuh kami berhenti di masjid.


Kenapa pagi-pagi sekali?


Biasanya kalau masih pagi, kondisi pantai tidak terlalu ramai dan tidak terlalu panas. Masih nyaman untuk bermain air. 


Perjalanan ke Pantai Malang Selatan tetap saja masih ada bagian yang jelek. Bahkan kami sempat melewati jalan yang sepi, jalan rusak, kecil dan hanya sawah dan ilalang di sekitar. Kami mengira salah jalan tapi ternyata benar.

 

Langit sudah mulai terang. Melihat matahari terbit sepanjang perjalanan memang menjadi hal yang menyenangkan. Biasanya masih di dalam rumah dan tidak melihat indahnya ciptaan Allah selepas fajar.


Tiba di Jalan Lingkar Selatan sekitar pukul 6 pagi. Kami memasuki jalan menuju Pantai Teluk Asmara.


Tiket masuk Pantai Teluk Asmara ini sekitar 10.000 per orang, mobil 15.000 (lebih mahal yaa, wkwk), dan motor 5.000. 


Pantai Teluk Asmara serupa Raja Ampat

Pantai Teluk Asmara ini berada di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Aroma pantai sudah tercium. Debur ombak pun terdengar.


Mobil melewati jalanan tanah cokelat bercampur bebatuan. Parkir mobil berada dekat dengan warung makan. Hati-hati melewati batunya karena cukup besar. Khawatirnya, ban jadi bocor. 


Kukira, kami akan menjadi pengunjung pertama. Nyatanya, sudah banyak mobil-mobil yang parkir. Tandanya, mereka lebih dulu sampai pantai. Hmm..


Untuk menuju ke pantai, kami harus berjalan kaki menaiki tangga. Melihatnya dari jauh saja aku sudah merasa lelah. 


Sayangnya, masih ada saja sampah-sampah yang sibuang sembarangan. Parahnya, ada sampah yang tak pernah kulihat di pantai-pantai lainnya. Sampah bungkus k*nd*m. 


Aku cuma bisa... wew...


Lanjut jalan lagi...


Pantai teluk Asmara Malang


Dari atas, tampak hamparan laut berwarna biru dengan ombak yang menerjang karang begitu menyegarkan mata berada jauh di bawah kami. Aku terkesima. Subhanallah indah sekali.


Tujuan akhir belum sampai. Kami masih harus menuruni tangga menuju bibir pantai. Jaraknya mungkin sekitar 500 meter. Bagi orang tua lansia yang punya masalah kaki memang harus ada pendamping agar berjalan hati-hati dan pelan-pelan. Bagiku tangganya sedikit curam.


Beberapa pengunjung juga berjalan pelan karena ingin memanjakan mata dengan pemandangan pantai dari atas. 


Persewaan alat camping

Tiba di tangga paling bawah, aku melihat banyak tenda-tenda terpasang di sebelah kiri. Di depan salah satu tenda, papan keterangan persewaan alat camping terbaca jelas. 


Pantas saja mobil-mobil sudah ada yang lebih dulu parkir. Ternyata mobil para pengunjung yang camping.


Sebagian pengunjung sedang masak-masak, makan dan memandangi pantai dari depan tenda.


Bermain pasir putih dan air laut yang kebiruan

Anak-anak tentu saja tak bisa menahan keinginannya untuk segera menyeburkan diri ke pantai. Sebelum angin pantai menerjang tubuh mereka, aku meminta anak-anak untuk sarapan roti dulu dan minum air putih.


Setelah mengisi perut sejenak, mereka berlarian tanpa alas kaki. Pasir putih ikut berloncatan serima dengan jeritan riang mereka. Kami berpesan agar tidak berenang terlalu ke tengah. Cukup di pinggir saja. 


Mereka menyeburkan diri ke air laut yang berwarna biru. Basah sudah wajah mereka diiringi tawa bahagia. Menikmati air laut yang asin dan sedikit peliket tapi tak jua menghentikan mereka untuk bermain air. 


Rekomendasi pantai di malang


Pasir-pasir sudah menyentuh rambut mereka. Meskipun Malang dingin tapi air laut tidak terlalu dingin pagi itu. 


Aku selalu terpesona dengan warna laut yang biru kehijauan. Di Kalimantan, hampir tak pernah kutemui warna laut seperti itu kecuali di pulau Derawan. Meskipun tidak bening seperti Derawan, warna air lautnya yang biru sangat menyenangkan. 


Di sisi lain, pulau-pulau kecil terlihat mengelilingi pantai seperti terisolasi karena tak bisa diakses kecuali dengan perahu. Lagian kalau aku lihat dari jauh, tidak ada apa-apanya di sana.


Tak heran kalau Pantai Asmara ini dijuluki Raja Ampat-nya Jawa Timur karena keindahannya. Selain warnanya yang biru, ada pulau kecil seperti bukit yang berada di pinggir pantai. Sesuai namanya, pantai ini berada di bagian teluk dan membuat air laut lebih tenang karena daratan di sisinya menjadi pelindung arus yang kuat.


Pantai malang selatan
Pantai dikelilingi pulau kecil


Anakku yang paling kecil terlihat takut-takut untuk melangkah maju. Ini pertama kalinya ia melihat pantai dan menjejakkan kakinya di atas pasir pantai yang putih.


Terlihat wajahnya yang penasaran tapi juga senang. Namun, ia tak berani melangkah lebih jauh. Matanya hanya menatap kakak-kakaknya yang bermain dengan sangat heboh.


Si kecil ditemani ayahnya menikmati ombak kecil yang sampai ke bibir pantai. Dia hanya berani jongkok saat ombak kecil datang kemudian berdiri lagi saat ombak pergi. Begitu bosan bermain air, dia bermain pasir, membentuk istana atau apapun.


Pantai teluk asmara malang
Gardu pandang Pantai Teluk Asmara


Di sisi pantai yang lain yang dibatasi oleh daratan, ombaknya lebih kecil dan lebih tenang. Hanya saja, pasirnya lebih hitam, kasar dan menusuk kulit. Sepertinya sisa-sisa ranting pohon.


Tidak banyak juga pengunjung yang menikmati pantai di sini.


Warung makan

Sayangnya, di sini tidak ada penjual gorengan wkwwk. Padahal pagi-pagi perut lapar, enak makan gorengan, hehe. Di warung dekat tempat parkir, menu makanan lebih bervariasi dan lebih enak.


Kami menikmati ikan bakar, cumi goreng di warung dekat tempat parkir. Rasanya juga lumayan enak.


Sedangkan warung di dalam lokasi, tidak ada makanan berat, terbatas hanya cemilan dan tidak ada makanan berat atau pun gorengan.


Toilet

Di dalam area wisata, juga sudah ada toilet tapi biasanya antri. Sedangkan di luar, toilet lebih banyak dan tidak antri.


Musholla

Karena kami berangkat pagi dan pulang sekitar jam 10an, belum masuk waktu sholat, jadi aku juga kurang tahu yaa mushollanya dimana. Hihi. Harusnya ada lah ya...


Jauh tapi worth to visit

Alhamdulillah capekkkk. Mari melanjutkan 3 jam perjalanan. Memang jauh banget sih tapi nggak sia-sia kok perjalanan yang jauh bisa dapat pemandangan Pantai Malang Selatan yang cantik.


Oiya waktu aku kesana, resortnya di atas belum jadi. Sekarang sudah jadi. Makin tambah keren lagiiii.. Pantai Teluk Asmara bisa jadi destinasi wisata Malang yang keren..

Read More
Setelah menginap di Villa Caspia tahun sebelumnya, di tahun ini, keluarga berencana menginap lagi di vila Batu Malang. Setelah berdiskusi, villa yang akhirnya terpilih adalah Villa Klub Bunga Butik Resort Kota Batu. Semenjak aku kuliah di Malang tahun 2006, resort ini sudah ada dan memang terkenal, tapi baru tahun ini aku menginap di Klub Bunga, sering juga dipakai untuk rapat instansi.

Villa Klub Bunga Butik Resort Batu Malang

Klub Bunga Butik Resort

Klub Bunga Butik Resort adalah sebuah hotel atau resort bintang 4 yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. Resort ini terletak di area pegunungan dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah, bahkan berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl dan dikelilingi taman hijau yang luas.

Selain menyediakan kamar dan villa untuk menginap, resort ini juga memiliki banyak fasilitas, seperti kolam renang, area bermain anak, spa, gym, dan lain-lain. Sejak tahun 2024, resort ini menambah fasilitas wahana permainan Theme Park. Hanya dengan menambah sekitar 30 ribu, sudah bisa masuk ke Jatim Park yang letaknya bersebelahan dengan resort. Resort ini sering dipilih sebagai tempat staycation sekaligus rekreasi.

Singkatnya, Klub Bunga Butik Resort adalah tempat menginap yang tidak hanya untuk tidur, tapi juga untuk menikmati liburan lengkap dengan berbagai aktivitas seru dalam satu area.

Perjalanan Menuju Klub Bunga Butik Resort

Tidak seperti hotel-hotel, check in villa Klub Bunga kalau tidak salah jam 3 sore. Karena kami sudah booking villa, kami diizinkan untuk menikmati wahana Theme Park. Anak-anak sudah berangkat duluan bersama bude, pakde, om dan tantenya. Sementara aku dan suami berangkat bersama orang tua.

Karena masih hari libur, perjalanan menuju ke Batu, cukup ramai dan macet. Paling males kalau nyetir ke Batu ini ya macet di jalan tanjakan. Duh, aku sih ogah. Tapi ini yang nyetir suamiku pakai mobil matic mertua jadi aman. Hihihi.

Kesabaran di jalan diuji banget, udah macet dan laparrrr. Akhirnya berhenti dulu di pombensin, beli CILOK dan Rujak Jambu Kristal! Hahaha.

Lokasinya berada di Jl. Kartika No. 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Dari Pasar Induk Among Tani Batu terus saja naik ke atas dan belok ke kanan, mengikuti jalan besar, belok kiri. Pakai Google Map saja insyaAllah tidak akan kesasar. Hehhe.

Sesampainya di pintu gerbang kita ditanya satpam ‘mau kemana?’, kami sempat bingung mau jawab villa apa karena lupa. Setelah menelepon saudara, kami pun diberi kartu parkir dan diizinkan masuk. Kartu ini jangan sampai hilang, karena kalau hilang harus ganti 10ribu.

Wahana Permainan Klub Bunga Theme Park

Tiba di sana sekitar jam 1 siang, karena kami belum bisa masuk villa, kami menunggu di wahana permainan sekalian makan siang. Kami memasang gelang untuk masuk ke wahana permainan.

Villa Batu Malang
Lobi Klub Bunga Butik Resort

Memasuki lobby resort yang unik, terasa tampak penuh dengan beberapa properti. Patung harimau seperti sedang menyambut pengunjung yang datang. Di beberapa sudut, pot bunga diatur menghiasi lobby. Kursi dan meja untuk tempat menunggu disediakan di sisi kanan ruangan sudah hampir penuh. Tiga petugas resepsionis sedang sibuk melayani pengunjung yang datang. Di depan mereka tampak pengunjung yang tampaknya mencoba sabar, hehe.

Aku terus menaiki tangga menuju restoran hotel. Kursi sofa diatur sedemikan rupa memenuhi ruangan. Di bagian depan, panggung live musik yang masih kosong, tapi musik sudah terdengar di setiap telinga pengunjung.

Lobby Klub Bunga Batu

Beberapa orang duduk sambil menikmati makan siang. Sebagian piring kaca berisi nasi goreng masih tertutup plastik belum disentuh. Beberapa pengunjung hanya duduk sambil menggulirkan ponselnya.

Aku melewati mereka menuju Klub Bunga Theme Park di luar bangunan lobby.

Jam buka Klub Bunga Theme Park ini setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Harga tiket masuk Klub Bunga Theme Park ini Rp. 40.000,- untuk reguler dan Rp. 120.000,- untuk tiket terusan sudah bisa menikmati banyak wahana dengan lebih hemat. Tapi bagi yang menginap di Klub Bunga Butik Resort (hotel atau villa), Theme Park ini gratis.Tarif hotel Klub Bunga di OTA mulai dari Rp. 550.000,- hingga 2 juta per malam. Sedangkan tarif villa Klub Bunga bervariasi dari 4,5 juta hingga 7 juta saat weekday.

Dari atas, terdengar suara anak-anak yang sedang berenang diiringi suara gemericik air. Aku berjalan terus menuju wahana permainan anak-anak melewati garden resto di pinggir kolam renang.

Kolam renang Klub Bunga Butik Resort

Di sana, sudah ada anak-anak yang duduk di kursi dan siap menyantap makan siang yang sudah dibelikan Dikichi sama tantenya. MaasyaAllah.

Aku duduk dan segera menyuapi anakku yang kecil. Matanya tak lepas dari wahana permainan di depan kami. Aku yakin dia nggak sabar ingin bermain tapi juga harus segera mengisi perutnya yang sudah kelaparan.

Setelah selesai makan, dia meminta bermain. Aku mengantarnya meski rasanya baru juga sampai di Klub Bunga, badanku pegel pengen rebahan.

Wahana permainan di klub bunga butik resort

Di wahana permainan anak-anak cukup banyak permainannya, seperti Flying Mantis, Carousel, Balon, Snail Coaster, Ice Cream putar, mobil putar, Kid Slide Zone, Rodeo Bull, Mini Bumper Car, Labirin, Kid Water Playground, Mini RC Car, dan lain-lain.

Karena anakku masih usia 4,5 tahun dan tingginya masih kurang dari aturan, dia hanya bisa bermain di beberapa permainan saja, seperti Flying Mantis, Carousel, Balon, Ice Cream putar, mobil putar, Kid Slide Zone, Mini RC Car, Labirin.

Permainan yang sudah dinaiki akan diberi tanda pada gelang pengunjung agar tidak menaiki dua kali.

Flying Mantis

Tinggi badan yang diperbolehkan minimal 85 cm, untuk usia 4-8 tahun. Wahana permainan ini, seperti mantis (belalang sembah) yang berputar ke atas dan ke bawah. Anak duduk di pinggir menghadap samping.

Wahana permainan dan villa di batu

Carousel

Kuda putar yang biasa kita kenal dengan Carousel. Cuma ukurannya kecil dan memang diperuntukkan untuk anak-anak. Orang tua bisa berdiri di sampingnya. Carousel ini dibatasi sampai 10 tahun, usia di bawah 2 tahun harus didampingi.

Rekomendasi hotel resort villa di batu

Balon

Kincir angin yang tempat duduknya seperti balon dan berputar ke bawah dan ke atas. Aku tidak berani membiarkan anakku yang masih 4 tahun naik ini, jadi aku meminta kakak-kakaknya ikut untuk menjaga adiknya.

Wahana permainan di batu malang

Snail Coaster

Wahana ini seru banget untuk anak-anak tapi tinggi minimalnya di atas 100 cm. Karena memang wahana ini seperti roller coaster tapi bentuknya seperti siput yang diputar-putar dan membuat siapa pun yang naik akan berteriak.

Rekomendasi tempat wisata di Batu Malang

Mobil terbang

Wahana pertama yang dinaikkan anakku. Monster truck yang bisa naik turun dan berputar-putar. Anakku tampak senang tapi juga agak takut ya.

Wahana permainan untuk anak usia 3 tahun

Gokart mini

Wahana ini seperti gokart tapi kecepatannya lebih pelan. Sirkuitnya sederhana dan kecil. Ban-ban pengaman diletakkan di pinggir. Untuk jalur belok, hanya ada ban saja. Karena aku tidak berani membiarkan anakku sendirian, jadi aku juga ikut di belakangnya. Anakku yang menyetir dan membelok-belokkan.

Mini Bumper Car


Anakku pengen main bumper car tapi tidak bisa karena tingginya masih belum sampai standarnya. Akhirnya dia hanya melihat kakak-kakaknya bermain, hehe.

Sebenarnya masih banyak lagi wahana permainannya, seperti mountain slide, rainbow slide, wave& tunnel slide, extreme slide, shooting & archery, bunny garden dan fun bike. Fun Bike ini gratis, yang lain berbayar. Aku Cuma ceritakan sebagian aja ya karena nggak semua wahana kami coba.

ATV

Wahana ini harus bayar lagi ya. Kalau nggak salah 15ribu. Suamiku dan si kecil bermain ATV setelah esoknya kami menginap di Villa dan setelah check out. ATV ini agak serem sih menurutku karena jalurnya menanjak. Bahayanya saat menurun itu harus hati-hati, sempat ada pengunjung yang kebablasan, katanya remnya nggak makan. Tapi alhamdulillah kena mobil pengangkut cart. Sebenarnya nggak kencang sih tapi kok tetep agak serem. Memang nggak semua yaa...

Wahana permainan murah di malang

Mini Trail

Anakku yang besar pengen banget naik mini trail ini. Untuk wahana ini, kami harus bayar lagi sekitar 15ribu. Dan nggak semuanya dibolehkan sama petugas. Sebelum anakku, ada anak laki-laki yang mau naik mini trail, tapi malah ngegas kencang. Karena petugasnya kaget akhirnya tidak diizinkan.

Pas anakku mau naik, dia ditanya, ‘bisa nyetirnya nggak?’

Anakku jawab, ‘iya’. Petugasnya minta anakku untuk test drive dulu.

Karena melihat anakku bisa menjalankan dengan pelan, meski tersendat, akhirnya dibolehkan. Hehe.

Villa Executive Suite - Klub Bunga Butik Resort

Kami sudah boleh check-in villa. Karena sudah capek, aku mengajak anak-anakku masuk villa. Mereka ingin berenang, tapi karena cuaca juga mendung, kami minta besok pagi saja. Kami mengajaknya berenang di dalam villa aja meski kolamnya cukup dalam untuk anak.

Kami menempati Villa Executive Suite dengan rate sekitar 7,5 juta permalam saat peak season. Alhamdulillah patungannya bayar sebagian soale ono sponsor e. Haha.

Ketika membuka pintu dekat parkir mobil, aku berada di tempat yang paling tinggi di villa itu sehingga bisa melihat bangunan villa hampir seluruhnya. Bangunan villa ini memiliki gaya arsitektur tradisional tapi untuk kamarnya sudah modern seperti kamar hotel. Berbentuk melingkar, dengan kolam renang berada di tengah. 

Villa kapasitas besar di Batu
Villa Klub Bunga Batu Malang (foto: hklubbungabutikresort.com/)

Ruang utama berada di sisi depan kolam, kamarku di sisi kanan, dan dua kamar lainnya di sisi kiri. Di dekat kolam renang, terdapat tempat duduk yang sudah ditempati keluargaku sambil menikmati cemilan dan mengobrol. Ada juga yang sudah berenang.

Villa ini memiliki kolam renang privat, 5 kamar, dapur, ruang keluarga. Antara bangunan utama terpisah dengan dua kamar. Sewa villa ini sudah termasuk breakfast untuk 10 pax. Karena kami banyak jadi pasti nambah biaya lagi per pax. Awalnya aku dan suami berencana kuliner di luar aja. Pada akhirnya sponsor bayarin lagi. Hmmm... hmmm... nggak nolak rezeki juga sih tapi ya gimana ya.. sampe sungkan sama sponsor e.

Dari pintu masuk ini, aku menuruni tangga dan menuju ke kamarku untuk menaruh barang. Ketika memasuki kamar, hawa dingin langsung terasa. Ya Allah, ternyata AC-nya dinyalakan. Dingiiinn. Langsung aku matikan.

Villa modern di kota batu


Kamar ini dilengkapi dengan teras dan sofa. Karena kita berlima, harapannya si anak-anak ada tidur di sofa biar kasur muat. Nyatanya nggak ada yang mau tidur di sofa. Jadinya nglumpuk di kasur. Tapi agak serem juga buka teras kalau malam. Soalnya menghadap luar yang banyak pepohonan, gelap dan sepi.

Villa modern di kota Batu Malang

Kamar ini juga ada televisi yang menyambung pada tv kabel. Anak-anak beristirahat sambil menonton. Selain itu, meja dan kursi juga disediakan. Herannya lagi, ada AC-nya! Akhirnya aku matikan.

Memasuki bangunan utama seperti memasuki bangunan era 90an. Untuk ke ruang keluarga, aku harus menaiki tangga sedikit. Sebagian anak-anak duduk menikmati film kartun. Ruang keluarga cukup untuk keluarga kami yang berjumlah 20an orang. 

Villa view gunung di Batu Malang

Di depannya balkon yang menghadap villa lain dengan view pegunungan dan pemandangan Kota Batu. MaasyaAllah. Yuk foto duluu... Tapi sayang, aku nggak kuat dingiinnn, jadi aku kembali ke dalam ruangan.

Eaaaa

Aku turun menuju ke dapur. Eh, tapi sebelum itu ada tangga turun lagi ke bawah. Ternyata di lantai bawah juga ada dua kamar (kamar mandi dalam) dan ada kamar mandi luar.


Sayangnya, di ruangan ini sedikit lebih gelap. Lampunya memang redup dan kurang pencahayaan. Jadi berasa hawa-hawa pengen segera tidur.

Di dapur, sudah tersedia rice cooker, dispenser di pojokan, microwave dan kulkas. Di Villa ini disediakan alat masak dan alat makan. Tapi kami tetap bawa alat makan dan wajan sendiri. Sayangnya, saat memasak, kompor dua tungku tidak cukup untuk panci dan wajan dipakai bersamaan. Jadi harus antri memasak.

Dispensernya juga ternyata tidak bisa dipakai untuk air panas, hiks. Jadi kami harus merebus air panas sendiri, pakai microwave juga bisa sih. Tapi memang enak pakai panci, lebih banyak dan panas.

Setelah mandi sore, makan malam, kami bersiap-siap berkumpul di ruang keluarga. Acara malam hari digunakan untuk sholat berjamaah, tausiyah dari bapak mertua dan main game bersama. Setiap anggota keluarga bikin game sendiri dan hadiah dari masing-masing anggota keluarga.

Game-nya juga macam-macam, ada yang melempar bola ke dalam gelas yang sudah berisi uang. Dalam suasana malam itu, suara live musik dari luar juga sayup-sayup terdengar tapi tetap masih kalah dengan suara kami yang heboh saat bermain game.

Karena sudah malam, dan sudah mengantuk, kami pun kembali ke kamar masing-masing.

Ba’da subuh berjamaah, game dilanjutkan. Giliran keluargaku memberi game. Sebenarnya aku bingung game apa, tapi si kakak memberi ide untuk plank saja. Ah, bolehlah sekalian olahraga. Akhirnya semua anggota keluarga harus plank. Yang jatuh pertama dapat 2 ribu, yang jatuh kedua dapat 4 ribu, begitu terus kelipatan 2ribu. Yang paling lama akan mendapatkan uang 2ribu paling banyak.

Ternyata tidak semua bisa plank, karena memang seberat ituuuu..

Sarapan di Garden Resto

Esoknya, kami sarapan di garden resto. Kalau nambah anak sekitar Rp70.000,-, kalau dewasa Rp. 150.000,-. Lumayan banget sihhhh. Tapi katanya makanan di Garden Resto enak-enak. Hmm... Karena dibayarin sponsor (LAGI), aku ya ikut-ikut saja.

Restoran klub bunga butik resort Batu Malang

Dan ternyata.... ramaaaiiiii bangeeettt. Ya Allah pada liburan ke Batu, nginepnya di Klub Bunga. Mana tempatnya terbuka. Saranku pilih tempat duduk yang ada payungnya biar tidak terkena kotoran hewan-hewan yang banyak lewat di antara pepohonan.

Sebenarnya suasananya menyenangkan, tapi ramainya itu loh. Jadi kalau kalian sudah dapat tempat duduk, mending gantian ambil makan kalau tidak nanti sudah ada orang lain yang menduduki wilayah kekuasaan kita. halah. Ada live musik sekitar jam 9 pagi. Garden Resto ini mulai buka jam 7 pagi sampai jam 10 pagi.

Menunya apa saja? Ada roti-rotian (croissant, roti tawar dan pastry), sereal plus susu, gado-gado, jajanan tradisional (kukus-kukusan, bubur ketan, dan kacang hijau), nasi goreng, ayam, kentang, sayur, pasta pedas, mie ayam, kebab, sosis, pancake, dll.

Minumnya seperti jus dan jamu-jamuan.

Enak nggak? Menurutku sih lumayan tapi ada beberapa yang kusayangkan, misalnya croissant nggak ada menteganya atau mungkin udah habis. Pastanya pedas, padahal tampak menyenangkan. Nasi gorengnya enak. Gado-gadonya katanya enak. Aku suka kebab. Anak-anak sampai kekenyangan.

Tragedi Kid Water Playground

Nah, anak-anak nggak sabar banget berenang di sini. Setelah makan, mereka ambil baju di villa terus berenang. Di sini kolamnya cukup luas. Ada khusus anak-anak, ada khusus dewasa. Ada jacuzi dan air hangatnya juga loh.

Anakku memilih bermain air di kolam balita, tidak berani di kolam anak, padahal tinggi airnya seperut dia. Ada perosotan dan ayunannya. Sayang banget dia nggak berani. Anakku yang besar sudah berkelana kemana-mana.

Kolam renang di villa batu malang

Di pinggir kolam, tempat duduk tidak ada yang kosong apalagi yang ada payungnya. Aku menarik kursi kosong dan mencari tempat teduh dan duduk di pinggir kolam sambil menjaga anakku yang sedang bermain air.

Ada tragedi nih di kolam renang. Saat aku menjaga si kecil, dan kakak-kakaknya bermain di kolam air hangat, tiba-tiba entah mengapa anak-anakku bermain di kolam kecil. Katanya disuruh keluar sama ponakan yang paling besar. Nggak boleh sendirian di kolam air hangat.

Kolam renang dengan jacuzi dan mandi air hangat


Dan aku baru tahu setelah sekian lama, saat diminta menjaga barang-barang yang ada di dekat panggung live music. Ternyata ponakan kami ada yang berdarah dan benjol karena terkena ring basket yang ada dipinggir kolam. 

Ceritanya, salah satu ponakan sedang bermain bola basket dalam air bersama anakku. Saat mau menangkap bola basket, ponakan ini melompat dan jidatnya mengenai ring basket. Benjol dan berdarah.

Karena aku diminta menjaga barang, aku hanya dengar cerita kalau ponakan ini dibawa ke rumah sakit. Setelah selesai berenang, dengan perasaan nggak enak juga, aku dan anak-anak segera ke villa. Ternyata di sana sudah pada heboh pengen tahu ceritanya.

Pas ponakan pulang ini, jidatnya benjol besar, dan darahnya sudah hilang, tapi dia harus mengompres benjolnya dengan handuk air hangat. Ya Allah...

Dan ternyata pihak resort bertanggung jawab banget membantu ponakan dan kakak ipar dibawa ke rumah sakit. Bahkan biaya pun ditanggung resort. Karena tragedi itu akhirnya terlambat pulang ke villa jadi ada kompensasi untuk late check out. 

Bermain Wahana Lagi

Setelah berenang puas di villa, saatnya kami check out. Tapi anak-anak masih mau main lagi di wahananya. Mau tak mau, aku mengikuti mereka. Karena anak-anak sudah bermain kemarin, jadi tidak boleh double permainannya. Jadilah mereka bermain ATV, mini trail, main Labirin, melihat kelinci, melihat orang memanah, bermain rainbow slide khusus anak-anak. Dan keliling sampai capek. Beneran capeeeekkk. Ya Allah tapi anak-anak seneng....

Foto dulu sebelum pulang..




Sekian pengalaman liburan di Klub Bunga Batu Malang. Kira-kira tahun depan kemana lagi ya... Semoga Allah berikan umur yang panjang, sehat, lancar rezeki, agar tahun depan bisa berkumpul bersama lagi, bisa menyenangkan orang tua. Aamiiinnn.
Read More
Lebaran adalah momen untuk berkumpul dengan keluarga besar. Di momen itu, keluarga mertua ingin memanfaatkan momen itu untuk berkumpul dengan nuansa baru bersama anak cucunya. Cuma karena momen lebaran ini biasanya juga ada acara di keluarga menantu masing-masing, jadi kita memutuskan mencari tempat berkumpul yang tidak jauh dari Malang yaitu kota Batu. Mertua inginnya menginap di villa kota Batu.

Sebenarnya di waktu itu, sekitar sembilan tahun lalu, mencari villa di Batu tidak semudah sekarang, apalagi villa di Yogya. Dahlah pengen nangis ingetnya.

Sekarang, banyak sekali villa Batu estetik yang menawarkan beragam fasilitas yang menarik seperti desain bangunan yang modern seperti di hotel, kolam renang privat, air panas, alat masak, ruang keluarga, pemandangan gunung, pedesaan. Harganya juga bervariasi, tergantung fasilitas dan kapasitas. Mencari villa di Batu, Malang, pilihannya jauh lebih banyak daripada villa di Sarangan.

Saat pertama kali kami memesan villa Batu Malang murah yang dekat dengan alun-alun Kota Batu, suami mencari villa dengan rekomendasi orang yang dikenal. Kami pun harus cek ke sana dulu: mengecek kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan memastikan ada extra bed karena rombongan kami cukup banyak. Pembayaran pun langsung dilakukan di hadapan orangnya. Lebih ribet tapi karena memang kami prosesnya aman.

Sekarang sudah banyak sistem booking villa lewat online, lebih mudah, dan seharusnya aman karena ada website resmi.

Villa Alcola, Villa Mewah di Kota Batu

Kali ini, pilihan villa di Batu memang banyak, tapi akhirnya kami mencari villa Batu privat pool yaitu villa Alcola – unit Caspia yang ada di daerah Panderman Hill Batu. Sebenarnya Villa Alcola memiliki banyak pilihan unit dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Alcola Boutique Villa ini termasuk best luxury villa atau villa mewah terbaik dengan harga cukup terjangkau di Kota Batu. Villa Alcola memiliki beberapa unit yaitu Astonia, Bahama, Caspia dan Dania. Yang menarik perhatian kita, dengan fasilitas yang ada dan cocok dengan kapasitas kami, adalah unit Caspia. MaasyaAllah. Rasanya lega kami bisa berhasil menyewa villa di Batu untuk 20 orang.

Villa estetik di batu

Villa Caspia ini menjadi villa paling luas di antara semua unit di villa Alcola, sekitar 320 m2, dengan 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, privat pool, barbeque grill, free WiFi, pantry, alat masak standar, tempat tidur King Bed Size, dua sepeda gunung, dll.

Yuk, kita room tour villa Unit Caspia ini.

Desain bangunan mewah dan modern

Bangunan ini tidak rata dengan jalanan. Tempat parkir mobil berada di lantai bawah, untuk masuk ke vila, kita naik tangga dan bertemu dengan taman kecil tanpa pembatas. Hati-hati dengan anak-anak yang bermain di sini karena cukup tinggi dan berbahaya.

Villa caspia Batu.

Bangunan ini didominasi dengan kaca-kaca besar dari lantai satu sampai lantai dua sehingga sinar matahari pagi menghangatkan ruangan villa, bisa menembus hingga bagian dapur. 

Kalau sedang memasak di dapur pagi hari, di atas jam 7 pagi, siap-siap merasa panas! Tirai-tirai penutup kaca besar hanya mampu mengurangi panas teriknya matahari pagi. Meskipun Batu cukup dingin, ketika terkena matahari pagi yang terik juga bikin keringatan.

Atap ruang utama yang tinggi dihiasi dengan lampu-lampu gantung menambah kesan lega dan mewah. Dari lantai bawah kita bisa melihat lantai dua dengan pagar kaca.

Villa estetik di batu

Ruang tamu dilengkapi dengan sofa abu-abu yang empuk dan smart tv menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Jika pagi hari sampai siang, di dalam rumah terasa panas karena terkena terik matahari, justru sore-malam-subuh, udara berubah jadi dingin. Pintu ditutup pun terasa dingin.

Di ruang ini, kami melaksanakan sholat bersama, duduk bersama mendengar petuah dari mertua, bermain game dan makan malam bersama.

Saat barbeque di sini, udara jadi dingin. Makan di teras depan juga dingin, tapi untuk yang terbiasa tinggal di Malang, mungkin biasa saja. Karena aku udah biasa di Sidoarjo yang panas, aku harus duduk berkumpul dengan orang atau dekat tempat grill biar hangat. Hehe.

Kamar tidur seperti kamar hotel

Aku menempati Superior room di lantai atas tanpa kamar mandi. Ukuran superior ini tidak seperti ukuran master room yang luas tapi cukup untuk kami berlima. Ukuran spring bed King Size cukup besar. Anak-anak juga masih kecil, jadi cukup untuk kami. Di dalam kamar, jendela kamar kaca mengarah ke bangunan lainnya.

Di lantai atas memang tidak ada kamar mandi per kamar, jadi pakai kamar mandi di luar kamar tapi di lantai yang sama. Kamar mandinya juga bersih seperti kamar mandi hotel. Sudah disediakan handuk putih, sabun, sikat gigi, odol, dan alat mandi lainnya.

Villa batu malang


Kamar Master Bedroom 1 ini berada di lantai 1 dengan akses langsung ke kolam renang dan dilengkapi dengan kamar mandi di dalam. Di kamar ini, ada lemari baju, meja kerja, dan smart tivi.

Villa di batu

Kamar Master Bedroom 2 berada di lantai 2 juga memiliki fasilitas yang hampir sama. Bedanya tidak ada akses langsung ke kolam renang.

Deluxe Bedroom dan Superior Bedroom ini hampir sama. Bedanya, Superior Bedroom ada kursi panjang dengan bantal kursi (bukan kursi sofa ya) tapi tidak ada meja kerja. Kalau Deluxe Bedroom tidak ada kursi panjang dengan bantal tapi ada meja kerja. Harapannya si kakak mau tidur di sana tapi ternyat nggak mau juga. Haha.

Yang terakhir kamar Twins Bedroom dengan kasur tipe queen size bed ada 2, dan meja kerja. Di kamar ini , bisa ditempati 4 orang dewasa.

Villa modern di batu

Dan yang pasti, semua kamar di villa ini ada AC-nya! Bayangkan kota Batu yang sudah dingin masih harus pakai AC. Wkwkwk.

Dan aku baru sadar kenapa pakai AC karena pas aku masuk kamar malam hari agak sumuk. Ternyata meski jendelanya besar, tidak ada ventilasi. Sirkulasi udara dari luar dan ke luar tidak ada. Itu membuat kamar agak sumuk meski atap kamar termasuk tinggi.

Sebenarnya ini yang menjadi pikiranku, kebanyakan rumah dengan desain modern itu tidak punya ventilasi atau ventilasinya tertutup.

Kembali ke kamar, dan akhirnya kami memakai AC meski hanya bisa bertahan pada suhu 29 Celcius. Padahal kan ventilasi nih bagus ya buat sirkulasi udara, bikin hemat energi dan tidak panas.

Kolam renang privat

Sejurus mata memandang, pintu kaca terbuka dan langsung mengarah kolam renang privat. Anak-anak melihat kolam renang langsung bahagia dan tidak sabar ingin berenang.

Kolam renang ini untuk anak-anak yang sudah bisa berenang di air dalam karena ketinggiannya sekitar 1 meter. Jadi jangan lupa bawa pelampung atau ban dari rumah ya.


Biasanya anak-anak bisa berenang sampai lama, tapi karena kolamnya agak dalam dan udaranya dingin, mereka hanya bisa berenang sebentar. Mereka menggigil kedinginan.

Anakku yang masih usia 3 tahun duduk di pinggir kolam. Di dalam kolam, ada omnya yang sedang bantu anaknya berenang. Entah bagaimana ceritanya, dia ingin mengambil sesuatu di pinggir kolam eh malah badannya ikut miring dan akhirnya tercebur di kolam. Waktu itu aku lagi ngurus anakku yang lain.

Semua langsung heboh karena melihat anakku tercebur ke kolam. Alhamdulillah omnya yang ada di dekatnya langsung cepat menggendong. Ayahnya melihat kejadian itu. Sebenarnya ada di dekatnya tapi nggak lebih cepat dari omnya. Katanya, anakku itu bertahan dengan bergaya seperti sedang berenang, jadi meski tenggelam, kepala tetap mengarah ke atas dengan tangan dan kaki digerak-gerakkan.

Duh... duh...

Menikmati Keindahan Alam Pegunungan

Saat menaiki tangga motif kayu, kaca lebar berada di hadapan kita menampakkan hijaunya gunung Panderman berlatar langit biru. Di lantai atas, selain kamar-kamar, juga ada teras tempat menikmati pemandangan kota Batu di antar senja dan gunung Arjuno.


Setelah sholat subuh, ufuk langit mulai menyamarkan jingga dan langit fajar gelap mulai berjalan merayap menuju terang. Cahaya bintang pun planet masih tampak di antara langit gelap. Lampu-lampu rumah penduduk kota masih belum menyala. Tandanya, aktivitas pagi belum benar-benar dimulai. Mungkin mereka masih terlelap di antara dinginnya udara kota Batu.

Villa view gunung di Batu


Duduk di teras atas saat subuh sendirian menikmati me time sambil scroll media sosial memang menyenangkan. Menghirup udara Kota Batu yang menyegarkan tapi juga merasakan tiupan angin pagi yang dingin. Pada akhirnya, aku memilih masuk kembali ke dalam ruangan dan menghangatkan diri. Aku nggak kuat berlama-lama di luar. Hehe.

Villa view gunung di Batu

Nge-grill bareng

Hampir sama saat makan di villa Sarangan sama saat nge-grill di tepian sungai Bedengan Malang, menu makan malam kami pasti ada menunya daging slice yang dimarinasi berbagai macam bumbu. Malamnya, kami nge-grill daging slice dengan alat grill yang sudah disediakan villa. Kipasnya pun juga sudah ada.

Dapur estetis

Siapa yang betah masak dengan dapur estetis seperti di villa Batu ini? Hmm.. kayaknya nih kalau aku bakal betah, tapi juga eman kalau kotor. Hahaha. Namanya dapur ya, pasti ada aja bekas minyak, sisa makanan yang jatuh dan segala macam. Kalau tidak segera dibersihkan, dapur estetisnya nggak bakal estetis lagi hehe. Kalau di vila ini nanti tetap ada yang bersihkan kok.

Villa batu malang murah
Nggak ada foto dapur. Adanya dari ruang tamu ini. Di belakang sofa ada meja makan dan di belakangnya dapur.

Kalau kalian dari luar kota mau menginap di villa Caspia Batu ini, kalian tidak perlu repot bawa peralatan makan atau memasak. Pemilik villa sudah menyediakan kulkas, dispenser, alat masak, seperti kompor, rice cooker, microwave, sutil, wajan, panci, dll; serta juga alat makan, seperti piring, sendok, gelas, mangkok, pisau, dll.


Pemesanan Villa

Pemesanan unit di Villa Alcola Unit Caspia ini semua dilakukan di website alcolavilla.com. Kita bisa melihat jenis-jenis villa, jadwal villa yang tersedia dan harganya. Kalau ingin melihat unitnya lebih jelas lagi, bisa meluncur saja ke Instagram alcola.id.

Rasanya Menginap di Villa Mewah?

Kalau ditanya bagaimana rasanya... itu seperti ini "bukan aku banget". Hahaha. Merasakan kemewahan dalam hidup itu adalah seperti sebuah "privilege" karena seolah ini adalah faktor eksternal aku bisa merasakannya. 

Aku pernah menginap di hotel bintang 5 Jakarta, Le Meridien, rasanya memang menyenangkan. Tapi, yang aku rasakan... aku tidak bisa tidur nyenyak, hati tidak tenang, dan tidak bisa santai. Haha. Entahlah, rasanya tidak lega begitu. 

Mungkin karena aku hanya ibu rumah tangga yang hari-harinya di rumah, tidak terbiasa dengan kehidupan seperti itu, jadi aku merasa aneh tiba-tiba tidur di kasur King Size Bed villa estetik di Batu.

Kalau disuruh menginap lagi di sana, mau nggak? Hmm.. mau-mau aja sih kalau dibayarin. Hahaha. Kalau bayar sendiri, pikir-pikir lagi. Wkwkwkwk.




Read More
Perjalananku ke Bedengan Malang ini dua kali. Pertama, aku naik motor bersama suami hanya untuk lihat kondisi Bedengan sebelum membawa keluarga mertua ke sana. Setelah kami mengunjungi tempat camping populer di Malang yaitu Bumi Perkemahan Bedengan Malang, bukan untuk camping tapi wisata alam keluarga di Malang.

Bedengan Malang ini berada di Jalan Raya Selokerto, Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Namanya hampir sama dengan waduk Selorejo yang pernah aku ulas, sama kelurahan tapi beda kecamatan. Lokasi Bedengan ini ada di sisi barat Kota Malang. Sekitar 30 menit perjalanan dari rumah mertua atau sekitar 13 km.

Perjalanan menuju Bedengan Malang

Keluar dari kota Malang, menuju perumahan Joyo Grand, kita lurus saja, mengikuti Google Map, sampai masuk Selorejo, Dau, Malang. Jalanan menuju Bedengan ini ada yang mulus, ada yang berlubang. Jalannya juga tidak lebar, sehingga jika ada dua mobil papasan harus pelan-pelan dan agak minggir.

Pemandangannya tidak seindah perjalanan menuju bendungan Selorejo. Di sini, selain pemandangan permukiman, kebun jeruk lebih banyak terlihat ketika sudah hampir tiba di Bedengan. Beberapa stand penjual jeruk juga terlihat di kanan kiri jalan. 


Mesin motor mulai panas saat jalanan terus menanjak. Tak ingin mengalami sesuatu yang menyeramkan di tempat yang jauh dari mana-mana ini, suami menghentikan mesin motor. Kebun jeruk berpagar bambu di sisi kanan dan kiri kami cukup lebat. Aku mengintip dari pintu masuk kayu yang tertutup. Pepohonannya cukup lebat. Daun-daunnya hijau segar. Beberapa buah jeruk masih hijau menggantung di rantingnya. Tampak kebun jeruk itu dirawat oleh pemiliknya.

Kami melewati jalanan berbatu yang cukup lebar, kecepatan kendaraan melambat karena rasanya tidak nyaman melewati jalanan seperti itu.


Filosofi Tanaman dari Lihat Kebun Jeruk

Aku takjub. MaasyaAllah. Kenapa ada orang-orang dianugerahi bisa merawat tanaman sampai subur dan berbuah, bisa dijual hasilnya? Sementara, beberapa kali saat aku merawat tanaman, tak pernah bisa berhasil bertahan lama. Tentu saja karena aku tak punya ilmunya pada jenis tanaman. Kata orang-orang, tangannya dingin jadi semua tanaman yang ditanam bisa tumbuh. Sementara petani sudah berpengalaman dan punya ilmu pada satu jenis tanaman. Jadi mereka bisa fokus merawat hingga berbuah. Lah, aku sendiri, satu jenis tanaman mati, ganti tanaman lain. Belum sampai ilmunya merawat satu jenis tanaman, sudah ganti tanaman lain.


Memang perjalanan merawat tanaman tidaklah mudah, cuaca dan hama menjadi tantangan agar tanaman tidak mati atau layu. Bahkan pernah dengar, petani harus menambahkan glukosa pada tanaman agar hasil jeruknya manis. Perjalanan merawat tanaman memang harus sabar. Dan sepertinya aku nggak cocok jadi petani, karena aku orangnya nggak sabaran. Haha.

Filosofi tanaman jeruk ini sebenarnya bisa disamakan dengan iman kita. Iman yang harus terus dirawat dengan ilmu, maka kelak saat dipetik buahnya manis dirasakan. Sementara cobaan menerapkan ilmu untuk merawat iman pasti banyak sekali. Kadang bisa sabar, kadang harus menangis saat melihat selama perjalanan mengalami pahitnya. Kadang perlu treatment tambahan seperti glukosa, entah support dari sekeliling, agar perjalanan pahitnya tetap terasa manis. Ciyeehh...

Cukuplah mengambil makna dari sebuah kebun jeruk, mesin motor mulai dingin, aku mencari tempat untuk mengambil video perjalanan dan meminta suami untuk mengendarai motor dari arah yang berlawanan. Tanaman yang menjadi pagar kebun jeruk membuat foto dan video jadi tambah estetis.

Meski masih jam 9 pagi, tapi matahari sudah cukup terik dan menyengat. Kami melanjutkan perjalanan, melewati kebun jeruk yang kering.

Di pertigaan, sudah ada beberapa orang yang mengarahkan para pengunjung yang menggunakan mobil untuk parkir di sebuah tanah lapang. Wah, aneh-aneh saja, padahal Bedengan masih cukup jauh kalau harus jalan kaki. Setelah aku lihat, ternyata ada beberapa orang yang mengendarai motor. Sepertinya mereka ditawarkan naik mobil dengan biaya tertentu padahal ada juga kok pengunjung yang naik mobil lanjut terus ke Bedengan.

Tiket Masuk Bedengan Malang

Mendekati Bedengan, gapura loket sudah terlihat. Beberapa petugas sibuk menerima uang tiket masuk dari pengunjung lain dan memberikan karcis. Di loket, harga tiket masuk Bedengan Malang tampak jelas sehingga kita tidak bingung lagi. Aku lupa banget berapa harga tiket masuknya. Ini aku coba lihat di Google.

Tiket masuk Bedengan Rp. 10.000,- per orang.
Parkir motor Rp. 3.000,-
Parkir mobil Rp. 10.000,-
Camping sekitar Rp. 20.000,-
Sewa tenda/ alat tergantung jenisnya.

Menyeberangi Sungai Dengan Mobil

Dari loket, kami turun ke bawah dan melihat aliran sungai dangkal yang penuh bebatuan. Beberapa sudut, bebatuannya besar. Sedangkan sisanya tanah dan bebatuan kecil.

Yang seru dari Bumi Perkemahan ini, mobil yang akan parkir harus menyeberangi sungai kecil itu. Sementara motor harus melewati jembatan kecil kayu selebar motor.


Setelah memarkirkan motor, kami berkeliling tempat wisata. Karena berada di kawasan pegunungan (Kawi dan Panderman), tempat wisata Malang ini memiliki kontur yang . Kalau naik ke atas, banyak parkir mobil dan tempat perkemahan. Beberapa orang mendirikan tenda di pinggir sungai. Bau wangi daging panggang menusuk hidung kami. Hmm.. lezatnya daging barbeque. Suara tawa anak kecil dan orang dewasa bercampur baur dengan suara kicau burung dan riak sungai. Ramai tapi menyenangkan dan menenangkan. Semua tampak bahagia di sana.

Kami duduk di pinggir sungai sambil melihat mobil-mobil yang menyebrangi sungai. Memang lebih baik, mobil yang dipakai itu jenis mobil Innova, Kijang, Avanza, dan seukuran itu. Ketika mobil Honda Jazz datang ke sana, saat masuk ke sungai sedikit jeglok, dan saat naik dari sungai juga sedikit susah. Dan harus pelan-pelan karena, saat kedua kalinya pergi ke Bedengan Malang bersama keluarga naik mobil, memang sensasinya menyebrangi sungai bikin deg-degan, hehe.


Kebetulan kita datang berkunjung ke Bedengan sekitar bulan Juli, sudah mulai masuk musim kemarau, jadi air sungai masih dangkal dan bening. Kalau musim hujan mungkin agak dalam tapi masih memungkinkan untuk disebrangi dan untuk camping di pinggirnya. Pernah lihat di Youtube, mereka datang saat musim hujan, air sungainya cokelat dan sedikit dalam.

Fasilitas di Bedengan Malang

Aku belum pernah ke tempat perkemahan lainnya jadi nggak bisa membandingkan fasilitasnya. Tapi menurutku fasilitas standar yang ada di Bedengan itu sudah terpenuhi seperti
  • Musholla
  • Toilet
  • 17 area camping
  • Warung makan
  • Gazebo
  • Area parkir

Apa yang dilakukan di Bedengan Malang selain camping?

Karena kami tidak camping di Bedengan Malang, saat aku berdua sama suami hanya duduk-duduk sambil menikmati pemandangan alam dan melihat para pengunjung yang bermain air di sungai. Sedangkan saat sama keluarga besar, selain camping, kami bisa melakukan beberapa hal:

Duduk di pinggir sungai

Ketika aku duduk di gazebo pinggir sungai ditambah udara yang sejuk, burung-burung mencari makan di sekitar dan terdengar air gemericik sungai. Bagi penulis, sepertinya tempat ini sepertinya cocok untuk menulis dan mencari inspirasi. Tapiii kalau kelamaan duduk di sini juga aku bisa masuk angin. Nggak tahan lama duduk di luar. Haha. 


Karena saat akhir pekan, kondisi tempat camping sudah banyak diisi pengunjung untuk mendirikan kemah.


Di sini kita bisa memilih duduk di pinggir sungai yang agak tinggi atau yang rendah. Karena kami bawa rombongan anak-anak, kami memilih di tempat yang dekat dengan sungai. Jadi anak-anak bisa langsung turun tanpa harus minta bantuan orang tua. 

Hanya saja di dekat tempat yang kita duduk kurang bersih, ada beberapa sampah yang belum sempat dibersihkan pengunjung sebelumnya dna belum sempat diangkut sampahnya oleh petugas. 

Main air sampai menggigil

Airnya tidak terlalu deras tapi gemericik airnya menyenangkan. Bebatuannya banyak sehingga anak-anak bisa duduk sambil bermain air.

Karena dingin, mereka nggak tahan bermain lama-lama. Nggak sampai setengah jam mereka semua menggigil kedinginan. Akhirnya kami minta mereka segera membalas badan dan ganti baju di toilet yang tidak begitu jauh dari tempat kami duduk.


Beef Slice Party

Sebenarnya mirip barbeque party, tapi yang kami panggang bukan daging utuh tapi daging slice yang dimarinasi. Tujuannya saja yang hampir sama yaitu menekankan hubungan kekeluargaan. 

Kami membawa daging slice, nasi, alat makan dan alat bakar barbeque. Lebih enak kalau sudah dibumbui dari rumah biar lebih meresap. Enaknya kalau daging slice ini lebih cepat masaknya dan semua bisa makan karena tidak alot. 

Setelah selesai memasak, anak-anak makan nasi dan daging slice plus sayur lettuce. Hmm.. enak banget.. kraukkk..krauukk

Keliling Bedengan

Namanya anak-anak nggak bisa diam jadilah mereka keliling Bedengan dengan diawasi orang tua. Aku lupa apa ada playground atau tidak. Aku ingat anak-anak menaiki menara yang akhirnya aku minta turun karena kok mengerikan tampaknya melihat kehebohan mereka. 

Camping di Bedengan Malang?

Karena aku tidak pernah camping kecuali saat KKM saat mahasiswa dulu, jadi aku mungkin tidak ke sini lagi untuk camping. Hehe.

Kalau kalian suka camping, Bumi Perkemahan Bedengan Malang bisa menjadi pilihan alternatif tempat camping Malang yang cocok untuk keluarga. Tempatnya teduh, fasilitas standar sudah ada dan insyaallah aman. 
Read More

Follower