Kali ini aku akan membahas kuliner Karanganyar. Setiap wisata ke Kemuning, setelah pergi ke paralayang Kemuning rasanya kurang lengkap kalau kita tidak mencari kuliner khas Karanganyar. Yang aku heran, kenapa hampir tiap daerah yang tinggi, memiliki kuliner khas yang sama. Seperti di Kota Batu, makanan khasnya ada sate Kelinci, di Boyolali daerah pegunungan juga begitu. Sekarang di Karanganyar khususnya di Kemuning, salah satu makanan yang biasa direkomendasikan itu sate kelinci. Meski aku juga tidak tahu bedanya apa yaa. Mungkin sambelnya kali?
Tentu saja aku tidak mencobanya karena udah pernah mencoba sate kelinci di Boyolali dan Kota Batu. Sebenarnya banyak kuliner Karanganyar yang recommended, rata-rata sih menu-menu yang biasa aku temui di kota lain.
Saat kuliner di Kemuning, orang tuaku merekomendasikan kuliner rica-rica mentok Lek Man. Dan ternyata ramai banget, loh.
Lokasi Warung Lek Man
Lokasi warung Lek Man ini berada di Spranten, Kemuning, Kec. Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Kalau habis wisata ke Kemuning, aku dan keluarga langsung pergi ke Warung Lek Man. Lokasinya berada di pojok jalan, di dekat kebun sayur yang luas dengan pemandangan Gunung Lawu. Sulitnya, warung ini tidak ada tempat parkir khusus mobil. Jadi mobil parkir di pinggir jalan.
Setiap pergi ke Warung Lek Man saat makan siang selalu ramai. Kadang bingung mau parkir di mana. Soalnya kan di pinggir jalan. Syukurnya ada pak tukang parkir yang mau arahkan parkir di mana. Mobilku pun parkir di bawah tulisan besar Lek Man Rica Menthok.
Warung Lesehan Lek Man Rica Menthok
Kalau dilihat bangunan warung Lek Man ini cukup sederhana dan bukan bangunan rumah tertutup. Tentu saja, kita bisa melihat aktivitas pengunjung dari luar. Sebagian lelaki sibuk dengan gadgetnya, sisanya sibuk mengobrol sambil mengebulkan asap rokok dan menikmati hidangan yang sudah tersaji. Sebagian wanita sibuk dengan anak-anaknya, sebagiannya lagi sibuk makan dan gadgetny. Anak-anak pun sibuk merecoki orang tuanya. Haha. Anak-anak itu membuka mulut untuk menerima makanan, tapi matanya tak lepas dari layar gadget di depannya.
Hampir seluruh meja telah terisi penuh dengan pengunjung. Bersyukurlah, masih ada sisa satu meja. Beberapa kali datang ke sini, meski tampak ramai, tapi selalu ada tempat. Aku pun memesan makanan dengan mendatangi meja kasir yang dekat dengan dapur sederhana biar segera dieksekusi. Maklum sudah lapar.
Beberapa orang melewatiku dengan nampan di satu tangannya. Piring-piring nasi bertumpuk di atasnya dan akan segera menemui pemesannya. Pria yang mengantarkan bergerak cepat seolah banyak hal yang harus dikerjakan. Pegawai wanita mengantarkan gelas-gelas berisi teh-teh khas Kemuning. Penjaja pasti tak sabar menyegarkan tenggorokan mereka dengan teh-teh itu.
Aku pun tak sabar ingin segera mencicipi makanannya. Selama menunggu itu, anakku yang kecil menunjukkan gelagat tak enak. Beberapa kali tangannya memegang bagian tiittt. Dan ia berucap ingin ke kamar mandi. Baiklah. Aku mencari kamar mandi yang ternyata ada di bawah bangunan. Kami melewati tangga menuju ke bawah. Toiletnya di dekat tangga. Di dalamnya cukup luas dan bersih. Tak ada bak mandi, hanya ember cukup besar berisi air yang dingin sedingin es.
Dari situ, aku tahu bahwa di lantai bawah juga ada tempat makan tapi tidak seramai yang di lantai atas. Pemandangan ke hutan di belakang warung terlihat dari tempat aku berdiri. Suasananya lebih dingin. Menurutku lebih nyaman di lantai atas karena udaranya lebih hangat.
Setelah kembali ke tempat duduk, tak sampai 10 menit, makanan yang aku pesan pun sudah tiba. Sebenernya tidak terlalu lama juga menurutku. Layanan juga cukuplah. Aku tidak merasa mendapat layanan buruk saat makan di sana.
Setelah itu, kami melahapnya.
Menu Warung Lek Man Ramah Anak
Ketika hendak kunjungan pertama kali ke Warung Lek Man, aku mengira menu yang ditawarkan hanya rica-rica mentok saja. Kalau cuma rica-rica saja, aku pasti nggak mau ke sana karena anak-anak makan apa.
![]() |
| Menu Rica-Rica di Lek Man Karanganyar (Foto : Gandhes) |
Ternyata ada menu lainnya. Alhamdulillah. Menu Lek Man Rica Menthok yaitu :
Rica Basah
Rica basah ini rica-rica menthok yang ada kuatnya. Meskipun enak dan gurih tapi rasanya pedas. Bagi pencinta pedas memang cocok makan ini. Mulut dan lambung tentu tidak mungkin bisa menerima makanan pedas itu. Daripada maagku kambuh, aku makan menu lainnya. Cuma incip sedikit. Suamiku yang kuat makan rica basah.
Dagingnya juga empuk. Tidak alot. Bagi orang tua yang giginya mulai banyak yang cocok kayak ortuku, cocok sih makan ini. Menurutku dagingnya juga nggak amis. Bagi sebagian ulasan mengatakan agak amis dan harga lebih mahal dibanding warung lain yang katanya lebih enak, porsi banyak dan murah. Waduh, di mana tuh. Jadi penasaran.
Rica Goreng
Rica goreng ini sama pedasnya seperti rica basah tapi digoreng. Tentunya tidak ada kuah. Kalau kalian lebih suka goreng memang mending pilih ini. Siap-siap pedes yaa.
Goreng biasa
Nah, bagi yang tidak suka pedas tapi tetap mau merasakan menthok bisa pesan goreng biasa. Menu ramah anak ini menjadi penyelamat perut anak-anak yang sudah lapar. Rasanya juga gurih dan disukai anak-anakku. Dagingnya juga empuk.
Ayam goreng
Kalau nggak suka mentok, anak-anak bisa makan ayam goreng juga. Tapi aku tidak memesan ayam goreng karena udah terlalu biasa masak di rumah. Eh, tapi kalau mau coba, nggak apa-apa loh. Mungkin rasanya beda sama masakan di rumah. Hehe.
Trancam, Pete dan Sambal
Sebenarnya cukup mengherankan, rica-rica yang sudah pedas begitu masih ada sambal yang disuguhkan. Kira-kira siapa yang makan kalau bukan orang yang doyan sambal? Kalau aku suka banget beli pete dan trancamnya. Segar banget. Perasaanku, ketiga kali beli trancam rasanya beda dibandingkan pertama kali beli disana. Seperti ada yang berubah tapi tetep seger sih.
Teh Khas Kemuning
Ada satu minuman khas Warung Lek Man yaitu teh kemuning yang diambil dari kebun-kebun teh di Kemuning. Rasanya memang segar tapi menurutku sedikit lebih pahit dibanding teh biasanya. Jadinya aku pesan teh biasa. Semua soal selera sih yaa.
Teh Kampul
Harga
Untuk harga warung Lek Man Rica Menthok menurutku termasuk tidak mahal. Untuk makan bertujuh aja biasanya habis sekitar 150an ribu. Untuk harga mentok dan ayam sekitar 22ribu - 33 ribu. Aku tidak terlalu memperhatikan juga saat bayar.
Kuliner Karanganyar Yang Lain?
Jadi menurutku, makan siang di sini cukup worth it dan cukup mengenyangkan. Rasanya enak, tidak amis, harga nggak mahal, dan bumbunya meresap. Nah, kira-kira kalian punya rekomendasi kuliner Karanganyar nggak yang ramah anak, enak dan murah.






0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.